Lima mahasiswa Universitas Pancasila berhasil menorehkan prestasi melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) 2025 dengan menghadirkan produk inovatif berbasis ramah lingkungan. Produk tersebut diberi nama Sejatea, teh herbal yang memanfaatkan limbah kulit pisang dan kulit jeruk sebagai bahan utamanya, dipadukan dengan aroma serai yang menenangkan.
Inovasi ini lahir dari kepedulian tim terhadap tingginya permasalahan limbah organik di masyarakat, khususnya di daerah perkotaan seperti Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Minimnya edukasi tentang manfaat kulit buah juga menjadi alasan kuat bagi tim untuk melakukan penelitian dan eksperimen.
Hasilnya, kelima anggota tim berhasil menemukan potensi kandungan bioaktif pada kulit buah yang kaya akan antioksidan dan senyawa aktif. Kandungan tersebut berperan penting dalam menangkal radikal bebas serta mendukung kesehatan tubuh, sementara tambahan serai memberikan efek relaksasi dan kesegaran alami.
PKM sendiri merupakan sebuah program yang diinisiasi oleh Ditjen Diktiristek yang bertujuan memfasilitasi potensi mahasiswa Indonesia untuk meneliti, mengembangkan, serta menerapkan ilmu dan teknologi kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis, inovatif, dan menghasilkan karya nyata yang bermanfaat bagi lingkungan maupun masyarakat luas.
Tim Sejatea dipimpin oleh Zevanka Mardiva (S1 Akuntansi), dengan anggota Aprillia Sabela (S1 Akuntansi), Selvia Maharani Putri (S1 Akuntansi), Zahirah Banu Kashmeer (S1 Akuntansi), dan Andi Syahrani (S1 Manajemen). Setiap anggota memiliki perannya masing-masing, diantaranya Zevanka yang bertugas untuk mengoordinasikan jalannya program, Aprillia mengatur keuangan, Selvia menangani produksi dan mutu produk, Zahirah fokus pada desain, konten, serta promosi digital, sementara Andi bertanggung jawab atas media sosial dan strategi pemasaran.
Menurut Zevanka, ide Sejatea lahir dari kebiasaan masyarakat yang hanya mengonsumsi daging buah dan membuang kulitnya tanpa pengolahan lebih lanjut. “Padahal, limbah seperti kulit buah yang dianggap tidak bernilai ini bisa diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai tinggi,” jelasnya.
Sejatea dikembangkan dengan mengusung prinsip zero waste, mulai dari pemanfaatan limbah organik hingga penggunaan kemasan ramah lingkungan yang dapat didaur ulang. Melalui inovasi ini, Universitas Pancasila menegaskan komitmennya dalam mendukung kreativitas mahasiswa sekaligus mencetak generasi muda yang peduli terhadap isu lingkungan.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, Sejatea diharapkan menjadi salah satu produk inovasi mahasiswa yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas serta dapat berkompetisi di tingkat nasional hingga internasional.
Penulis: Danzel Natalius
Mahasiswa S1 Akuntansi, Universitas Pancasila
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













