UMKM Sijunjung Tumbuh dari Kesederhanaan, Mahasiswa KKN UNP Angkat Kisah Inspiratif Pelaku Usaha Lokal

UMKM Sijunjung
Peserta mengikuti kegiatan sosialisasi dan edukasi pengembangan UMKM Nagari Guguak yang menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN UNP mendukung pengembangan potensi usaha masyarakat. (Foto: Dok. Penulis)

Sijunjung, MMI – Di tengah pesatnya perkembangan dunia usaha, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tetap menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat. Di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, berbagai usaha lokal tumbuh dari kesederhanaan dengan semangat kerja keras dan ketekunan para pelakunya.

Kisah-kisah inspiratif tersebut berhasil dihimpun oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) melalui kegiatan wawancara langsung bersama para pelaku UMKM sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendokumentasikan perjalanan para pelaku usaha sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Dari hasil wawancara, mahasiswa menemukan bahwa setiap UMKM memiliki cerita perjuangan yang berbeda, tetapi dipersatukan oleh semangat yang sama, yakni keberanian memulai usaha dari keterbatasan.

Salah satu pelaku usaha yang diwawancarai adalah Nia, pemilik Warung Regina & Maharani, sebuah usaha makanan dan minuman yang mulai beroperasi pada tahun 2025.

Usaha tersebut lahir dari keinginannya membantu perekonomian keluarga dengan memanfaatkan kemampuan memasak yang telah dimiliki sejak lama.

Menurut Nia, memilih membuka usaha di dekat rumah memberikan banyak keuntungan karena memudahkan dirinya mengelola usaha sekaligus tetap dekat dengan keluarga.

Hingga saat ini, usahanya berjalan dengan baik dan belum mengalami kendala yang berarti.

UMKM Sijunjung
Mahasiswa KKN UNP melakukan wawancara langsung dengan pelaku UMKM sebagai bagian dari kegiatan pendokumentasian kisah dan perjalanan usaha lokal di Kabupaten Sijunjung. (Foto: Dok. Penulis)

“Harapan saya, usaha ini terus berkembang dan semakin dikenal oleh banyak orang,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Nia juga memberikan motivasi kepada generasi muda agar tetap bersemangat dalam membangun usaha dan tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan.

Semangat wirausaha juga ditunjukkan oleh Farlan, remaja berusia 17 tahun yang dipercaya mengelola Kedai Bu Mira.

Berawal dari sebuah warung kayu sederhana yang hanya menjual kopi, kini usaha tersebut berkembang menjadi warung harian yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat serta aneka makanan ringan.

Farlan menceritakan bahwa perkembangan usaha terjadi secara bertahap berkat kerja keras keluarga dan kepercayaan pelanggan. Ia mengaku tidak pernah menyangka usaha yang awalnya kecil dapat berkembang seperti sekarang.

Baginya, usia muda bukan alasan untuk takut memulai usaha. Justru, masa muda adalah waktu terbaik untuk belajar dari kegagalan.

“Muda itu waktunya jatuh bangun, bukan untuk rebahan terus. Gagal sekarang, biar menangnya nanti,” ujar Farlan.

Di bidang jasa, Rumah Jahit Adifa yang dimiliki Ulfa Desriani juga menjadi contoh bagaimana keterampilan dapat menjadi sumber penghasilan.

Lulusan SMK Negeri 1 Sijunjung tersebut mengembangkan usaha jasa menjahit, permak pakaian, hingga bordir sambil melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Menurut Ulfa, bekerja di bidang fashion memberikan fleksibilitas waktu sekaligus peluang usaha yang menjanjikan.

Dengan kemampuan yang dimiliki, seseorang dapat menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri tanpa bergantung pada pekerjaan formal.

Sementara itu, kisah inspiratif lainnya datang dari Dewi, pemilik Zahara Beauty. Usaha kosmetik tersebut dirintis hanya dengan modal sebesar Rp250.000.

UMKM Sijunjung
Mahasiswa KKN UNP melakukan wawancara langsung dengan pelaku UMKM sebagai bagian dari kegiatan pendokumentasian kisah dan perjalanan usaha lokal di Kabupaten Sijunjung. (Foto: Dok. Penulis)

Sebelum membuka toko sendiri, Ibu Dewi memasarkan produknya secara langsung dari rumah ke rumah.

Ia mengaku pernah mengalami kegagalan dalam usaha sebelumnya. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga hingga akhirnya berhasil membangun Zahara Beauty seperti sekarang.

Meskipun lokasi usahanya berada di kawasan pedesaan sehingga jumlah pelanggan tidak selalu ramai, Ibu Dewi tetap optimistis untuk terus mengembangkan usahanya.

“Modal kecil bukan penghalang untuk memulai usaha. Yang terpenting adalah niat, tekad, semangat, dan keberanian memulai,” tuturnya.

Dari keempat kisah tersebut terlihat bahwa keberhasilan sebuah UMKM tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga oleh ketekunan, kreativitas, serta konsistensi dalam menjalankan usaha.

UMKM Sijunjung
Kegiatan sosialisasi dan edukasi pengembangan UMKM Nagari Guguak yang diikuti oleh mahasiswa KKN UNP bersama pelaku usaha dan masyarakat setempat. (Foto: Dok. Penulis)

UMKM juga memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, membuka lapangan pekerjaan, dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat di tingkat desa.

Melalui program KKN, mahasiswa Universitas Negeri Padang tidak hanya menjalankan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam mendokumentasikan praktik baik (best practice) yang dimiliki masyarakat.

UMKM Sijunjung
Mahasiswa KKN UNP menyampaikan materi dalam kegiatan sosialisasi dan edukasi pengembangan UMKM Nagari Guguak untuk mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha lokal. (Foto: Dok. Penulis)

Publikasi ini diharapkan mampu memperkenalkan potensi UMKM Kabupaten Sijunjung kepada masyarakat luas sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani berwirausaha.

 


Penulis: Tim KKN UNP Nagari Guguak Koto VII Sijunjung 2026 Periode Juli-Agustus
Mahasiswa Universitas Negeri Padang


Dosen Pengampu: Dr. Irdawati, M.Si.


Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses