Menjadi Manusia di Tengah Perkembangan Teknologi: Pentingnya Kecerdasan Emosional

Kecerdasan Emosional
Kecerdasan Emosional (Sumber: MMI)

Perkembangan teknologi semakin maju. Banyak kegiatan manusia yang berkaitan dengan teknologi dan hampir setiap kegiatan sehari-hari menggunakan teknologi, seperti belajar, bekerja, berkomunikasi, sampai mencari informasi.

Dengan adanya teknologi, berbagai kegiatan menjadi lebih mudah dan praktis. Menurut saya, perkembangan teknologi ini memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia karena dapat membuat berbagai aktivitas menjadi lebih praktis. Namun, di sisi lain, perkembangan teknologi juga dapat mengubah hubungan antarmanusia, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam interaksi yang dilakukan melalui teknologi.

 

Perubahan Komunikasi di Tengah Perkembangan Teknologi

Namun, kemudahan teknologi tidak selalu menjadikan hubungan antarmanusia menjadi lebih baik. Saat ini, komunikasi dapat dilakukan dengan lebih cepat melalui media sosial dan aplikasi perpesanan, sehingga pola komunikasi manusia juga mengalami perubahan (Xiao, 2018).

Hal ini menjadikan komunikasi lebih cepat dan mudah, tetapi terkadang dapat menimbulkan kesalahpahaman karena kita tidak bisa melihat ekspresi dan perasaan yang sebenarnya. Selain itu, seseorang menjadi lebih mudah menyampaikan sesuatu tanpa memikirkan dampaknya terhadap perasaan lawan bicara.

Di saat seperti ini, kecerdasan emosional penting bagi manusia untuk memahami diri sendiri dan manusia lainnya. Kecerdasan emosional bukan hanya tentang mengenali atau mengendalikan emosi, tetapi juga tentang memahami perasaan orang lain melalui tindakan atau perkataan. Hal ini penting karena perkembangan teknologi tidak seharusnya menjadikan manusia kehilangan empati dan kepeduliannya terhadap manusia lainnya.

 

Kecerdasan Emosional dalam Kehidupan Mahasiswa

Dalam kehidupan mahasiswa, kecerdasan emosional memiliki beberapa kemampuan yang penting, seperti mengenali emosi dalam diri sendiri, memahami perasaan orang lain, dan dapat berinteraksi dengan baik. Di dalam perkuliahan, mahasiswa memerlukan kemampuan kecerdasan emosional karena selain mengikuti kegiatan perkuliahan, mahasiswa juga harus berhubungan dan bekerja sama dengan mahasiswa atau orang lain.

Penelitian tentang kecerdasan emosional mahasiswa aktivis menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Meskipun begitu, masih ada beberapa hal yang harus dikembangkan, seperti kesadaran diri dan manajemen diri (Palupi & Barus, 2024).

Perkembangan teknologi menjadikan komunikasi lebih mudah, tetapi kemudahannya juga membutuhkan kecerdasan emosional. Di dalam media sosial, terkadang kita hanya melihat atau membaca tulisan tanpa tahu ekspresi dan keadaan orang yang sebenarnya. Karena itu, penting bagi setiap orang untuk berhati-hati dalam berkata dan tidak langsung mengambil kesimpulan dari apa yang baru dibaca.

Dengan kecerdasan emosional, seseorang dapat memahami keadaan orang lain dan berpikir dahulu sebelum memberikan tanggapan. Contohnya ada di lingkungan perkuliahan sendiri, yaitu saat mahasiswa mengerjakan tugas kelompok melalui grup.

Terkadang ada anggota kelompok yang lambat dalam membalas pesan. Keadaan tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman seolah-olah anggota tersebut tidak peduli atau tidak bertanggung jawab. Padahal, anggota tersebut mungkin sudah mengalami sesuatu yang tidak diketahui oleh anggota lainnya.

Dalam keadaan seperti ini, kecerdasan emosional diperlukan agar tidak mudah terbawa emosi, tetapi mencoba memahami keadaan sebelum memberikan tanggapan atau mengambil keputusan.

Dengan kecerdasan emosional, mahasiswa jadi lebih mudah menghadapi perbedaan dan masalah yang sedang terjadi dalam perkuliahan. Mahasiswa belajar untuk tidak langsung menilai orang lain hanya dari tindakan kecil atau yang terlihat saja, tetapi memahami keadaan terlebih dahulu.

Selain itu, kecerdasan emosional dapat menjadikan mahasiswa lebih mampu bekerja sama, berkomunikasi, dan menyelesaikan masalah tanpa memperbesar konflik yang terjadi. Hal ini juga menjadikan perkuliahan dapat berjalan dengan lebih baik dan nyaman.

Perkembangan teknologi seharusnya tidak membuat manusia lupa terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Teknologi memang membantu manusia dalam berkomunikasi dan berkegiatan, tetapi teknologi tidak dapat menggantikan rasa empati, kepedulian, juga pemahaman terhadap perasaan orang lain. Karena itu, manusia tetap perlu menjaga kemampuan untuk memahami dan menghargai manusia lainnya.

Kecerdasan emosional menjadi salah satu hal yang dapat membantu manusia tetap memiliki hubungan baik dengan orang lain di tengah berkembangnya teknologi.

Teknologi memang membantu dan memudahkan manusia dalam melakukan berbagai hal, tetapi terkadang manusia mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan dalam berinteraksi dengan orang lain. Dengan kecerdasan emosional, manusia dapat lebih menghargai, peduli, dan memiliki empati terhadap orang lain. Jadi, perkembangan teknologi seharusnya tetap diimbangi dengan kemampuan manusia dalam menjaga hubungan dan nilai-nilai kemanusiaan.


Penulis: Zulfania Lailatul Isti’anah
Mahasiswa Sistem Informasi, Universitas Siber Asia 


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi


Referensi

Palupi, G. E., & Barus, G. (2024). Menelisik kecerdasan emosional mahasiswa aktivis kampus. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan, 8(1), 108-115 https://doi.org/10.23887/jppp.v8i1.61434⁠

Xiao, A. (2018). Konsep interaksi sosial dalam komunikasi teknologi masyarakat. Jurnal Komunikasi, Media dan Informatika, 7(2), 94-99 https://doi.org/10.31504/komunika.v7i2.1486

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses