Desa Wonotunggal, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, menjadi salah satu lokasi dalam implementasi praktik kesehatan masyarakat berbasis pembelajaran lapangan yang dilakukan oleh mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Pekalongan. Kegiatan ini berlangsung melalui dua tahap utama, yaitu Praktik Belajar Lapangan I pada bulan April dan Praktik Belajar Lapangan II pada bulan Mei, yang berfokus pada identifikasi masalah kesehatan serta implementasi intervensi berbasis komunitas, dengan mengusung tema “Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat pada Siklus Hidup melalui Transformasi Kesehatan Menuju Indonesia Emas 2045”.
Pada tahap pertama, mahasiswa melakukan kegiatan untuk memahami kondisi kesehatan masyarakat di Desa Wonotunggal dengan cara mengumpulkan data secara langsung di lapangan. Pengumpulan data ini dilakukan menggunakan kuesioner atau daftar pertanyaan yang diisi oleh masyarakat. Sasaran kegiatan ini adalah 150 kepala keluarga yang mewakili berbagai kelompok usia dalam masyarakat, seperti balita, remaja, ibu hamil, dan lansia. Tujuan dari pengumpulan data ini adalah untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai keadaan kesehatan masyarakat, kebiasaan sehari hari yang berkaitan dengan kesehatan, serta kondisi lingkungan tempat tinggal mereka.
Hasil analisis menunjukkan adanya pola permasalahan kesehatan yang saling berkaitan. Pada aspek pengetahuan, masyarakat masih memiliki tingkat literasi kesehatan yang rendah terutama terkait Aids, TBC dan Malaria. Kondisi ini berimplikasi pada rendahnya kesadaran deteksi dini serta keterlambatan dalam mencari pelayanan kesehatan. Selain itu, stigma sosial terhadap Orang Dengan HIV/AIDS masih cukup kuat, yang berdampak pada isolasi sosial serta hambatan akses pengobatan.
Tahap kedua implementasi intervensi kesehatan masyarakat berbasis pemberdayaan. Sebelum pelaksanaan kegiatan, dilakukan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD) pada Kamis, 30 April 2026. Forum ini menjadi ruang antara mahasiswa, pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta tokoh masyarakat untuk memaparkan hasil analisis situasi, mengidentifikasi prioritas masalah, dan menyepakati rencana aksi intervensi. MMD bertujuan sebagai mekanisme validasi sosial sekaligus penguatan komitmen kolektif dalam pelaksanaan program.
Rangkaian intervensi pertama adalah kegiatan “Lansia Aktif, Hipertensi Terkendali” yang dilaksanakan pada Kamis, 7 Mei 2026 pukul 09.00. Kegiatan ini mencakup senam lansia, edukasi hipertensi, serta pemeriksaan tekanan darah secara berkala. Intervensi ini bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia melalui deteksi dini faktor risiko kardiovaskular dan pembentukan perilaku hidup sehat.
Pada hari Kamis, 7 Mei pukul 13.00 & Rabu, 13 Mei 2026 pukul 09.00 dilaksanakan program “BERENCANA” (Remaja Sehat, Cerdas, Selamat, Bebas Narkoba) yang menyasar kelompok remaja. Kegiatan ini berisi edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan penyakit menular berbasis perilaku seperti Aids, Tuberkulosis, dan Malaria, serta sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkotika. Pendekatan edukatif dilakukan secara interaktif untuk meningkatkan partisipasi dan internalisasi materi pada kelompok usia produktif muda.
Selanjutnya, pada Senin, 11 Mei 2026 pukul 09.00 dilaksanakan kegiatan “Kelas Ibu Hamil”. Program ini berfokus pada peningkatan pengetahuan keluarga mengenai kehamilan sehat, gizi ibu hamil, persiapan persalinan. Kegiatan ini diperkuat dengan senam ibu hamil dan diskusi interaktif mengenai tanda bahaya kehamilan.
Kegiatan berikutnya adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa minyak kulit ayam yang dilaksanakan pada Rabu, 13 Mei 2026 pukul 09.00. Intervensi ini difokuskan pada balita dengan tujuan meningkatkan asupan energi dan mendukung perbaikan status gizi, khususnya pada kelompok rentan.
Intervensi berikutnya adalah edukasi “Isi Piringku untuk Cegah Stunting” yang dilaksanakan pada Senin, 18 Mei 2026 pukul 09.00. Kegiatan ini menekankan pada pemahaman gizi seimbang berbasis pedoman Kementerian Kesehatan, dengan tujuan menurunkan risiko stunting melalui perubahan perilaku konsumsi pangan pada keluarga yang memiliki balita.
Pada hari yang sama pukul 15.00, dilaksanakan program unggulan berupa “Kebun Tanaman Obat Keluarga (TOGA)”. Program ini bertujuan meningkatkan kemandirian kesehatan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif promotif dan preventif. Masyarakat dilatih untuk menanam, merawat, dan memanfaatkan tanaman herbal yang memiliki potensi farmakologis sederhana untuk kebutuhan kesehatan dasar keluarga.
Puncak kegiatan ditandai dengan terselenggaranya Festival PBL di Kecamatan Bandar yang mencakup berbagai perlombaan, yaitu lomba video edukasi kesehatan, kreasi kudapan sehat berbasis pangan lokal, serta lomba kreativitas stand mahasiswa. Kegiatan ini menjadi ajang untuk menampilkan hasil edukasi dan inovasi mahasiswa sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam promosi kesehatan.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penarikan kembali mahasiswa ke kampus. Dalam kegiatan festival ini, Mahasiswa bersama kader desa Wonotunggal berhasil meraih juara 3 pada kategori kreasi kudapan sehat.
Secara keseluruhan, pelaksanaan PBL ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat dalam peningkatan pengetahuan dan perilaku kesehatan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa dalam memahami permasalahan kesehatan masyarakat secara nyata. Diharapkan hasil kegiatan ini dapat menjadi dasar dalam pengembangan program kesehatan berkelanjutan di Desa Wonotunggal serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
Dengan demikian, kegiatan PBL ini dapat menjadi langkah awal yang penting dalam upaya mewujudkan masyarakat Desa Wonotunggal yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan di masa mendatang.
Penulis:
– Aprilia
– Umi Fadilah
– Maya Fathiyyatur Rizqiyyah
– Hasna Labibah Aqila
– Tri Nugroho Kuncoro
– Dwi Kusumaning Tiyas
– Dewi Cahya Yuliasri G
Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Pekalongan (Unikal)
Dosen Pengampu: Jaya Maulana S.KM.,M.Kes
Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI




















