Takut Masa Depan? Memahami Career Anxiety pada Generasi Z

Career Anxiety pada Generasi Z
Career Anxiety pada Generasi Z (Sumber: MMI)

“Kecemasan dalam memilih karier muncul ketika individu belum memiliki kejelasan konsep diri, sehingga mereka merasa ragu dalam menentukan pilihan pekerjaan yang sesuai dengan identitas dan tahap perkembangan dirinya.”
— Donald Super

Seperti yang dikemukakan Donald Super, kecemasan dalam memilih karier muncul ketika individu belum memiliki kejelasan konsep diri. Kondisi ini membuat seseorang merasa ragu dalam menentukan pilihan pekerjaan yang sesuai dengan identitas dan tahap perkembangannya.

Dunia Kerja yang Berubah dan Tantangan bagi Generasi Z

Individu pada usia 22–24 tahun, menurut tahapan perkembangan karier Super dan Jordaan (1973), umumnya telah berada pada tahap pengambilan keputusan karier setelah melewati masa transisi dari dunia perkuliahan ke dunia kerja. Namun, proses persiapan menuju keputusan tersebut dapat dimulai sejak usia 18 tahun, ketika seseorang memasuki fase peralihan yang menuntut pertimbangan karier berdasarkan kondisi nyata di dunia kerja.

Keputusan karier tidak hanya sebatas memilih jenis pekerjaan, tetapi juga mencakup pilihan yang mendukung pengembangan kompetensi diri serta sesuai dengan minat pribadi. Oleh karena itu, perencanaan yang matang menjadi penting agar individu dapat menapaki jenjang karier sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia kerja mengalami perubahan yang sangat cepat. Perkembangan teknologi digital, otomatisasi pekerjaan, serta dinamika ekonomi global membuat tuntutan kerja menjadi semakin kompleks. Kondisi ini secara langsung memengaruhi Generasi Z, yaitu individu yang lahir sekitar tahun 1997 hingga 2012 dan kini mulai memasuki dunia kerja.

Berbeda dengan generasi sebelumnya, Generasi Z tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi dan arus informasi yang cepat. Namun, di sisi lain, mereka juga dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi, perubahan struktur pekerjaan, serta persaingan kerja yang semakin ketat (Endro Baruno et al., 2025).

Dalam situasi tersebut, muncul fenomena psikologis yang dikenal sebagai career anxiety atau kecemasan karier. Career anxiety menggambarkan perasaan khawatir, takut, atau tidak pasti terhadap masa depan karier seseorang. Fenomena ini semakin banyak dialami oleh generasi muda yang sedang mempersiapkan diri memasuki dunia kerja (Endro Baruno et al., 2025).

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa banyak mahasiswa dan lulusan baru merasa belum memiliki arah karier yang jelas serta kurang yakin terhadap masa depan profesional mereka. Hal ini menunjukkan bahwa kecemasan karier bukan sekadar perasaan sementara, tetapi dapat menjadi tantangan psikologis yang nyata (Endro Baruno et al., 2025).

Mengapa Career Anxiety Muncul?

Career anxiety merupakan bentuk kecemasan yang berkaitan dengan ketidakpastian pekerjaan, perkembangan karier, serta kemampuan individu dalam mencapai tujuan di masa depan. Pada Generasi Z, kondisi ini sering muncul pada masa transisi dari dunia pendidikan menuju dunia kerja.

Menurut Fitri et al. (2023), beberapa faktor utama yang memengaruhi munculnya career anxiety antara lain sebagai berikut.

1. Ketidakpastian pasar kerja

Perkembangan teknologi, otomatisasi, dan kecerdasan buatan telah mengubah struktur pekerjaan secara signifikan. Banyak pekerjaan tradisional mulai tergantikan, sementara jenis pekerjaan baru terus bermunculan. Kondisi ini membuat generasi muda merasa harus memiliki banyak keterampilan sekaligus agar dapat bersaing.

2. Kesenjangan antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja

Tidak sedikit lulusan yang merasa bahwa pendidikan formal belum sepenuhnya mempersiapkan mereka menghadapi tuntutan dunia kerja. Selain keterampilan teknis, dunia kerja juga menuntut kemampuan nonteknis seperti komunikasi, kerja sama tim, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.

3. Tekanan sosial dan perbandingan karier

Di era media sosial, Generasi Z terbiasa melihat pencapaian orang lain secara terus-menerus. Hal ini sering kali memicu perbandingan sosial yang membuat individu merasa tertinggal atau tidak cukup kompeten dibandingkan orang lain.

Peran Kesiapan Kerja dalam Menghadapi Kecemasan

Dalam konteks psikologi industri dan organisasi, kesiapan kerja (work readiness) menjadi konsep penting untuk memahami bagaimana individu mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Kesiapan kerja tidak hanya mencakup keterampilan teknis, tetapi juga sikap kerja, kesiapan mental, serta kemampuan beradaptasi.

Penelitian menunjukkan bahwa faktor seperti career guidance dan work interest berpengaruh positif terhadap kesiapan kerja individu. Selain itu, terdapat konsep career adaptability, yaitu kemampuan individu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan dan tuntutan dunia kerja.

Individu yang memiliki kesiapan kerja yang baik cenderung lebih mampu menghadapi tantangan serta mengelola tekanan yang muncul selama proses memasuki dunia kerja.

Hubungan Career Anxiety dan Kesiapan Kerja

Career anxiety dan kesiapan kerja memiliki hubungan yang erat. Individu dengan kesiapan kerja yang rendah cenderung mengalami kecemasan yang lebih tinggi karena kurangnya kepercayaan diri terhadap kemampuan yang dimiliki. Sebaliknya, individu yang memiliki kesiapan kerja yang baik umumnya lebih percaya diri dalam menghadapi ketidakpastian dan tantangan karier.

Fitri et al. (2023) menemukan bahwa kemampuan adaptasi karier (career adaptability) berperan penting dalam membantu Generasi Z menghadapi perubahan dunia kerja. Individu yang memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi cenderung lebih siap menghadapi tantangan pekerjaan, lebih fleksibel terhadap perubahan, serta lebih optimistis dalam merencanakan masa depan kariernya.

Selain itu, penelitian Syahlidi dan Amanda (2025) menunjukkan bahwa career guidance, minat kerja (work interest), dan kepercayaan diri (self-confidence) memiliki pengaruh positif terhadap kesiapan kerja Generasi Z. Individu yang memperoleh bimbingan karier yang memadai dan memiliki keyakinan terhadap kemampuannya cenderung lebih siap memasuki dunia kerja serta mampu menghadapi tantangan karier dengan lebih baik.

Career anxiety merupakan fenomena psikologis yang semakin banyak dialami oleh Generasi Z dalam menghadapi dunia kerja yang penuh ketidakpastian. Kecemasan ini muncul akibat berbagai faktor, mulai dari perubahan pasar kerja, kesenjangan keterampilan, hingga tekanan sosial yang semakin meningkat.

Namun, kecemasan karier bukanlah sesuatu yang tidak dapat diatasi. Dengan meningkatkan kesiapan kerja melalui bimbingan karier, pengembangan keterampilan, pengalaman magang, serta peningkatan kemampuan adaptasi karier, individu dapat menghadapi masa depan dengan lebih percaya diri.

Selain kesiapan kerja, individu juga membutuhkan kekuatan psikologis untuk tetap optimistis dalam menghadapi masa depan. Salah satu konsep yang berperan dalam hal tersebut adalah hope atau harapan. Menurut Syahlidi dan Amanda (2025), individu yang memiliki harapan, kepercayaan diri, dan tujuan karier yang jelas cenderung lebih mampu menghadapi ketidakpastian serta mempertahankan motivasi dalam mencapai tujuan kariernya.

Dengan demikian, career anxiety pada Generasi Z tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi eksternal seperti perubahan dunia kerja, tetapi juga oleh faktor internal seperti kesiapan kerja, kemampuan adaptasi karier, kepercayaan diri, dan harapan terhadap masa depan. Oleh karena itu, pengembangan kompetensi dan dukungan karier sejak masa pendidikan menjadi langkah penting untuk membantu generasi muda menghadapi dunia kerja dengan lebih siap dan percaya diri.


Penulis:

  1. Irma Daela Wati
  2. Adelia Adisthyani
  3. Laila Meiliyandrie Indah Wardani

Mahasiswa Psikologi, Universitas Mercu Buana


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi


Referensi

Super, D. E., & Jordaan, J. P. (1973). Career development theory. British Journal of Guidance and Counselling, 1(1), 3–16. https://doi.org/10.1080/03069887308259333

Endro Baruno, Y. H., Maertias, M., & Razak, F. (2025). The future of work and the evolving role of career counseling: Preparing Gen Z for the gig economy and the age of automation. International Journal of Research in Counseling. https://doi.org/10.70363/ijrc.v3i2.266

Fitri, F. F., Aiman, R. M. P., Angelica, C. N. R., Putri, N. T. A., & Saraswati, K. D. H. (2023). Career adaptability: Studi deskriptif pada karyawan Gen Z. Jurnal Psyche. https://doi.org/10.33557/jpsyche.v17i1.2510

Syahlidi, G., & Amanda, J. (2025). Work readiness Gen Z di Indonesia: Studi tentang self-confidence, career guidance, dan work interest. Jurnal Ilmiah Multidisiplin. https://doi.org/10.56799/jim.v4i6.9123

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses