Siswa SD Diberdayakan melalui Budidaya Kangkung Hidroponik berbasis Sistem Wick oleh Mahasiswa MMD UB

Budidaya Kangkung Hidroponik
Mahasiswa MMD UB Memperkenalkan Hidroponik Berbasis Sistem Wick Kepada Anak Kelas IV dan V SD di SD Negeri 1 Sumberngepoh (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Mahasiswa program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Kelompok 1 Universitas Brawijaya (UB) pada tanggal 27 Juli 2026 menggelar program kerja edukatif “Edukasi Ketahanan Pangan Melalui Budidaya Kangkung Hidroponik Sistem Wick”.

Program ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Sumberngepoh dan ditujukan bagi siswa kelas IV dan V SD. Tujuannya untuk mengenalkan konsep ketahanan pangan dan kemandirian lingkungan sejak dini melalui pemanfaatan metode bercocok tanam yang sederhana serta hemat lahan. Kegiatan dilaksanakan dibawah bimbingan pak Ir. Endra Yuafanedi Arifianto, ST., MT.

 

1. Solusi Kreatif Mengatasi Sampah Plastik dan Keterbatasan Lahan

Program kerja dilatarbelakangi oleh pentingnya memberikan pemahaman mendasar mengenai ketahanan pangan keluarga. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya melatih siswa menjadi pribadi yang mampu memproduksi kebutuhan pangan mandiri. Siswa juga diajak lebih kreatif memanfaatkan barang bekas di sekitar mereka dan mengatasi keterbatasan lahan yang ada.

 

2. Penerapan Metode Sederhana dan Bahan Ramah Lingkungan

Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan teknik hidroponik sistem wick (sumbu). Sistem ini merupakan metode menanam tanpa tanah yang paling sederhana, memanfaatkan prinsip kapilaritas dengan bantuan kain flanel sebagai sumbu untuk mengalirkan nutrisi air ke akar tanaman kangkung.

 

3. Pembelajaran Interaktif dan Apresiasi dari Pihak Sekolah

Untuk meningkatkan partisipasi siswa, kegiatan edukasi dikemas menggunakan metode active learning. Berbagai pertanyaan interaktif diajukan untuk memicu diskusi serta membuka cara pandang siswa mengenai pentingnya menjaga pasokan pangan sehat di lingkungan keluarga.

Pihak sekolah pun menyambut positif edukasi ini. Kepala sekolah berharap pengetahuan yang diperoleh para siswa tidak berhenti di ruang kelas, melainkan dapat diterapkan langsung di rumah masing-masing bersama keluarga.Melalui program ini, mahasiswa berharap dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, memupuk kemandirian pangan, serta membiasakan pola hidup sehat pada anak-anak sejak usia dini.

Budidaya Kangkung Hidroponik
Antusiasme Siswa SD Negeri 1 Sumberngepoh Berdiskusi Bersama Mahasiswa MMD UB (Foto: Dok. Pribadi)Antusiasme Siswa SD Negeri 1 Sumberngepoh Berdiskusi Bersama Mahasiswa MMD UB (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

 

4. Pembagian Benih dan Penyerahan Alat Hidroponik ke Sekolah

Sebagai bentuk dukungan nyata keberlanjutan program, tim mahasiswa MMD UB juga membagikan benih kangkung secara gratis kepada para siswa agar dapat dipraktikkan langsung di  rumah masing-masing.

Baca juga: Pemanfaatan Galon Bekas Sebagai Media Penanaman Sayuran dengan Metode Hidroponik

Selain itu, dilakukan pula penyerahan tiga set perangkat dan instalasi hidroponik kepada pihak sekolah. Penyerahan ini bertujuan agar sekolah memiliki media pembelajaran hidroponik yang dapat dirawat secara berkelanjutan oleh para siswa dan guru. Penyerahan dilakukan agar siswa dapat memproduksi kebutuhan pangan secara mandiri.

Pembagian Benih Kangkung dan Penyerahan Unit Hidroponik oleh Mahasiswa MMD UB (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, kemandirian pangan, serta membiasakan anak-anak untuk hidup sehat sejak dini.


Penulis: Lorintan Gultom
Mahasiswa Universitas Brawijaya


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses