Lemon & Minyak Zaitun: Rahasia Kulit Sehat atau Sekadar Tren Viral?

lemon dan minyak zaitun
Ilustrasi Lemon dan Minyak Zaitun (Foto: Dok. MMI)

Belakangan ini, media sosial lagi rame banget sama tren minum campuran lemon dan minyak zaitun yang katanya bisa jadi “skincare dari dalam.”

Banyak pengguna TikTok dan Instagram membagikan pengalaman mereka, mulai dari kulit yang tampak lebih glowing hingga tubuh yang terasa lebih segar.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Dengan maraknya tren ini membuat banyak orang bertanya-tanya: apakah benar minuman ini seampuh yang diklaim?

Menariknya, lemon dan minyak zaitun memang memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh.

Lemon dikenal kaya akan vitamin C yang berperan sebagai antioksidan, sedangkan minyak zaitun mengandung lemak sehat dan senyawa polifenol yang bersifat antiinflamasi.

Resepnya juga simple, yaitu 1 sendok perasan lemon dicampur 1 sendok minyak zaitun, lalu diminum di pagi hari.

Tapi, tidak semua orang cocok. Namun, cara konsumsinya tidak bisa disamaratakan.

Bagi orang yang memiliki masalah lambung seperti maag atau asam lambung tinggi, minuman ini sebaiknya tidak dikonsumsi saat perut kosong karena dapat memicu timbulnya gejala seperti perut perih.

Baca Juga: Segudang Khasiat Jeruk Lemon untuk Kesehatan yang Tak Terduga

Tren ini semakin meningkat dengan munculnya berbagai challenge, seperti konsumsi rutin selama 15 hingga 30 hari.

Banyak orang mendokumentasikan perubahan yang mereka rasakan, mulai dari kualitas tidur yang meningkat, kondisi kulit yang membaik, hingga pencernaan yang lebih lancar.

Namun, tidak sedikit pula yang mengalami efek sebaliknya, seperti mual atau perut tidak nyaman.

Perbedaan efek yang ada menunjukkan bahwa respons tubuh setiap orang tidak sama.

Kandungan asam dalam lemon dan lemak dalam minyak zaitun dapat memberikan reaksi yang berbeda tergantung kondisi tubuh masing-masing.

Hal ini penting untuk dipahami agar tren ini tidak diikuti secara sembarangan..

Menariknya, tren ini juga menjadikan orang lebih mengetahui dan selektif dalam memilih minyak zaitun.

Banyak yang mulai beralih ke extra virgin olive oil karena dianggap memiliki kualitas terbaik.

Jenis ini diproses tanpa pemanasan tinggi sehingga kandungan antioksidan dan nutrisinya tetap terjaga.

Baca Juga: Pemanfaatan Minyak Sereh Wangi (Cymbopogon nardus L.) sebagai Antibakteri terhadap Jerawat

Dari sisi penelitian, terdapat jurnal yang  memang menunjukkan bahwa lemon dan minyak zaitun memiliki potensi manfaat kesehatan.

Sebuah studi menemukan bahwa minyak zaitun dan kulit lemon mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid dan polifenol yang dapat membantu mengurangi stres oksidatif dan peradangan, bahkan berpotensi melindungi kesehatan jantung.

Tapi, itu bukan berarti minuman ini langsung jadi solusi untuk segala permasalahan kesehatan yang ada.

Pada akhirnya, tren lemon dan minyak zaitun bisa menjadi salah satu tren yang bisa saja dicoba, tetapi tidak boleh dianggap sebagai solusi instan untuk semua permasalahan kesehatan.

Kulit sehat dan tubuh bugar tidak hanya bergantung pada satu minuman, melainkan pada pola hidup secara keseluruhan.

Asupan nutrisi seimbang, istirahat yang cukup, dan kebiasaan hidup sehat tetap menjadi kunci utama.

Jadi, sebelum mengikuti tren, penting untuk mempertimbangkan apakah itu benar-benar kebutuhan tubuh atau sekadar ikut-ikutan tren?


Penulis: Ikhlas Nur Salafi
Mahasiswa Prodi Kedokteran, Universitas YARSI


Dosen Pengampu: Aulia Rahmi, S.Pd., M.Pd.


Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi


Referensi

El-Refaiy, A. I., Salem, Z. A., Badawy, A. A., Dahran, N., Desouky, M. A., & El-Magd, M. A. (2025). Protective effects of lemon and orange peels and minyak zaitun on doxorubicin-induced myocardial damage via inhibition of oxidative stress and inflammation pathways. Frontiers in Pharmacology16, 1506673.

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses