Bayangkan kamu telah berlatih berbulan–bulan hanya untuk berdiri di panggung itu. Lalu dalam hitungan detik, sebuah keputusan juri mengubah segalanya bukan karena kamu salah tapi karena jawaban yang hampir identik dengan lawanmu di nilai berbeda. Itulah yang kini dirasakan banyak pihak dalam kontroversi Lomba Cerdas Cermat yang viral belakangan ini.
Persoalnya sederhana tapi mendasar: dua jawaban dengan inti serupa mendapat perlakuan berbeda. Satu tim dikurangi poin, satu tim lain justru diberi tambahan. Bagi peserta yang langsung merasakanya, ini bukan sekadar soal angka, namun ini rasa soal rasa hormat terhadap kerja keras mereka.
Reaksi publik yang masif adalah sinyal yang tidak bisa diabaikan. Masyarakat peduli dan kepedulian itu layak mendapat respon serius dari penyelenggara.
Baca Juga: Jawaban Sama, Skor Berbeda: Polemik Penilaian Juri di LCC 4 Pilar Kalbar 2026
Menjadi juri memang tidak mudah, keputusan dibuat dalam hitungan detik, di bawah tekanan. Kesalahan manusiawi wajar terjadi. Namun justru karena itu, sistem yang mengawal kompetisi harus lebih kuat dari sekadar penilaian tanpa mekanisme kontrol yang jelas.
Yang dibutuhkan sekarang bukan saling menyalahkan, melainkan transparansi. Jika ada kekeliruan, akui dan perbaiki. Jika sudah sesuai prosedur, jelaskan dengan dasar yang bisa deverifikasi. Publik tidak menuntut kesempurnaan, namun publik menunutut kejujuran.
Baca Juga: Distorsi Keadilan dan Malaetik Pedagogis: Refleksi Atas Final LCC Empat Pilar 2026
Kompetisi akademik sejati bukan diukur dari siapa yang pulang bawa trofi, melainkan apakah setiap peserta pulang dengan keyakinan bahwa mereka diperlakukan secara adil. Ketika keyakinan itu hilang, yang kalah bukan hanya satu tim tetapi seluruh makna dari kompetisi itu sendri.
Kontravensi ini adalah cermin dan cermin itu kini tengah menatap kita balik.
Penulis: Fetrayani Sibarani
Mahasiswa Akuntansi Universitas Pamulang
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












