7 Cara Mengatasi Rasa Kantuk saat Kuliah agar Tetap Fokus

Cara Mengatasi Rasa Kantuk saat Kuliah agar Tetap Fokus

Dosen sedang menjelaskan bagian penting, tetapi mata mulai terasa berat. Kamu mencoba mencatat, mengubah posisi duduk, lalu beberapa menit kemudian kehilangan fokus lagi.

Mengantuk saat kuliah memang bisa terjadi sesekali. Masalahnya, jika kondisi tersebut sering muncul, kamu dapat melewatkan penjelasan, sulit memahami materi, dan harus mengulangnya kembali setelah kelas selesai.

Penyebabnya juga tidak selalu sederhana. Kurang tidur menjadi salah satu kemungkinan yang paling mudah dikenali, tetapi jadwal tidur yang tidak teratur, aktivitas malam hari, kondisi kesehatan, obat tertentu, hingga gangguan tidur juga dapat berperan.

Jadi, daripada terus mencari trik untuk memaksa mata tetap terbuka, lebih baik mulai dengan mencari tahu mengapa kamu sering mengantuk.

Berikut tujuh langkah yang dapat dicoba.

1. Evaluasi Tidur Malam Sebelum Mencari Trik Lain

Jika hampir setiap kuliah pagi kamu mengantuk, pertanyaan pertama bukan “kopi apa yang harus diminum?”, tetapi bagaimana tidurmu malam sebelumnya.

Coba perhatikan beberapa hari terakhir.

Jam berapa kamu mulai tidur? Apakah sering terbangun pada malam hari? Apakah kamu masih menggunakan ponsel ketika sudah berada di tempat tidur? Bagaimana kondisi tubuh ketika bangun pagi?

Kualitas tidur memang relevan dengan kemampuan mahasiswa mempertahankan konsentrasi.

Penelitian Maria Luhulima dan rekan-rekannya berjudul Hubungan Kualitas Tidur dengan Konsentrasi Belajar pada Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir yang diterbitkan dalam Jurnal Keperawatan Cikini mengkaji hubungan kualitas tidur dengan konsentrasi belajar mahasiswa tingkat akhir.

Penelitian tersebut menemukan adanya hubungan antara kualitas tidur dan konsentrasi belajar pada responden yang diteliti.

Temuan serupa juga muncul dalam penelitian mahasiswa di Indonesia lainnya. Namun, maknanya bukan bahwa satu malam tidur buruk otomatis membuat seseorang tidak mampu mengikuti kuliah.

Kualitas tidur merupakan salah satu faktor yang layak diperiksa ketika kantuk dan kesulitan berkonsentrasi sering terjadi.

Karena itu, usahakan membangun jadwal tidur yang relatif konsisten. Kurangi aktivitas yang membuat waktu tidur terus mundur, terutama jika keesokan harinya kamu harus mengikuti kuliah pagi.

Baca juga: Dampak Kurang Tidur bagi Remaja: Picu Stres hingga Lebih Sensitif di Pagi Hari

2. Jangan Mengandalkan Kafein untuk Menggantikan Tidur

Ketika mengantuk, membeli kopi sebelum masuk kelas memang terasa seperti solusi paling cepat.

Kafein dapat meningkatkan kewaspadaan pada sebagian orang. Namun, kopi bukan pengganti kebutuhan tidur.

Jika kopi digunakan untuk bertahan setelah tidur terlalu sedikit, lalu konsumsi kafein pada sore atau malam hari membuatmu kembali sulit tidur, kamu bisa terjebak dalam pola yang berulang.

Respons terhadap kafein juga berbeda pada setiap orang. Ada yang dapat minum kopi pada sore hari tanpa masalah, sementara orang lain menjadi sulit tidur atau merasa berdebar.

Perhatikan respons tubuhmu sendiri.

Jika konsumsi kopi, teh, minuman energi, atau sumber kafein lain membuat waktu tidur semakin mundur, kurangi konsumsinya terutama menjelang waktu istirahat.

Kamu tidak harus berhenti minum kopi jika memang menyukainya. Masalahnya muncul ketika kafein menjadi cara utama untuk menutupi kebiasaan tidur yang terus-menerus buruk.

3. Jangan Datang Kuliah dalam Kondisi Belum Makan jika Tubuhmu Membutuhkannya

Pagi yang terburu-buru sering membuat sarapan menjadi hal pertama yang dilewatkan.

Namun, hubungan antara sarapan dan konsentrasi ternyata tidak sesederhana anggapan bahwa siapa pun yang sarapan pasti lebih fokus.

Penelitian Ines Melania Benga Ola dan Meilani Kumala berjudul Pengaruh Sarapan terhadap Tingkat Konsentrasi Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara melibatkan 141 mahasiswa.

Hasil penelitian tersebut tidak menemukan hubungan yang signifikan antara sarapan dan tingkat konsentrasi pada responden.

Temuan ini penting karena mengingatkan bahwa artikel kesehatan tidak seharusnya menjadikan satu kebiasaan sebagai jawaban untuk semua orang.

Meski begitu, bukan berarti kamu harus melewatkan makan.

Jika merasa lapar, lemas, atau sulit mengikuti kuliah ketika belum makan, atur waktu agar kebutuhan makan tetap terpenuhi.

Tidak perlu mencari “menu antikantuk” tertentu.

Pilih makanan yang sesuai kebutuhan dan memungkinkan kamu menjalani aktivitas sampai waktu makan berikutnya. Usahakan pola makan tetap beragam dan seimbang daripada menggantungkan energi pada minuman manis atau kopi saja.

Baca juga: Pentingnya Waktu Tidur bagi Kesehatan: Panduan Lengkap dan Sains di Baliknya

4. Manfaatkan Jeda untuk Bergerak

Kuliah selama satu atau dua jam dapat membuat kamu berada pada posisi yang sama cukup lama.

Jika dosen memberikan waktu istirahat, manfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiri dan bergerak daripada tetap duduk sambil melihat layar ponsel.

Berjalan ke luar kelas, melakukan peregangan ringan, atau sekadar mengubah posisi tubuh dapat memberikan jeda dari aktivitas duduk.

Jika kelas masih berlangsung, tentu kamu tidak perlu berdiri setiap beberapa menit sampai mengganggu perkuliahan.

Lakukan secara wajar.

Kamu dapat memperbaiki posisi duduk, menggerakkan bahu atau kaki secara ringan, kemudian menggunakan waktu pergantian sesi untuk berjalan.

Artikel lama mengklaim peregangan setiap 30 menit dapat meningkatkan konsentrasi hingga 40% berdasarkan observasi mahasiswa Universitas Negeri Malang. Klaim tersebut tidak perlu dipertahankan karena sumber penelitian yang sesuai tidak dapat diverifikasi.

Bergeraklah karena tubuh memang membutuhkan aktivitas dan perubahan posisi, bukan karena ada angka persentase yang belum jelas sumbernya.

5. Buat Diri Terlibat dalam Perkuliahan

Ada perbedaan antara berada di ruang kelas dan benar-benar mengikuti perkuliahan.

Ketika hanya duduk sambil melihat slide, perhatian lebih mudah berpindah ke hal lain. Cobalah memberikan tugas kecil kepada diri sendiri selama kelas.

Catat gagasan utama yang disampaikan dosen, bukan setiap kata.

Jika ada konsep yang belum dipahami, beri tanda pada catatan untuk diperiksa kembali. Jika situasi memungkinkan, ajukan pertanyaan atau ikuti diskusi.

Kamu juga dapat mencoba membuat satu atau dua pertanyaan dari materi yang baru dijelaskan. Cara sederhana ini memaksa pikiran memproses informasi, bukan hanya mendengarnya.

Tidak perlu memaksakan teknik Pomodoro ke dalam kuliah.

Pada pembelajaran mandiri, kamu dapat menentukan kapan bekerja dan kapan beristirahat. Di ruang kuliah, ritmenya ditentukan oleh proses pembelajaran dan dosen. Membagi kuliah menjadi 25 menit fokus dan 5 menit “istirahat” justru dapat membuatmu melewatkan materi.

Lebih masuk akal untuk mengikuti alur kelas sambil mempertahankan keterlibatan secara aktif.

6. Penuhi Kebutuhan Cairan secara Wajar

Membawa botol minum ke kampus merupakan kebiasaan sederhana yang dapat membantu kamu memenuhi kebutuhan cairan selama beraktivitas.

Minumlah ketika haus dan sesuaikan asupan dengan aktivitas, kondisi tubuh, cuaca, serta lingkungan.

Tidak perlu membuat aturan bahwa kamu harus minum setiap 30 atau 45 menit.

Artikel lama mengklaim kekurangan cairan sebesar 1,5% dari berat tubuh menurunkan daya ingat jangka pendek berdasarkan penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. Klaim spesifik tersebut tidak dipertahankan karena sumber penelitian yang dimaksud tidak berhasil diverifikasi.

Kebutuhan cairan setiap orang juga tidak identik.

Jika aktivitasmu banyak dilakukan di luar ruangan atau cuaca sedang panas, kebutuhan cairan tentu dapat berbeda dibandingkan ketika sebagian besar waktu dihabiskan di ruangan berpendingin.

Air putih dapat menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari. Namun, jangan menganggap minum air sebagai obat untuk semua rasa kantuk.

Jika kamu sudah cukup minum tetapi tetap sangat mengantuk setiap hari, cari kemungkinan penyebab lainnya.

7. Jangan Abaikan Kantuk yang Terjadi Terus-Menerus

Mengantuk setelah tidur terlalu larut sesekali mudah dipahami.

Situasinya berbeda jika kamu merasa sangat mengantuk hampir setiap hari meskipun merasa sudah menyediakan waktu tidur yang cukup.

Coba buat catatan sederhana selama satu atau dua minggu.

Tuliskan waktu tidur dan bangun, apakah sering terbangun pada malam hari, konsumsi kafein, penggunaan obat tertentu, serta kapan rasa kantuk paling berat muncul.

Perhatikan pula apakah ada kebiasaan mendengkur keras, terbangun dengan sensasi tersedak, sakit kepala ketika bangun, atau keluhan lain yang menyertai.

Catatan tersebut bukan alat diagnosis. Fungsinya membantu kamu melihat pola dan memberikan informasi yang lebih jelas jika perlu berkonsultasi.

Kantuk berlebihan pada siang hari dapat berkaitan dengan berbagai kondisi dan tidak seharusnya selalu dianggap akibat kemalasan atau jadwal mahasiswa yang padat.

Jika kantuk terus terjadi, semakin berat, atau sudah mengganggu kuliah dan aktivitas sehari-hari, pertimbangkan berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Hati-hati jika Mengantuk saat Berkendara

Ada satu situasi ketika rasa kantuk tidak boleh sekadar “dilawan”: ketika kamu sedang berkendara.

Jika setelah kuliah kamu sangat mengantuk, jangan memaksakan diri mengendarai sepeda motor atau mobil sambil berharap kantuk akan hilang di perjalanan.

Menepi atau tunda perjalanan jika memungkinkan dan cari pilihan yang lebih aman.

Membuka kaca, memutar musik keras, mencuci muka, atau minum kopi tidak dapat dijadikan jaminan bahwa seseorang aman berkendara ketika sudah sangat mengantuk.

Keselamatan jauh lebih penting daripada tiba beberapa menit lebih cepat.

Fokus pada Penyebab, Bukan Sekadar Mengusir Kantuk

Tidak ada satu trik yang dapat menjamin kamu selalu terjaga selama kuliah.

Jika semalam hanya tidur sebentar, tubuh mungkin memang sedang meminta istirahat. Kopi, peregangan, mencuci muka, atau mencatat lebih aktif mungkin membuatmu merasa lebih segar untuk sementara, tetapi tidak menyelesaikan penyebab utamanya.

Mulailah dengan memperbaiki hal yang paling mendasar: perhatikan pola dan kualitas tidur.

Setelah itu, evaluasi kebiasaan lain seperti konsumsi kafein, makan, aktivitas fisik, kebutuhan cairan, dan cara kamu mengikuti perkuliahan.

Sesekali mengantuk di kelas tidak selalu menunjukkan masalah kesehatan. Namun, rasa kantuk yang terjadi hampir setiap hari dan mengganggu fungsi sehari-hari tidak sebaiknya terus dianggap normal hanya karena kamu mahasiswa.

Tubuh yang meminta istirahat tidak selalu membutuhkan trik agar tetap terjaga. Kadang-kadang, yang benar-benar dibutuhkan memang tidur yang lebih baik.

 

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses