Upgrade Pikiranmu, Upgrade Kariermu: Growth Mindset di Dunia Kerja

Growth mindset

“Kemampuan seseorang bukanlah sesuatu yang statis, melainkan dapat terus berkembang melalui usaha, strategi yang tepat, dan kemauan untuk belajar dari kesalahan. Individu yang memiliki pola pikir berkembang akan melihat tantangan sebagai peluang untuk meningkatkan kapasitas diri, bukan sebagai ancaman.” — Carol S. Dweck

Grow or Go: Mindset yang Bikin Kamu Bertahan di Persaingan Global

Di tengah arus globalisasi yang ditandai dengan kompetisi bisnis yang semakin intens, perusahaan dituntut untuk memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Kualitas tersebut tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis yang relevan dengan pekerjaan, tetapi juga mencakup aspek integritas, profesionalisme, serta ketahanan dalam menghadapi berbagai tekanan.

Kehadiran karyawan yang unggul berperan penting dalam mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi, sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam menghadapi persaingan. Selain itu, kontribusi karyawan yang berkualitas juga terlihat dalam pencapaian tujuan jangka panjang organisasi serta pembentukan lingkungan kerja yang positif. Tanpa dukungan sumber daya manusia yang kompeten dan andal, organisasi akan kesulitan untuk beroperasi secara optimal (Aurellia et al., 2024).

Kecerdasan dan kemampuan individu bukanlah sesuatu yang menetap, melainkan dapat terus ditingkatkan melalui proses belajar yang melibatkan usaha, penerapan strategi yang efektif, serta pemanfaatan umpan balik. Individu yang memiliki growth mindset cenderung memandang situasi menantang sebagai sarana untuk mengembangkan diri, bukan sebagai ancaman yang dapat merusak penilaian terhadap kemampuan mereka.

Sebaliknya, individu dengan fixed mindset beranggapan bahwa kemampuan sudah ditentukan sejak awal sehingga mereka cenderung menghindari tantangan dan lebih mudah menyerah ketika menghadapi hambatan. Dalam konteks organisasi, karyawan yang memiliki growth mindset umumnya lebih tangguh, memiliki dorongan belajar yang kuat, serta mampu menyesuaikan diri dengan perubahan secara lebih efektif (Kusumawati et al., 2025).

Growth Mindset yang Membentuk Karyawan Unggul

Tinggi rendahnya keberhasilan suatu organisasi tidak lepas dari kualitas kinerja karyawannya. Hal ini menunjukkan bahwa upaya untuk memantau sekaligus meningkatkan performa setiap individu dalam tim menjadi aspek yang sangat krusial. Claro et al. (2016) mencirikan growth mindset dengan beberapa karakteristik utama sebagai berikut.

1. Keyakinan terhadap Kemampuan yang Dapat Berkembang (Malleability Belief)

Aspek ini menekankan pandangan bahwa kecerdasan, kemampuan, dan keterampilan bukanlah sesuatu yang tetap, melainkan dapat ditingkatkan melalui usaha yang berkelanjutan serta strategi yang tepat. Karyawan yang memiliki keyakinan ini cenderung lebih tahan menghadapi berbagai tantangan dan bersikap terbuka terhadap umpan balik maupun proses pelatihan.

2. Orientasi pada Proses Pembelajaran (Learning Orientation)

Individu dengan growth mindset umumnya didorong oleh motivasi internal untuk terus belajar, mencoba hal baru, dan mengembangkan inovasi. Fokus utama mereka bukan sekadar membuktikan kemampuan, melainkan memperluas kapasitas diri melalui berbagai pengalaman.

3. Sikap Konstruktif terhadap Tantangan dan Kegagalan (Challenge/Feedback Orientation)

Aspek ini berkaitan dengan bagaimana individu merespons kesulitan dan kritik yang diterima. Karyawan dengan growth mindset melihat tantangan sebagai kesempatan untuk berkembang dan memperbaiki diri. Umpan balik, termasuk yang bersifat negatif, tidak dihindari, tetapi dimanfaatkan sebagai bahan refleksi untuk peningkatan diri.

4. Konsistensi Usaha dan Ketekunan (Effort and Persistence)

Kepercayaan bahwa keberhasilan merupakan hasil dari usaha yang terus-menerus serta pembelajaran dari pengalaman menjadi ciri khas utama growth mindset. Individu dengan karakteristik ini mampu menunjukkan kegigihan yang tinggi, bahkan ketika dihadapkan pada berbagai hambatan.

5. Perilaku Proaktif dalam Pengembangan Diri (Growth-Oriented Behavior)

Selain memiliki keyakinan dan orientasi belajar, karyawan dengan growth mindset juga mengaktualisasikannya melalui tindakan nyata. Hal ini tercermin dari inisiatif dalam melakukan inovasi, menyesuaikan pekerjaan melalui job crafting, serta mencari pendekatan atau strategi baru guna meningkatkan kinerja.

Growth Mindset dan Kesiapan Kerja di Dunia Nyata

Growth mindset tidak hanya berperan dalam konteks akademik, tetapi juga memiliki pengaruh yang signifikan dalam pengembangan keterampilan kerja di dunia profesional. Individu dengan pola pikir berkembang cenderung lebih terbuka terhadap pengalaman baru, aktif mencari pembelajaran, serta mampu beradaptasi dengan tuntutan lingkungan kerja yang dinamis.

Hal ini membuat mereka lebih siap menghadapi tantangan, menerima umpan balik, dan terus meningkatkan kualitas diri. Dalam konteks organisasi, karakteristik tersebut menjadi penting karena perusahaan membutuhkan karyawan yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu berkembang secara berkelanjutan seiring perubahan zaman (Lim et al., 2020).

Sejalan dengan hal tersebut, penelitian menunjukkan bahwa pengalaman kerja yang terintegrasi dengan pembelajaran, seperti work-integrated learning, dapat meningkatkan berbagai keterampilan penting, seperti komunikasi, kerja tim, pemecahan masalah, dan adaptabilitas. Individu dengan growth mindset cenderung menunjukkan peningkatan yang lebih optimal karena mereka memandang tantangan sebagai bagian dari proses belajar (Puspitasari, 2023).

Selain itu, mereka juga dinilai lebih baik oleh supervisor, khususnya dalam aspek pengambilan keputusan dan pemecahan masalah. Namun demikian, mindset bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan, karena kualitas pengalaman kerja, dukungan lingkungan, serta integrasi antara teori dan praktik juga turut berperan dalam pengembangan keterampilan kerja (Lim et al., 2020).

Kualitas Pengalaman Kerja sebagai Faktor Penentu

Meskipun growth mindset berperan penting dalam membentuk cara individu belajar dan berkembang, faktor tersebut tidak berdiri sendiri. Pengembangan keterampilan profesional juga sangat dipengaruhi oleh konteks dan pengalaman nyata yang dialami individu di dunia kerja (Pool & Sewell, 2007).

Dalam hal ini, kualitas pengalaman kerja menjadi elemen kunci yang dapat memperkuat atau bahkan menghambat proses perkembangan tersebut.

Program pembelajaran berbasis kerja yang efektif tidak hanya sekadar memberikan pengalaman, tetapi harus mampu mengintegrasikan teori dengan praktik secara nyata (Caniëls et al., 2023). Lingkungan kerja yang autentik, adanya bimbingan dari supervisor, serta kesempatan untuk merefleksikan pengalaman kerja terbukti membantu individu dalam memahami dan mengembangkan kompetensi secara lebih mendalam.

Dengan demikian, pengalaman kerja yang dirancang secara terstruktur dan relevan dengan kebutuhan industri dapat meningkatkan kesiapan kerja individu, sekaligus memperkuat hasil pembelajaran yang diperoleh selama pendidikan (Pool & Sewell, 2007).

Referensi

Aurellia, P., Basaria, D., & Fahlevi, R. (2024). Pengaruh growth mindset terhadap employee resilience di unit Foods PT X. Jurnal Psikologi Prima, 7(1), 41–47. https://doi.org/10.34012/psychoprima.v7i1.5097.

Caniëls, M. C. J., Adamska, K. M., van Oortmerssen, L. A., & van Assen, M. F. (2023). Set your mind on it: The mediating role of mindset in the relationship between a learning-from-error climate and work-related flow. Current Psychology, 42(3), 2067–2076. https://doi.org/10.1007/s12144-021-01572-3.

Claro, S., Paunesku, D., & Dweck, C. S. (2016). Growth mindset tempers the effects of poverty on academic achievement. Psychological and Cognitive Sciences, 113(31), 8664–8668. https://doi.org/10.1073/pnas.1608207113.

Kusumawati, D., Nurrohmah, A. D., Finata, P. A., & Rizana, D. (2025). Pengaruh growth mindset terhadap kinerja karyawan: Systematic literature review. Jurnal Riset Manajemen, 3(4), 169–183. https://doi.org/10.54066/jurma.v3i4.3663.

Lim, M. S., Foo, Y. L., Yeo, M., Chan, C. Y. X., & Loh, H. T. (2020). Integrated work study program: Students’ growth mindset and perception of change in work-related skills. International Journal of Work-Integrated Learning, 21(2), 103–115. https://doi.org/10.25447/sit.24998186.

Pool, L. D., & Sewell, P. (2007). The key to employability: Developing a practical model of graduate employability. Education + Training, 49(4), 277–289. https://doi.org/10.1108/00400910710754435.

Puspitasari, I. (2023). Roles of mindset on the readiness to change of lecturers in West Java. Humanitas (Jurnal Psikologi), 7(2), 245–258. https://doi.org/10.28932/humanitas.v7i2.6215.


Penulis:
– Muhammad Fajar,
– Adelia Adisthyani
– Laila Meiliyandrie Indah Wardani
Mahasiswa Fakultas Psikologi, Universitas Mercu Buana


Dosen Pengampu: Laila Meiliyandrie Indah Wardani


Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses