Purwakarta, MMI – Di tengah derasnya arus transformasi digital yang melanda dunia pendidikan, seorang dosen muda dari Politeknik Jatiluhur tampil membawa warna baru di pentas akademik internasional. Novasa Adiyani, pengajar Program Studi Pariwisata yang dikenal atas dedikasi dan semangat risetnya, berhasil mempresentasikan hasil penelitiannya di hadapan peserta International Conference on Teaching and Learning (ICTL) 2026. Forum bergengsi ini mempertemukan para akademisi, pendidik, dan peneliti dari berbagai penjuru dunia.
Penelitian yang dibawakan Novasa mengangkat tema yang sangat relevan dengan kebutuhan zaman: bagaimana mahasiswa program Tourism memandang dan memanfaatkan ChatGPT sebagai alat bantu dalam proses pembelajaran mereka. Sebuah pertanyaan sederhana, namun jawabannya ternyata menyimpan kompleksitas yang menarik untuk diurai.
Mengenal ICTL 2026: Forum Internasional Bergengsi di Bidang Pendidikan
ICTL 2026 merupakan salah satu forum akademik paling prestisius yang secara khusus mempertemukan para akademisi, peneliti, praktisi pendidikan, dan pakar kebijakan pembelajaran dari berbagai negara. Konferensi ini menjadi ruang strategis bagi para pendidik untuk berbagi temuan riset terkini, mendiskusikan inovasi metode pengajaran, serta merumuskan arah pengembangan pendidikan global yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pada penyelenggaraan tahun 2026 ini, ICTL kembali menghadirkan rangkaian sesi presentasi ilmiah, panel diskusi, dan lokakarya yang melibatkan ratusan praktisi pendidikan dari berbagai negara, seperti Indonesia, Australia, Korea Selatan, Finlandia, Malaysia, Jepang, hingga Pakistan. Forum internasional seperti ICTL memiliki peran strategis dalam mendorong kolaborasi lintas batas, memperkuat jaringan akademik global, serta mempercepat adopsi praktik pembelajaran terbaik yang relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Karya Ilmiah Unggulan: Memahami Persepsi Mahasiswa Tourism terhadap ChatGPT

Dalam konferensi tersebut, Novasa Adiyani mempresentasikan hasil penelitiannya yang mengkaji secara mendalam persepsi mahasiswa Program Studi Tourism Politeknik Jatiluhur terhadap penggunaan ChatGPT sebagai alat bantu pembelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini hadir di tengah meningkatnya adopsi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan, khususnya di lingkungan perguruan tinggi vokasi.
Baca juga: Menghadapi Penggunaan Teknologi ChatGPT Basis AI dalam Dunia Pendidikan Tinggi di Indonesia
Melalui pendekatan metodologi yang terstruktur, riset ini menggali bagaimana mahasiswa mempersepsikan manfaat, kemudahan penggunaan, serta potensi dan keterbatasan ChatGPT dalam mendukung kemampuan komunikasi berbahasa Inggris mereka. Kompetensi ini sangat krusial bagi lulusan di bidang pariwisata yang akan berhadapan langsung dengan interaksi lintas budaya dan bahasa.
Temuan penelitian ini memberikan perspektif berharga bagi para pendidik dalam merancang strategi pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi AI secara bijak dan efektif. Lebih dari sekadar mengadopsi teknologi baru, penelitian ini mendorong refleksi kritis tentang bagaimana AI dapat menjadi mitra pembelajaran yang memperkuat—bukan menggantikan—peran dosen serta proses pendidikan yang humanis.
Membawa Nama Politeknik Jatiluhur ke Pentas Dunia
Keikutsertaan Novasa Adiyani, dosen bahasa Inggris Politeknik Jatiluhur, dalam ICTL 2026 bukan sekadar pencapaian individual, melainkan cerminan nyata dari komitmen institusi dalam mendorong budaya riset yang dinamis dan berorientasi global. Tampil sebagai presenter di konferensi internasional merupakan pengakuan atas kualitas akademik dan relevansi karya ilmiah yang dihasilkan. Hal ini membuktikan bahwa dosen dari perguruan tinggi vokasi di Purwakarta mampu bersaing dan berkontribusi di forum bergengsi bersama akademisi dari institusi terkemuka dunia.
Prestasi ini turut memperkuat reputasi Politeknik Jatiluhur sebagai institusi pendidikan vokasi yang tidak hanya unggul dalam aspek praktis dan keahlian terapan, tetapi juga aktif dalam pengembangan pengetahuan melalui riset dan publikasi ilmiah internasional. Hal ini sejalan dengan visi institusi untuk mencetak lulusan yang kompeten, berwawasan luas, dan siap bersaing di pasar global.
Baca juga: Revolusi Pendidikan Vokasi: Modifikasi On Job Training (OJT) Bertingkat pada Jurusan Farmasi SMK
Melangkah Maju: Inovasi, Kolaborasi, dan Pendidikan Berkelas Dunia
Partisipasi aktif dalam ICTL 2026 merupakan bagian dari langkah strategis Politeknik Jatiluhur dalam membangun ekosistem akademik yang sehat, kolaboratif, dan berdaya saing global. Ke depan, institusi ini berkomitmen untuk terus memfasilitasi serta mendorong dosen dan mahasiswanya agar aktif terlibat dalam riset, publikasi ilmiah, dan pertukaran pengetahuan di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan semangat inovasi yang tak pernah padam, Politeknik Jatiluhur terus melangkah maju guna membuktikan bahwa kualitas dan prestasi tidak mengenal batas wilayah. Pendidikan vokasi Indonesia kini layak berdiri tegak di panggung akademik dunia.
Tentang Politeknik Jatiluhur
Politeknik Jatiluhur adalah perguruan tinggi vokasi di Purwakarta, Jawa Barat, yang berkomitmen menghasilkan lulusan profesional, kompeten, dan berdaya saing tinggi. Dengan berbagai program studi unggulan—termasuk pariwisata, teknologi, dan bisnis—Politeknik Jatiluhur terus berinovasi menghadirkan pendidikan berkualitas yang relevan dengan kebutuhan industri. Institusi ini aktif mendorong budaya riset dan kolaborasi internasional demi mewujudkan visi pendidikan Indonesia yang berdaya saing di era modern.
Penulis:
Roni
Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital, Politeknik Jatiluhur
Arun Arasid
Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital, Politeknik Jatiluhur
Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













