Sudah tidak asing lagi bagi kalangan anak muda bahwa musik telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Berbagai macam genre memiliki ciri khas masing-masing yang menarik bagi para pendengarnya, mulai dari K-Pop, RnB, Pop, Rock, Jazz, dangdut, hingga banyak lagi. Di era sekarang, musik memainkan peran yang besar dalam suasana hati seseorang dan mampu memengaruhi emosi pendengarnya. Peranan tersebut bisa menyerupai tempat untuk relaksasi, hiburan, bahkan pelampiasan emosi. Akan tetapi, apakah musik selalu membawa kebaikan pada seseorang? Menurut saya, tidak semua musik memberikan dampak positif.
Baca juga: Pengaruh Kebudayaan K-Pop pada Generasi Muda
Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI
Terkadang kreativitas seseorang bisa dicurahkan pada lirik lagu agar seluruh dunia mendengar, baik cerita kebahagiaan maupun keluh kesah mereka. Kebanyakan lagu sedih memiliki ciri khas lirik yang menggambarkan kesedihan, kekecewaan, bahkan kesepian seseorang untuk didengar. Tidak dapat dipungkiri, lirik seperti itu menarik perhatian orang-orang yang berada pada posisi yang sama dengan sang penulis. Fenomena ini tidak hanya dirasakan oleh seorang diri, tetapi bisa didengar beramai-ramai dengan orang yang mengalami pengalaman yang sama, atau dalam sebutan gaulnya, ‘relate’.
Kebiasaan mendengarkan lagu sedih secara berulang ternyata dapat membuat seseorang terjebak dalam lingkaran emosi negatif. Alih-alih membantu melepaskan perasaan, musik tersebut justru mempertahankan bahkan memperdalam kesedihan seseorang. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang sulit untuk bangkit dari perasaan negatif yang dialaminya.
Ketika seseorang terus-menerus membiarkan dirinya terekspos pada hal yang sama—dalam hal ini lagu sedih—maka emosi yang terkait akan semakin kuat. Akibatnya, individu menjadi lebih rentan terhadap perasaan seperti overthinking, kecemasan, bahkan depresi ringan. Apabila diteruskan, seseorang akan berada di lingkaran setan yang terus menjerumuskan mereka pada kesedihan.
Meski begitu, tidak setiap lagu sedih membawa dampak negatif bagi para pendengarnya. Disebabkan oleh berbedanya sifat orang-orang dan sikap penerimaannya, seseorang bisa saja hanya menjadikan lagu sedih sebagai pelampiasan emosi tanpa berlarut-larut. Suatu hal bisa menjadi bermanfaat apabila digunakan dengan baik dan benar tanpa penyalahgunaan.
Baca juga: Peran Lagu sebagai Elemen dalam Kehidupan
Oleh karena itu, penting bagi individu untuk memiliki kesadaran dalam memilih jenis musik yang akan didengarkan ke depannya. Diusahakan untuk tidak terlalu berlarut-larut pada sebuah lagu sedih, dan beralih kepada lagu yang mampu menaikkan dopamin serta menenangkan seseorang untuk membantu menjaga keseimbangan emosi.
Secara keseluruhan, lagu sedih memang dapat menjadi sarana untuk mengekspresikan emosi, namun penggunaannya perlu dibatasi. Jika tidak, alih-alih membantu, lagu tersebut justru dapat memperparah kondisi emosional seseorang. Dengan demikian, bijak dalam mendengarkan musik sangat penting untuk menjaga kesehatan mental kita!
Penulis: Azkabella Savanya Prayudi
Mahasiswa Program Studi Kedokteran, Universitas Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia
Dosen Pengampu: Aulia Rahmi, S. Pd., M. Pd.
Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













