Pembukuan digital UMKM menjadi salah satu faktor penting agar usaha kecil dapat berkembang secara profesional. Banyak pelaku UMKM masih berfokus pada peningkatan penjualan, padahal pencatatan keuangan yang rapi merupakan dasar dalam mengambil keputusan bisnis.
Masih banyak pelaku usaha yang mencampurkan uang pribadi dengan uang usaha, tidak mencatat transaksi harian, bahkan hanya mengandalkan ingatan untuk mengetahui keuntungan bisnisnya. Kondisi ini membuat pelaku UMKM kesulitan mengetahui kondisi keuangan yang sebenarnya dan menyulitkan mereka ketika ingin mengembangkan usaha atau mengajukan pembiayaan ke lembaga keuangan.
Melihat kondisi tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melaksanakan program Pembukuan Digital UMKM. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam mengelola keuangan melalui pemanfaatan aplikasi pembukuan digital yang mudah digunakan.
Kegiatan tidak hanya berupa penyampaian teori, tetapi juga praktik langsung menggunakan aplikasi pembukuan digital pada telepon pintar peserta. Selain itu, peserta mendapatkan pendampingan agar mampu menerapkan pembukuan digital secara mandiri dalam kegiatan usahanya.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan yang baik. Pemahaman peserta tentang pengelolaan keuangan meningkat dari angka 55 pada ujian awal menjadi 85 pada ujian akhir, atau naik sebesar 54,5%. Peningkatan ini membuktikan bahwa metode pembelajaran yang menggabungkan pendidikan, praktik langsung, dan bimbingan dapat membantu para pelaku usaha memahami pentingnya pembukuan digital.
Selain meningkatkan kemampuan dalam mencatat keuangan, penggunaan aplikasi pembukuan digital juga memberikan manfaat nyata. Pelaku usaha lebih mudah memantau uang masuk dan keluar, dapat mengetahui keuntungan usaha dengan lebih tepat, serta dapat membuat laporan keuangan yang lebih rapi dan jelas.
Laporan ini juga dapat menjadi dokumen pendukung saat mereka ingin mengajukan pinjaman atau modal usaha ke bank atau lembaga keuangan lainnya.
Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa digitalisasi bukan hanya dapat dilakukan oleh perusahaan besar. Pelaku UMKM juga dapat beradaptasi dengan teknologi jika diberi bimbingan yang tepat. Kemudahan penggunaan aplikasi serta manfaat yang terlihat langsung menjadi alasan utama mengapa pelaku usaha beralih dari pencatatan manual ke sistem digital.
Pada akhirnya, perubahan UMKM tidak selalu dimulai dari tambahan modal atau perluasan pasar. Langkah kecil seperti mulai membiasakan diri melakukan pembukuan digital dapat menjadi dasar penting dalam menciptakan usaha yang lebih profesional, jelas, dan mampu bertahan lama.
Ketika pelaku UMKM memahami dengan baik kondisi keuangan usahanya, mereka akan lebih siap mengambil keputusan bisnis yang tepat dan membawa usaha mereka ke tingkat yang lebih baik.
Baca Juga: Mahasiswa KKN Tim 1 Undip Berikan Pelatihan Pembukuan Digital untuk UMKM
Kesimpulan
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tentang Pembukuan Digital UMKM ini sangat membantu para pelaku usaha dalam mengelola keuangan mereka dengan lebih baik. Misalnya, nilai pemahaman peserta meningkat dari 55 menjadi 85, atau naik sebesar 54,5 persen setelah mereka mengikuti pelatihan dan pendampingan.
Dengan menggunakan aplikasi pembukuan digital, pelaku UMKM dapat mencatat transaksi dengan mudah, memantau arus kas, mengetahui keuntungan usaha mereka secara akurat, serta membuat laporan keuangan yang lebih rapi dan sistematis.
Program ini membuktikan bahwa dengan memanfaatkan teknologi digital serta edukasi dan pendampingan yang tepat, UMKM dapat menjadi lebih profesional. Mereka akan lebih siap mengambil keputusan bisnis yang lebih baik dan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang serta mendapatkan akses pembiayaan di masa depan.
Penulis:
1. Azzahra Qurrota’ayun (251011200665)
2. Fitri Ramadani (251011200618)
3. Wan Erliana Nona (251011200626)
4. Yeni Lestari (251011201594)
Mahasiswa Akuntansi Universitas Pamulang (UNPAM)
Dosen Pengampu: Rananda Septanta, S.E., M.Ak.
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














