Abstrak
Perubahan perilaku konsumen yang semakin digital menekan perusahaan ritel konvensional, termasuk PT Sepatu Bata Tbk. Artikel ini bertujuan menganalisis bagaimana Bata memanfaatkan sistem informasi untuk bertahan di era digital dan menilai sejauh mana langkah tersebut berhasil. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka dengan analisis deskriptif terhadap pemberitaan media dan laporan keuangan yang dipublikasikan hingga Oktober 2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa Bata beralih dari produsen menjadi peritel dan pengelola merek dengan pemasok lokal, mitra logistik, serta penguatan penjualan daring dan omnichannel. Meski kerugian menyempit, penjualan 2025 masih turun 35,2% dan total liabilitas melebihi total aset. Artikel ini menyimpulkan bahwa sistem informasi merupakan syarat perlu, tetapi belum menjadi jaminan, bagi Bata untuk bertahan. Keberhasilannya bergantung pada kemampuan mengubah data menjadi produk dan keputusan toko yang tepat sasaran.
Kata kunci: Bata, sistem informasi, transformasi digital, omnichannel, ritel alas kaki
Pendahuluan
Perusahaan yang tidak mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen akan tertinggal. Merek ritel legendaris pun tidak kebal terhadap hukum ini. Bata, yang menurut pemberitaan telah hadir di Indonesia selama 95 tahun (Momsmoney, 2026), kini menghadapi tekanan hebat: konsumen yang makin digital, persaingan dengan merek global dan penjual daring, serta beban biaya operasional yang berat.
Artikel ini membahas bagaimana PT Sepatu Bata Tbk (kode saham BATA) memanfaatkan sistem informasi, khususnya kanal digital dan rantai pasok, untuk mempertahankan bisnisnya, serta menilai secara jujur seberapa jauh langkah itu berhasil. Judul “menolak punah” kami pakai sebagai pertanyaan analisis, bukan kesimpulan: data terbaru menunjukkan perjalanan Bata masih berat.
Landasan Teori: Sistem Informasi dalam Bisnis Ritel
Sistem informasi dapat dipahami sebagai kumpulan komponen yang saling terhubung untuk mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan menyebarkan informasi guna mendukung koordinasi, pengendalian, dan pengambilan keputusan dalam organisasi (Laudon & Laudon, 2022). Komponennya mencakup perangkat keras, perangkat lunak, data, prosedur, dan manusia. Artinya, sistem informasi bukan hanya aplikasi, melainkan cara organisasi bekerja dengan data.
Dalam bisnis ritel alas kaki, ada empat jenis sistem yang relevan. Pertama, sistem pemrosesan transaksi yang mencatat penjualan di kasir dan kanal daring. Kedua, sistem informasi manajemen yang merangkum data transaksi menjadi laporan bagi manajer, misalnya penjualan per gerai. Ketiga, sistem pendukung keputusan yang membantu memilih tindakan, seperti menentukan gerai yang ditutup atau diperluas. Keempat, sistem manajemen rantai pasok dan hubungan pelanggan yang mengatur aliran barang dari pemasok ke toko serta komunikasi dengan konsumen.
Nilai strategis sistem informasi biasanya terlihat pada tiga hal: efisiensi operasional, kedekatan dengan pelanggan, dan kecepatan pengambilan keputusan. Tiga hal inilah yang kami gunakan sebagai lensa untuk menilai langkah Bata pada bagian-bagian berikutnya.
Kondisi Terkini: Tekanan Kinerja yang Belum Reda
Laporan keuangan audit per 31 Desember 2025 mencatat penjualan neto Bata turun 35,2% menjadi sekitar Rp298 miliar dari Rp459,98 miliar pada tahun sebelumnya. Perusahaan masih rugi sekitar Rp116 miliar, meski kerugian itu menyusut 21,4% secara tahunan (Bisnis.com, 2026). Tabel 1 merangkum angka-angka utamanya.
Tabel 1. Ringkasan kinerja keuangan PT Sepatu Bata Tbk, 2024 dan 2025
| Indikator (Rp miliar) | 2024 | 2025 | Perubahan |
| Penjualan neto | 459,98 | 298,24 | turun 35,2% |
| Laba bruto | 197,15 | 105,44 | turun |
| Rugi usaha | 145,04 | 106,33 | menyempit |
| Rugi tahun berjalan | 147,96 | 116,22 | menyempit |
| Total aset | 405,66 | 282,55 | turun |
| Total liabilitas | 421,58 | 414,21 | turun tipis |
Sumber: BCA Sekuritas (2026), diolah penulis.
Beberapa fakta lain memperlihatkan skala tekanan tersebut. Jumlah karyawan tetap dan kontrak menyusut dari 74 menjadi 68 orang. Aset non-keuangan di toko ritel bernilai Rp83,86 miliar, sekitar 29,7% dari total aset, di tengah kerugian berulang dari operasi gerai, sehingga auditor menjadikan penurunan nilai aset toko sebagai hal audit utama (Bisnis.com, 2026). Total liabilitas yang masih lebih besar daripada total aset juga menunjukkan posisi keuangan yang ketat.
Restrukturisasi: Dari Produsen Menjadi Peritel dan Pengelola Merek
Perubahan terbesar terjadi pada model bisnis. Pabrik Bata di Purwakarta dihentikan operasionalnya sejak 30 April 2024 (Kontan, 2025). Pada 25 September 2025, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menghapus kegiatan usaha industri alas kaki untuk kebutuhan sehari-hari dari anggaran dasar perusahaan (Kontan, 2025). Kini, menurut manajemen, 100% produk berasal dari pemasok lokal, dan pergudangan dikelola bersama perusahaan logistik sebelum didistribusikan ke toko-toko Bata (Bisnis.com, 2025).
Perubahan ini penting dari sudut pandang sistem informasi. Ketika produksi dialihdayakan, nilai tambah perusahaan bergeser dari proses manufaktur ke pengelolaan data dan informasi: ramalan permintaan, koordinasi pemasok, pemantauan stok, dan pemahaman selera konsumen.
Sistem Informasi dalam Strategi Bata
Berdasarkan pemberitaan dan pernyataan manajemen, langkah digital Bata dapat dirangkum sebagai berikut.
- Penjualan daring dan omnichannel. Pada 2016, penjualan e-commerce Bata baru Rp2,9 miliar dari total penjualan sekitar Rp999,8 miliar, atau sekitar 0,3% (Republika, 2017). Perusahaan lalu membentuk anak usaha PT Sepatu Bata Online pada 2021 (Kontan, 2022). Pada 2024, memperkuat penjualan daring lewat aplikasi pihak ketiga atau situs web Bata menjadi satu dari empat strategi utama, bersama efisiensi biaya, peningkatan layanan toko, dan promosi (Bisnis.com, 2024). Manajemen juga menyebut pengembangan omnichannel yang mengintegrasikan pengalaman toko fisik dengan belanja daring melalui bata.co.id, di samping penjualan di marketplace (SWA, 2024).
- Rantai pasok berbasis mitra. Kerja sama dengan pemasok lokal dan perusahaan logistik menuntut pertukaran data yang rapi antara perusahaan, pemasok, gudang, dan toko.
- Penguatan kehadiran digital dan segmen muda. Dalam kunjungannya ke Indonesia pada September 2026, Global CEO Bata Group, Panos Mytaros, menyebut konsumen kini semakin digital dan memiliki lebih banyak informasi serta pilihan. Bata memperkuat kehadiran digital dan ingin menjembatani konsumen lama yang bernostalgia dengan generasi baru (Momsmoney, 2026).
Sebagai pembanding, Bata di tingkat global menempatkan kecerdasan buatan sebagai elemen strategi digital, misalnya chatbot yang ditargetkan menjawab otomatis sebagian besar pertanyaan pelanggan di Amerika Latin (AméricaEconomía, 2025). Praktik semacam ini menunjukkan arah yang mungkin dapat diadaptasi di Indonesia, meski kami tidak menemukan bukti penerapannya di Bata Indonesia.
Analisis: Apakah Sistem Informasi Cukup untuk Bertahan?
Dari sudut pandang manajemen sistem informasi (Laudon & Laudon, 2022), teknologi bernilai ketika menopang strategi bisnis. Kami menilai ada tiga catatan penting untuk kasus Bata.
Pertama, sistem informasi membantu efisiensi, tetapi belum membalikkan tren penjualan. Kerugian memang menyempit karena biaya ditekan, namun penjualan masih turun lebih dari sepertiga. Efisiensi saja tidak cukup jika pendapatan terus menurun.
Kedua, porsi kanal digital masih perlu dibuktikan. Dalam sumber yang kami telaah, tidak ada angka terbaru mengenai kontribusi penjualan daring terhadap total penjualan Bata Indonesia. Tanpa data itu, sulit menyimpulkan bahwa transformasi digital sudah menjadi penopang utama bisnis.
Ketiga, data harus diterjemahkan menjadi produk dan pengalaman. Data penjualan dan perilaku konsumen baru bermanfaat bila menghasilkan model sepatu yang relevan, penetapan harga yang tepat, dan keputusan toko yang cermat. Beban penurunan nilai aset toko ritel menunjukkan perlunya analitik yang lebih tajam dalam menentukan gerai yang layak dipertahankan.
Analisis SWOT dari Sudut Pandang Sistem Informasi
Untuk merangkum pembahasan, Tabel 2 menyajikan analisis SWOT yang kami susun berdasarkan data yang telah diuraikan. Matriks ini merupakan penilaian penulis, bukan pernyataan resmi perusahaan.
Tabel 2. Analisis SWOT Bata terkait pemanfaatan sistem informasi
| Kekuatan (Strengths)
– Merek yang dikenal lintas generasi dan hadir selama 95 tahun – Jaringan toko fisik yang bisa dipadukan dengan kanal daring – Situs web sendiri, penjualan di marketplace, dan anak usaha daring – Dukungan jaringan global Bata Group |
Kelemahan (Weaknesses)
– Penjualan turun 35,2% pada 2025 dan rugi berulang – Total liabilitas masih lebih besar daripada total aset – Tidak lagi memiliki produksi sendiri, sehingga bergantung pada pemasok – Beban penurunan nilai aset toko ritel |
| Peluang (Opportunities) – Belanja daring dan pola belanja campuran (toko dan daring) terus tumbuh – Segmen muda yang menyukai sepatu nyaman dan bergaya – Data pelanggan dari berbagai kanal untuk personalisasi promo – Efisiensi logistik melalui mitra pergudangan |
Ancaman (Threats)
– Persaingan merek global, merek lokal, dan penjual marketplace – Konsumen yang mudah membandingkan harga dan berpindah merek – Risiko pasokan dan kualitas karena produksi dialihdayakan – Ketidakpastian kelangsungan usaha bila kerugian berlanjut |
Sumber: analisis penulis berdasarkan data pada artikel ini.
Matriks tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan Bata terletak pada aset yang sulit ditiru, yaitu kepercayaan merek dan jaringan toko. Sebaliknya, kelemahannya bersifat finansial dan struktural. Sistem informasi paling bermanfaat bila dipakai untuk memperbesar kekuatan tersebut sambil menekan kelemahan, misalnya dengan menghubungkan data toko fisik dan daring agar setiap gerai dinilai berdasarkan kontribusinya yang sebenarnya.
Rekomendasi
Berdasarkan analisis di atas, kami mengajukan beberapa rekomendasi yang bersifat gagasan penulis dan perlu diuji kelayakannya oleh manajemen.
- Integrasikan data penjualan di seluruh kanal. Data kasir, situs web, dan marketplace sebaiknya terkumpul dalam satu dasbor agar manajer dapat melihat produk dan gerai yang berkinerja baik secara cepat.
- Gunakan analitik untuk menata jaringan toko. Keputusan menutup, mempertahankan, atau memindahkan gerai perlu bertumpu pada data penjualan, biaya sewa, dan lalu lintas pelanggan, mengingat besarnya nilai aset toko yang berisiko turun nilainya.
- Bangun program loyalitas berbasis data pelanggan. Pelanggan lama yang bernostalgia dengan Bata dapat dipertahankan lewat promo personal, sementara pelanggan muda dijangkau lewat konten dan produk yang sesuai gaya hidup mereka.
- Pantau pemasok dan stok secara waktu nyata. Karena produksi dialihdayakan, kualitas, ketepatan waktu, dan ketersediaan barang dari pemasok perlu dipantau dengan indikator yang jelas.
- Siapkan layanan pelanggan digital. Layanan tanya jawab otomatis dan pelacakan pesanan dapat meningkatkan pengalaman belanja daring tanpa menambah banyak beban tenaga kerja.
Penutup
Bata sedang menjalani transformasi yang tidak mudah: dari produsen menjadi pengelola merek dan peritel dengan rantai pasok berbasis mitra, sambil memperkuat kanal digital. Sistem informasi berperan sebagai fondasi penyesuaian ini, tetapi data 2025 menunjukkan bahwa Bata belum keluar dari tekanan. Kesimpulan kami, sistem informasi adalah syarat perlu untuk bertahan di era digital, bukan jaminan. Keberhasilan Bata akan ditentukan oleh kemampuannya mengubah data menjadi produk yang diminati generasi baru, sekaligus memulihkan pertumbuhan penjualan.
Catatan: Data dalam artikel ini diambil dari pemberitaan dan laporan yang tersedia pada Oktober 2026. Mohon periksa kembali ke laporan keuangan resmi di situs Bursa Efek Indonesia atau Bata sebelum dikumpulkan.
Daftar Pustaka
AméricaEconomía. (2025, 11 April). Bata’s next step: how the multinational footwear company is relying on AI to maximize sales. https://americaeconomia.com/en/business-industries/batas-next-step-how-multinational-footwear-company-relying-ai-maximize-sales
BCA Sekuritas. (2026, 8 Juni). BATA catat penjualan Rp298,24 miliar hingga Desember 2025. https://bcasekuritas.co.id/latest-news/news/bata-catat-penjualan-rp29824-miliar-hingga-desember-2025
Bisnis.com. (2024, 23 Mei). Bos BATA ungkap 4 strategi dongkrak kinerja 2024. https://market.bisnis.com/read/20240523/7/1767772/bos-bata-ungkap-4-strategi-dongkrak-kinerja-2024
Bisnis.com. (2025, 9 Oktober). Sepatu Bata (BATA) setop produksi alas kaki, rugi Rp40 miliar semester I/2025. https://ekonomi.bisnis.com/read/20251009/257/1918750/sepatu-bata-bata-setop-produksi-alas-kaki-rugi-rp40-miliar-semester-i2025
Bisnis.com. (2026, 8 Juni). Sepatu BATA masih rugi Rp116,23 miliar, penjualan 2025 susut 35,2%. https://market.bisnis.com/read/20260608/192/1979136/sepatu-bata-masih-rugi-rp11623-miliar-penjualan-2025-susut-352
Kontan. (2022). Begini rencana bisnis Sepatu Bata (BATA) pada tahun ini. https://industri.kontan.co.id/news/begini-rencana-bisnis-sepatu-bata-bata-pada-tahun-ini
Kontan. (2025, 10 Oktober). Sepatu Bata (BATA) tak lagi produksi sepatu. https://industri.kontan.co.id/news/ironi-sepatu-bata-bata-tak-lagi-produksi-sepatu
Laudon, K. C., & Laudon, J. P. (2022). Management information systems: Managing the digital firm (17th ed.). Pearson.
Momsmoney. (2026, 28 September). Dari sepatu sekolah hingga gaya hidup, Bata ingin menjangkau generasi baru. https://momsmoney.kontan.co.id/news/dari-sepatu-sekolah-hingga-gaya-hidup-bata-ingin-menjangkau-generasi-baru
Republika. (2017, 16 Juni). Ini dampak repositioning market bagi BATA. https://ekonomi.republika.co.id/berita/orlu6e284/ini-dampak-repositioning-market-bagi-bata
SWA. (2024). Pasca pabrik ditutup, Bata berencana meluncurkan sepatu terbaru. https://swa.co.id/read/447221/pasca-pabrik-ditutup-bata-berencana-meluncurkan-sepatu-terbaru
Disusun oleh:
1. Putri Ghina Anggraeni (251010500626)
2. Irene Charoline Mutiara Z (251010503177)
3. Anindya Putri Dinata (251010500625)
4. Lantira Widadya Iswandi (251010503437)
Program Studi Manajemen, Universitas Pamulang
Dosen Pengampu: Dosen Mitri Nelsi, S.E.
Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Alkafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















