Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Media Interaktif Quizizz untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SDN 24 Pontianak Kota

strategi meningkatkan hasil belajar siswa
Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Media Interaktif Quizizz untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SDN 24 Pontianak Kota. Sumber: MMI.

Abstrak

Keberhasilan pendidikan di sekolah dapat dilihat dari ketercapaian hasil belajar siswa selama proses pembelajaran. Namun, pada kenyataannya yang terjadi hasil belajar IPAS siswa masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) menggunakan media Quizizz pada siswa kelas V SDN 24 Pontianak Kota. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di SDN 24 Pontianak Kota dengan populasi 26 orang yang terdiri dari 9 laki-laki dan 16 perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dengan tahapan setiap siklusnya mencakup 4 empat tahap utama yaitu; (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Observasi dan Evaluasi, (4) Refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes soal. Teknik analisis data dilaksanakan secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa presentase ketuntasan pada siklus 1 adalah 46% dengan rata-rata hasil belajar siswa sebesar 74,6 dengan kategori rendah. Sedangkan pada siklus II menunjukkan hasil presentase ketuntasan mencapai 88% dengan rata-rata nilai hasil belajar siswa sebesar 86,5 dengan kategori tinggi. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat diartikan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan menggunakan media Quizizz pada siswa kelas V SDN 24 Pontianak Kota dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Kata Kunci: Problem Based Learning; Media Interaktif; Quizizz; Hasil Belajar.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Abstract

The success of education in schools can be seen from the achievement of student learning outcomes during the learning process. However, in reality, students’ science learning outcomes are still low. This study aims to determine the improvement of student learning outcomes through the application of the Problem Based Learning (PBL) model using Quizizz media in grade V students of SDN 24 Pontianak City. This study is a Classroom Action Research conducted at SDN 24 Pontianak City with a population of 26 people consisting of 9 boys and 16 girls. This study was conducted in 2 cycles with the stages of each cycle covering 4 main stages, namely; (1) Planning, (2) Implementation, (3) Observation and Evaluation, (4) Reflection. Data collection techniques used test questions. Data analysis techniques were carried out descriptively quantitatively. The results of the study showed that the percentage of completeness in cycle 1 was 46% with an average student learning outcome of 74.6 in the low category. While in cycle II, the results of the percentage of completeness reached 88% with an average student learning outcome of 86.5 in the high category. Based on the results of the analysis, it can be interpreted that the application of the Problem Based Learning (PBL) model using Quizizz media to fifth grade students of SDN 24 Pontianak City can improve student learning outcomes.

Keywords: Problem-Based Learning; Interactive Media; Quizizz; Learning Outcomes.

Baca Juga: Model Pembelajaran CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composition) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas II SD

Pendahuluan

Mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) merupakan salah satu pelajaran penting di jenjang Sekolah Dasar (SD) yang bertujuan untuk mengenalkan berbagai konsep dasar tentang alam, lingkungan, serta kehidupan masyarakat kepada peserta didik (Hasanah et al., 2025). Dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar, siswa tidak hanya dituntut untuk menguasai konsep-konsep, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Menurut Jallalil Adha et al., (2025) memaparkan bahwa ada beberapa tujuan pembelajaran IPAS yaitu : (1) Meningkatkan rasa keingintahuan, (2) Memahami hubungan interaksi dalam IPAS, (3) Mengajarkan siswa mengidentifikasi masalah, (4) Mengembangkan sikap ilmiah pada siswa, (5) Berperan aktif menjaga lingkungan dan alam. Tujuan-tujuan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran IPAS tidak hanya berfokus pada penguasaan konsep, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan berpikir kritis, dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar dalam kehidupan sehari-hari.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa pengaruh signifikan terhadap dunia pendidikan, terutama pada proses pembelajaran di sekolah dasar. Penggunaan teknologi dalam kegiatan belajar mengajar memungkinkan guru menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif, dan inovatif sehingga dapat meningkatkan partisipasi siswa. Menurut Bahriah et al. (2021), integrasi teknologi dan informasi dalam proses pembelajaran berpotensi meningkatkan kualitas hasil belajar siswa. Selain itu, Ramatika et al. (2019) menyatakan bahwa pemanfaatan media pembelajaran berbasis teknologi informasi mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan bagi peserta didik. Sejalan dengan pendapat tersebut, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dapat membantu guru untuk menyampaikan materi secara menarik, interaktif, dan mudah dipahami oleh siswa. Hal tersebut juga dapat meningkatkan kualitas hasil belajar siswa.

Keberhasilan pendidikan di sekolah dapat dilihat dari ketercapaian hasil belajar siswa selama proses pembelajaran. Menurut Rahman (2021) hasil belajar merupakan capaian yang diperoleh siswa setelah mengikuti kegiatan belajar mengajar. Hasil belajar berupa indikator yang harus dicapai oleh siswa untuk mengukur sejauh mana mereka telah menguasai pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dalam suatu proses pembelajaran. Kemampuan atau penguasaan hasil belajar dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotorik yang dimiliki oleh siswa (Wahyu Winasih et al., 2023). Ketiga aspek tersebut saling berkaitan dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran, karena siswa tidak hanya dituntut memahami materi pelajaran, tetapi juga mampu menunjukkan sikap yang baik serta keterampilan dalam menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, pada kenyataannya yang terjadi hasil belajar IPAS siswa masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Khoerun Nisa et al., n.d. (2025) bahwa berdasarkan hasil evaluasi pembelajaran, diketahui bahwa sebanyak 45% peserta didik atau sekitar 9 dari 20 siswa masih belum mencapai KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran) dengan nilai batas ketuntasan minimal sebesar 75. Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Kadek Ayu Widyawati & Nyoman Sudana (2020) bahwa data nilai UTS kelas V menunjukkan bahwa persentase siswa yang mencapai ketuntasan belajar sebesar 23,88%, sedangkan 76,12% siswa lainnya belum tuntas. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa sebagian besar hasil UTS IPA siswa kelas V SD Gugus II Kecamatan Tembuku masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Hal ini juga terjadi berdasarkan hasil observasi dan hasil analisis nilai pra-siklus di kelas V SDN 24 Pontianak Kota, ditemukan bahwa hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran IPAS masih tergolong rendah. Hal tersebut dibuktikan dari hasil nilai pra-siklus yaitu masih banyak siswa yang memperoleh nilai di bawah kriteria ketuntasan minimum. Selain itu, siswa cenderung kurang aktif dan kurang fokus dalam pembelajaran, serta mengalami kesulitan dalam memahami konsep pembelajaran. Metode pembelajaran yang masih didominasi berupa ceramah menyebabkan siswa merasa bosan dan menurunkan efektivitas pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan melalui penerapan model dan media pembelajaran yang inovatif serta sesuai dengan kebutuhan siswa.

Pada jenjang pendidikan dasar, terutama dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), penggunaan teknologi digital memberikan berbagai peluang untuk menghadirkan proses pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif bagi siswa. Pemanfaatan media pembelajaran digital, seperti video animasi maupun aplikasi interaktif, mampu membantu siswa memahami konsep-konsep IPA yang bersifat abstrak secara lebih mudah dan jelas (Adrias et al., n.d, 2025). Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan dalam mendukung keberhasilan hasil belajar adalah dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) yang didukung oleh Quizizz. Model Problem Based Learning melibatkan siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan masalah nyata baik di lingkungan sekolah, rumah, atau masyarakat sebagai dasar pembelajaran sehingga siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkerja sama, dan memecahkan masalah secara mandiri (Susanto & Airlanda, 2023). Pendekatan ini tidak hanya mengasah kemampuan berpikir kritis dan analitis siswa, tetapi juga meningkatkan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran (Anwar & Jurotun, 2019).

Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti menerapkan model Problem Based Learning berbantuan media Quizizz dalam pembelajaran IPAS dengan menggunakan desain Penenlitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian berjudul “Penerapan Model Problem Based Learning Berbantuan Media Interaktif Quizizz Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN 24 Pontianak Kota” ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa serta menjadi alternatif bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, inovatif, dan meyenangkan.

Baca Juga: Penerapan Ice Breaking dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Sekolah Dasar Negeri 173518 Silitonga

Metode

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas untuk mengetahui penerapan Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan berbantuan media interaktif Quizizz pada siswa kelas V. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 24 Pontianak Kota dengan populasi 26 orang yang terdiri dari 9 laki-laki dan 17 perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dengan tahapan setiap siklusnya mencakup 4 empat tahap utama yaitu; (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Observasi dan Evaluasi, (4) Refleksi (Wiradana et al., 2025). Berdasarkan hasil analisis siklus I, dan II terhadap pembelajaran. Maka peneliti menyimpulkan apakah hipotesis tindakan tercapai atau tidak jika penggunaan media quizizz dapat meningkatkan hasil belajar siswa di SDN 24 Pontianak Kota. Teknik analisis data dilaksanakan secara deskriptif kuantitatif untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklus melaui perhitungan rata-rata dan presentase ketuntasan belajar. Analisis data dilakukan untuk mengetahui daya serap masing-masing siswa.

Instrumen utama untuk mengukur hasil belajar siswa yaitu dengan soal pilihan ganda sebanyak 10 butir soal. Setiap soal memiliki skor 10 untuk jawaban benar dan total keseluruhan poin maksimal yaitu 100 jika semua jawaban benar. Skor akhir setiap siswa peroleh akan dijumlahkan dengan cara dikali 10 untuk setiap soal. Hasil tes ini digunakan untuk mengukur peningkatan hasil belajar dari pra tindakan ke siklus I dan siklus II.

Untuk mengukur tingkat ketuntasan belajar secara klasikal digunakan rumus sebagai berikut:

Kriteria keberhasil dalam penelitian ini ditetapkan apabila ≥ 80% siswa mencapai nilai 75, sesuai dengan Kriteria Ketercapaian Tuntas Pembelajaran (KKTP) yang berlaku di SDN 24 Pontianak Kota. Jika persentase ketuntasan belum tercapai pada siklus I, maka akan dilakukan perbaikan dan dilanjutkan pada siklus II.

Baca Juga: Media Pembelajaran Miniatur Tata Surya untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran IPA Kelas VI

Hasil

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan menerapkan modelProblem Based Learning(PBL) berbantuan media Quizizz untuk meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SDN 24 Pontianak Kota. Setiap siklus terdiri atas empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Sebelum tindakan diberikan, peneliti terlebih dahulu melakukan pra siklus untuk mengetahui kondisi awal hasil belajar siswa.

1. Pra Siklus

Pada tahap pra siklus, pembelajaran IPAS masih dilaksanakan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Guru lebih banyak menjelaskan materi, sedangkan siswa berperan sebagai penerima informasi. Pembelajaran belum menggunakan model yang berpusat pada siswa maupun media pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan beberapa permasalahan dalam proses pembelajaran. Sebagian siswa terlihat kurang memperhatikan penjelasan guru, kurang aktif bertanya maupun menjawab pertanyaan, serta mengalami kesulitan memahami materi IPAS yang dipelajari. Selain itu, pembelajaran yang berlangsung cenderung monoton sehingga menyebabkan motivasi belajar siswa rendah.

Hasil tes pra siklus menunjukkan bahwa dari 26 siswa hanya 5 siswa yang mencapai nilai ketuntasan. Persentase ketuntasan belajar sebesar 19% dengan nilai rata-rata kelas sebesar 62,6. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum mencapai KKTP yang ditetapkan sekolah yaitu 75. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan upaya perbaikan pembelajaran melalui penerapan model Problem Based Learning berbantuan media Quizizz untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

2. Siklus 1

A. Perencanaan

Berdasarkan hasil identifikasi masalah pada pra siklus, peneliti menyusun perencanaan pembelajaran dengan menerapkan model Problem Based Learning berbantuan media Quizizz. Kegiatan perencanaan yang dilakukan meliputi:

  • Menyusun modul ajar sesuai sintaks Problem Based Learning;
  • Menyusun materi pembelajaran IPAS;
  • Menyiapkan LKPD sebagai panduan kegiatan kelompok;
  • Menyiapkan media Quizizz yang akan digunakan pada tahap evaluasi;
  • Menyusun instrumen tes hasil belajar;
  • Menyiapkan lembar observasi aktivitas guru dan siswa;
  • Berkoordinasi dengan rekan sejawat sebagai observer selama pelaksanaan tindakan.

B. Pelaksanaan

Pelaksanaan tindakan pada siklus I dilaksanakan dalam satu kali pertemuan. Pada kegiatan pendahuluan, guru membuka pembelajaran, melakukan apersepsi, menyampaikan tujuan pembelajaran, serta memberikan motivasi kepada siswa. Pada kegiatan inti, guru menerapkan langkah-langkah Problem Based Learning dengan menyajikan permasalahan yang berkaitan dengan materi IPAS. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mendiskusikan solusi dari masalah yang diberikan. Guru membimbing siswa selama proses diskusi dan penyelidikan berlangsung.

Pada tahap evaluasi, guru menggunakan media Quizizz yang ditampilkan melalui LCD proyektor di depan kelas. Soal-soal Quizizz ditampilkan secara bergantian dan siswa menjawab pertanyaan yang diberikan berdasarkan pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan penyimpulan materi bersama-sama dan pemberian penguatan oleh guru.

C. Observasi dan Evaluasi

Berdasarkan hasil observasi selama pelaksanaan tindakan, terlihat adanya peningkatan aktivitas belajar siswa dibandingkan pada tahap pra siklus. Siswa mulai menunjukkan ketertarikan terhadap pembelajaran yang dilakukan melalui model Problem Based Learning. Sebagian besar siswa terlihat aktif berdiskusi dalam kelompok dan berusaha menyelesaikan masalah yang diberikan. Penggunaan Quizizz yang ditampilkan melalui proyektor juga mampu menarik perhatian siswa karena menghadirkan suasana belajar yang berbeda dari biasanya. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala selama pelaksanaan pembelajaran. Sebagian siswa yang duduk di bagian belakang kelas mengalami kesulitan melihat tampilan soal pada layar proyektor dengan jelas. Selain itu, beberapa siswa hanya menunggu jawaban dari teman yang lebih aktif sehingga keterlibatan seluruh anggota kelompok belum merata.

Hasil observasi rekan sejawat menunjukkan bahwa penggunaan Quizizz yang ditampilkan melalui proyektor sudah mampu meningkatkan perhatian dan antusiasme siswa. Akan tetapi, media tersebut belum memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh siswa untuk berinteraksi langsung dengan soal. Siswa masih cenderung bergantung pada tampilan di depan kelas sehingga partisipasi individu belum maksimal. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 46% dengan nilai rata-rata kelas sebesar 74,6. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan pra siklus, tetapi belum mencapai indikator keberhasilan penelitian yaitu minimal 80% siswa memperoleh nilai ≥75.

D. Refleksi

Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi pada siklus I, diperoleh beberapa temuan yang perlu diperbaiki pada siklus berikutnya. Pertama, penggunaan Quizizz yang hanya ditampilkan melalui proyektor menyebabkan sebagian siswa kurang leluasa dalam mengakses soal secara langsung. Kedua, masih terdapat siswa yang pasif dalam kegiatan diskusi kelompok. Ketiga, keterlibatan siswa secara individu dalam menjawab soal masih belum optimal karena siswa lebih banyak melihat jawaban teman atau menunggu arahan dari guru.

Rekan sejawat memberikan masukan agar media Quizizz dimodifikasi menggunakan fitur Quizizz Paper Mode (Barcode). Melalui mode ini, setiap siswa dapat mengerjakan soal secara mandiri menggunakan lembar jawaban yang dilengkapi barcode sehingga keterlibatan siswa menjadi lebih aktif dan merata. Selain itu, penggunaan Quizizz Paper Mode dinilai lebih efektif karena siswa dapat fokus mengerjakan soal secara individu tanpa bergantung pada tampilan proyektor. Berdasarkan hasil refleksi tersebut, peneliti memutuskan untuk memperbaiki pelaksanaan pembelajaran pada siklus II dengan menerapkan Quizizz menggunakan mode barcode.

Gambar 1. Diagram Persentase Hasil Belajar Siswa Siklus I.

Pengamatan hasil belajar dalam penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Quizizz pada pra siklus memperoleh proporsi secara rata-rata yaitu 62,6 dengan ketegori rendah. Hasil pengamatan siklus I mendapatkan tingkat keberhasilan rendah namun ada peningkatan dari pra siklus ke siklus I. Tetapi dapat dikatakan belum berhasil karena mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan oleh peneliti. Keberhasilan pada siklus I diperbaiki pada siklus II untuk mencapai keberhasilan indikator yang telah ditetapkan oleh peneliti. Pengamatan hasil belajar siswa pada siklus II dalam pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Quizizz dilaksanakan pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Observasi ini dilakukan dengan tujuan mengetahui sejauh mana peran siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Quizizz pada kelas VB SDN 24 Pontianak Kota.

Baca Juga: Mahasiswa PKM-KKN UIN Raden Fatah Palembang Uji Coba Aplikasi Digital Berbasis Quizziz sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa SD melalui Media Interaktif Quizizz pada Siswa Kelas IV SDN 46 Pagar Alam

3. Siklus II

A. Perencanaan

Berdasarkan hasil refleksi siklus I, peneliti menyusun perbaikan pembelajaran untuk siklus II. Kegiatan yang dilakukan meliputi:

  • Merevisi modul ajar dan skenario pembelajaran;
  • Menyusun masalah yang lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan siswa;
  • Mengoptimalkan pelaksanaan diskusi kelompok;
  • Menyiapkan Quizizz Paper Mode menggunakan barcode;
  • Menyusun instrumen evaluasi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran;
  • Menyiapkan lembar observasi aktivitas guru dan siswa.

B. Pelaksanaan

Pelaksanaan tindakan pada siklus II tetap menggunakan model Problem Based Learning. Guru menyajikan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan meminta siswa berdiskusi untuk menemukan solusi terhadap masalah tersebut. Siswa terlihat lebih aktif dalam bertukar pendapat dan bekerja sama selama proses diskusi berlangsung.

Pada tahap evaluasi, guru menggunakan Quizizz Paper Mode yang telah dilengkapi barcode. Setiap siswa memperoleh lembar jawaban masing-masing sehingga dapat mengerjakan soal secara mandiri. Penggunaan barcode memudahkan siswa dalam menjawab soal dan memungkinkan guru memperoleh hasil evaluasi secara lebih cepat dan akurat. Kegiatan pembelajaran ditutup dengan presentasi hasil diskusi, penyimpulan materi, serta refleksi bersama mengenai pembelajaran yang telah dilaksanakan.

C. Observasi dan Evaluasi

Berdasarkan hasil observasi, aktivitas belajar siswa pada siklus II mengalami peningkatan yang lebih baik dibandingkan siklus I. Siswa terlihat lebih fokus mengikuti pembelajaran dan lebih aktif dalam kegiatan diskusi kelompok. Penggunaan Quizizz Paper Mode membuat seluruh siswa dapat berpartisipasi secara langsung dalam proses evaluasi. Tidak ada lagi siswa yang mengalami kesulitan melihat tampilan soal karena setiap siswa memiliki akses terhadap soal yang diberikan.

Hasil observasi rekan sejawat menunjukkan bahwa penggunaan Quizizz mode barcode lebih efektif dibandingkan penggunaan Quizizz melalui proyektor. Media tersebut mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara individual, memudahkan guru dalam pelaksanaan evaluasi, serta menciptakan suasana pembelajaran yang lebih tertib dan kondusif. Selain itu, siswa terlihat lebih percaya diri dalam menjawab soal karena dapat mengerjakannya secara mandiri. Antusiasme siswa selama pembelajaran juga meningkat, yang terlihat dari keaktifan mereka dalam diskusi dan kegiatan pemecahan masalah.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa meningkat menjadi 88% dengan nilai rata-rata kelas sebesar 86,5. Hasil tersebut telah melampaui indikator keberhasilan penelitian yang ditetapkan.

Baca Juga: Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Pancasila melalui Penerapan Model Example Non Example dan Pengembangan Buku Mini Berbasis Kolaborasi pada Siswa Kelas IV SD Negeri Wonosari 02

D. Refleksi

Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi pada siklus II, tindakan yang dilakukan dinyatakan berhasil meningkatkan hasil belajar siswa. Penerapan model Problem Based Learning mampu mendorong siswa untuk lebih aktif dalam berpikir kritis, bekerja sama, dan memecahkan masalah. Sementara itu, penggunaan Quizizz Paper Mode terbukti dapat meningkatkan partisipasi siswa secara individual dan mengatasi berbagai kendala yang ditemukan pada siklus I. Peningkatan hasil belajar dari pra siklus hingga siklus II menunjukkan bahwa tindakan yang dilakukan telah memberikan dampak positif terhadap proses dan hasil pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian dihentikan pada siklus II karena indikator keberhasilan telah tercapai.

Gambar 2. Diagram Persentase Hasil Belajar Siswa Siklus II.

Pengamatan hasil belajar dalam penerapan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Quizizz pada siklus II diperoleh proporsi secara rata-rata yaitu 86,5 dengan tingkat keberhasilan tinggi. Berdasarkan indikator keberhasilan yang ditemukan oleh peneliti yaitu minimal 75 dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan media Quizizz yang diterapkan dalam pembelajaran, maka pembelajaran dikatakan berhasil karena sudah mencapai indikator yang telah ditentukan. Peningkatan hasil belajar peserta didik dapat dilihat dari ketuntasan belajar dengan kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan adalah 75. Terbukti pada hasil tes awal pada saat pra siklus, yaitu 19%. Meningkat pada hasil tes siklus I ketuntasan mencapai 46% dan pada siklus ke II mencapai 88%.

Berdasarkan diagram peningkatan hasil belajar siswa di atas, peningkatan bisa terlihat dengan selisih hasil dari sebelum PTK sampai ke siklus I rata-rata siswa yaitu 74,6 dan dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan dengan rata-rata siswa yaitu 86,5 dengan kategori tinggi. Demikian pula berdasarkan hasil penelitian bahwa penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menggunakan media Quizizz dapat meningkatkan hasil belajar pada siswa Kelas V di SDN 24 Pontianak Kota.

Hal ini sejalan dengan penelitian Wiradana et al., (2025) yang menyatakan bahwa Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dengan bantuan Chromebook dan Quizizz di kelas 5 SD Negeri Celukan Bawang terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia tentang materi majas. PBL memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna melalui pemecahan masalah,sementara Chromebook dan Quizizz menambah daya tarik serta kemudahan dalam proses pembelajaran. Temuan serupa juga dikemukakan oleh Nurfuady & Prastiwi (2025) yang menunjukkan bahwa penggunaan Quizizz sebagai assessment as learning mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan, ditunjukkan oleh peningkatan nilai yang cukup tinggi. Berbagai hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa.

Peningkatan hasil belajar siswa dalam penelitian ini tidak terlepas dari peran Quizizz sebagai media pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan interaktif. Integrasi teknologi melalui Quizizz dalam pembelajaran dapat meningkatkan interaktivitas dan keterlibatan siswa (Rahayu et al., 2025). Platform ini menyediakan tes interaktif dan umpan balik langsung, yang membantu guru menilai pemahaman siswa secara real-time serta menyesuaikan strategi pengajaran. Selain itu, unsur permainan (gamification) yang terdapat dalam quizizz menjadikan proses pembelajaran lebih menyenangkan, kompetitif, dan tidak membosankan sehingga mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Haura Bilqis et al., (2026) juga menyatakan bahwa penggunaan Quizizz dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, menarik, dan berpusat pada siswa, sehingga memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar.

Hasil penelitian ini juga didukung oleh berbagai penelitian terdahulu yang mengombinasikan model Problem Based Learning dengan media Quizizz mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Saputro et al., (2024) menunjukkan bahwa dari penelitian tindakan kelas dengan menerapkan model PBL berbantuan media Quizizz mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas V B pada mata pelajaran IPAS di SDI Al Madina Semarang. Selanjutnya penelitian yang dilakukan oleh (Ilham Akbar Perdana et al., 2025) menunjukkan bahwa penerapan media Quizizz dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi zat dan perubahan kelas V SDN 2 Mlorah. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Kanastren et al., (2023) memperkuat temuan tersebut dengan menunjukkan bahwa penerapan model PBL berbantuan Quizizz memberikan peningkatan yang signifikan dari siklus 1 ke siklus 2 terhadap hasil belajar siswa. Kesamaan hasil dari berbagai penelitian tersebut menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning berbantuan media Quizizz merupakan strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

Baca Juga: Penguatan Dasar Perpajakan sebagai Langkah Menuju Keberhasilan UTS

Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media interaktif Quizizz mampu meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SDN 24 Pontianak Kota. Peningkatan hasil belajar terlihat dari persentase ketuntasan siswa yang mengalami kenaikan pada setiap siklus, yaitu dari pra siklus sebesar 19%, meningkat menjadi 46% pada siklus I, dan mencapai 88% pada siklus II. Selain itu, penggunaan model PBL berbantuan Quizizz juga membuat proses pembelajaran menjadi lebih aktif, interaktif, menarik, dan menyenangkan sehingga siswa lebih antusias, termotivasi, serta mudah memahami materi pembelajaran. Dengan demikian, model Problem Based Learning berbantuan media Quizizz dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS di sekolah dasar.


Penulis:
1. Ayu Rizka Putri Utami
2. Cindy Fazira
3. K. Jeanne Oktaviani
4. Rien Rizki Ananda
5. Wenny Safitri
6. Zurhaida
Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Tanjungpura


Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi


Daftar Pustaka

Adrias, A., Anihsa, A., Amelia, C., & Syam, S. S. (n.d.). Strategi Pembelajaran IPA yang Menarik untuk Siswa SD di Era Digital. Jurnal Matematika Dan Ilmu Pengelatuan Alam, 3(1), 107–112. https://doi.org/10.59581/konstanta-widyakarya.v3i1.4849

Anwar, K., & Jurotun, J. (2019). Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa SMA Pada Dimensi Tiga Melalui Model Pembelajaran PBL Berbantuan Alat Peraga. Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, 10(1). https://doi.org/10.15294/kreano.v10i1.19366

Bahriah, E. S., Dewi, L. U., & Irwandi, D. (2021). Pengaruh Media Penilaian Formatif Online Quizizz Terhadap Hasil Belajar Siswa Materi Sistem Periodik Unsur. JRPK: Jurnal Riset Pendidikan Kimia, 11(1), 19–26. https://doi.org/10.21009/jrpk.111.04

Hasanah, M. N., Sholihah, R. S., & Habibah, T. (2025). MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA SD DALAM PELAJARAN IPAS MENGGUNAKAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL. Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa, 3(1), 34–41. https://doi.org/10.61722/jipm.v3i%601.663

Haura Bilqis, A., Ayu, H. S., & Ayu, W. S. (2026). PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS QUIZIZZ DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA. Jurnal Pendidikan Bangsa, 1(1). https://epropublisher.org/index.php/jpb

Ilham Akbar Perdana, M., Dewi Puspitasari, Y., Pendidikan IPA, P., & PGRI Nganjuk, S. (2025). PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN QUIZIZ UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI ZAT DAN PERUBAHAN KELAS V SDN 2 MLORAH. Eduproxima: Jurnal Ilmiah Guruan IPA, Vol.7 No.3, 1476–1484. http://jurnal.stkippgritulungagung.ac.id/index.php/eduproxima

Jallalil Adha, M., Aryani, Z., Satria Ardi, R., Husni, Y., & Guru Sekolah Dasar STKIP Widyaswara Indonesia, P. (2025). Volume 3 ; Nomor 1. Januari, 325–331. https://doi.org/10.59435/gjmi.v3i1.1251

Kadek Ayu Widyawati, N., & Nyoman Sudana, D. (2020). Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Model Pembelajaran Examples Non Examples Berbantuan Media Power Point. JP2, 3(3), 473–482.

Kanastren, O. R., Andriani, A. E., & Setyawati, M. U. (2023). PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN QUIZIZ UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PPKN SISWA KELAS V. Kreatif Jurnal Kependidikan Dasar, 14(1). https://journal.unnes.ac.id/journals/kreatif

Khoerun Nisa, M., Permana, J., & Hendrayana, S. (n.d.). PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA APLIKASI QUIZIZZ TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS PADA PESERTA DIDIK KELAS III SEKOLAH DASAR. Retrieved https://journal.hasbaedukasi.co.id/index.php/jurmie

Nurfuady, A., & Prastiwi, M. S. (2025). EFEKTIVITAS QUIZIZZ SEBAGAI APLIKASI ASSESSMENT AS LEARNING UNTUK PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI ANIMALIA. Berkala Ilmiah Pendidikan Biologi, 14(2), 286–291. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/bioedu

Rahayu, M. D., Zuhri, M. S., Ariyanto, L., & Wibawa, A. (2025). Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Quizizz dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika. Proximal: Jurnal Penelitian Matematika Dan Pendidikan Matematika, 8(1), 198–205. https://doi.org/10.30605/proximal.v8i1.4433

Rahman, S. (2021). PENTINGNYA MOTIVASI BELAJAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR. PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN DASAR.

Ramatika, Z. W. P., Rulviana, V., & Sumarni. (2019). Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Jawa Materi Cerita Wayang Melalui Penggunaan Media Quizizzz Paper Mode Di Kelas V Sdn Kartoharjo 02. Journal of Chemical Information and Modeling, 15(2).

Saputro, W. A., Wijayanti, A., & Abdullah, K. (2024). Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas Vb SDI Al Madina Dengan Menggunakan Model Pbl Berbantuan Media Quiziz. Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru, 405–413.

Susanto, F. S., & Airlanda, G. S. (2023). Efektivitas Model Problem Based Learning dan Problem Solving untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Pembelajaran IPAS. Jurnal Basicedu, 7(6), 3646–3653. https://doi.org/10.31004/basicedu.v7i6.6353

Wahyu Winasih, E., Malawi, I., & Kunci, K. (2023). PENERAPAN METODE PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS IX SMPN 4 KARANG ANYAR TAHUN PELAJARAN 2021/2022. Journal of Scientech Research and Development, 5(1). https://idm.or.id/JSCR/index.php/JSCR

Wiradana, M., Ketut Sudarsana, I., Putu, N., Dewi, C. P., Program, S., Pendidikan, G., Sekolah, D., Program, P., Tinggi, S., Hindu, A., Mpu, N., & Singaraja, K. (2025). PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN CHROMEBOOK DAN QUIZIZZ UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 SD NEGERI CELUKAN BAWANG. Suluh Pendidikan: Jurnal Ilmu-Ilmu Pendidikan.

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses