Rasulullah ﷺ telah mengabarkan 1.400 tahun yang lalu tentang kondisi akhir zaman:
”Bersegeralah beramal sebelum datang fitnah-fitnah bagaikan potongan malam yang gelap gulita. Seseorang di pagi hari beriman, di sore hari kafir. Di sore hari beriman, di pagi hari kafir. Dia menjual agamanya dengan harta dunia.” (HR. Muslim.)
Para ulama menggambarkan fitnah akhir zaman seperti gelombang ombak di lautan.
- Datangnya bertubi-tubi: ombak pertama belum reda, ombak kedua sudah datang.
- Kekuatannya besar: bisa menenggelamkan kapal besar sekalipun.
- Tidak terlihat dari jauh: dari jauh laut terlihat tenang, tetapi di tengahnya ada gelombang besar.
Hari ini kita menyaksikan kebenaran sabda Nabi ﷺ. Fitnah syubhat dari media sosial, fitnah syahwat, fitnah harta, fitnah perpecahan umat, fitnah Dajjal dan para pendahulunya datang silih berganti, “bagaikan gelombang ombak”.
Jika tidak punya bekal, manusia akan hanyut. Karena itu, penting bagi setiap muslim memahami hakikat fitnah, jenis-jenisnya, dan cara selamat darinya berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan pemahaman para salaf.
Hakikat Fitnah
Fitnah itu ujian, dan fitnah itu lebih bermakna negatif, serta orang dibilang futin. Yang kedua, fitnah itu mesti ada dan fitnah itu ditampakkan di hati seperti tikar. Lalu dikatakan, “Kalau dia mengingkari atau ditahan begitu saja, maka akan dikasih futin.”
Dalam hadits dikatakan, “Orang akan diuji terus oleh Allah dengan kekuatan hatinya sehingga hatinya putih sampai ia menolak.”
Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيم
“Sesungguhnya setiap amalan itu tergantung pada akhirnya.”
Bahkan, orang itu akan dilihat ending-nya. Maka, fitnah itu tidak ada yang berani menjamin dan sesungguhnya seorang hamba yang mukmin itu harus takut dengan fitnah.
Ada beberapa macam fitnah:
Pertama, fitnah yang umum.
Kedua, tanda akhir zaman yang ajaib bagaikan gelombang ombak dan bahkan sekarang tidak akan terjadi dan sungguh pasti akan terjadi.
Baca Juga: Fitnah Wanita Akhir Zaman: 1 Wanita Bisa Menghancurkan Iman Laki-Laki
Hadits pertama, fitnah sebagai gelombang laut. Ini artinya dia besar tekanannya dan pasti terpapar ke semua makhluk.
Ujian untuk personal masing-masing individu pasti ada fitnahnya, seperti ujian seseorang terhadap anak dan keluarganya, bisa tidak menjalankan maksiat dan perintahnya.
Ujian barengan dan orang kena semua berbagai fitnah.
Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bercerita kepada Hudzaifah bahwa fitnah itu akan datang di atas mimbar dan bagaikan gelombang laut yang besar.
Ketiga, fitnah harian. Ini termasuk dosa kecil dan bisa dikikis dengan amal shalih.
Fitnah Sungai Furat
Kemudian, tidak akan terjadi hari kiamat sampai Sungai Furat ini ada gunung dari emas.
Hadits Abu Hurairah: “Tidak akan terjadi hari kiamat sampai Sungai Furat ini ada gunung dari emas, bahkan semua orang rebutan untuk mendapatkan itu dan dari 100 orang yang terbunuh, 99 orang. Setiap orang yang masuk dan terbunuh, mereka husnuzan atas perbuatan itu.”
Rasulullah menyebutkan, “Hampir sebentar lagi Sungai Furat menampilkan perbendaharaan emas.”
Maka, kata Nabi, “Yang hadir di tempat itu jangan coba-coba tampil.”
Namun, ada seorang tabi’in, Harits bin Naufal: “Aku pernah berdiri bersama Tufail.”
Abdullah bin Harits mengatakan bahwa kalau kita biarkan semua orang rebutan, maka habis kapasitas yang ada di Sungai Furat itu.
Aku ketika menyampaikan hadits ini sedang berdiri bersama Ubay bin Ka’ab bersama benteng terakhir.
Hadits terakhir dari Abu Hurairah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Daerah Iraq tidak lagi menghasilkan dirham dan semua ukuran dan takarannya, dan nanti Iraq tidak akan menghasilkan takaran-takaran emas. Demikian Mesir tidak lagi menghasilkan emas dan takaran-takarannya. Dan ini semua takaran dan ini adalah berbeda dari semua bahasa dan sungguh kalian akan kembali seperti dahulu sesuai perjalanan.”
Bahkan, ada hadits yang menceritakan tentang jizyah yang masuk dalam sebuah fitnah besar bagaikan gelombang ombak. Mereka menolak membayar dengan sengaja di tengah situasi tersebut di Furat akibat kekacauan atau konflik besar. Hal itu dapat memicu tindakan hukum atau peperangan dari pihak berwenang dalam kerangka politik Islam klasik, dan inilah bukti sebuah akhir zaman.
Baca Juga: Urgensi dan Hikmah Kisah dalam Al-Qur’an
Menghadapi Fitnah
Dapat disimpulkan bahwa fitnah besar bagaikan gelombang ombak tidak akan berhenti sampai hari kiamat. Tugas kita bukan menghentikan ombak, tetapi memastikan kapal iman kita kuat dan punya nakhoda: Al-Qur’an dan Sunnah.
Imam Asy-Syathibi berkata, ”Setiap fitnah yang datang, obatnya adalah kembali kepada ilmu dan amal para salafus shalih.”
Maka, jangan tunggu sampai tenggelam baru mencari pelampung. Perkuat tauhid sekarang, tuntut ilmu sekarang, dekat dengan orang shalih sekarang. Karena kita tidak tahu ombak fitnah mana yang akan menghantam kita besok.
اللهم إنا نعوذ بك من الفتن ما ظهر منها وما بطن
”Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari fitnah, yang nampak maupun yang tersembunyi.”
Penulis: Teuku Muhammad Fauzan Robbani, S.Li.
Mahasiswa Magister Ilmu Al Qur’an dan Tafsir Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Daftar Pustaka
An-Nawawi. (2020). Syarh Shahih Muslim: Kitab Al-Fitan wa Asyraatus Saa’ah. Terj. Jakarta: Pustaka Imam Syafi’i
Al-Albani, N. (2021). Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah Jilid 7: Bab Fitnah dan Ujian. Riyadh: Maktabah Al-Ma’arif.
Basalamah, S. (2022). Fitnah Akhir Zaman: Bagaikan Gelombang Ombak. Bogor: Pustaka At-Taqwa.
Hudzaifah bin Yaman. (2023). Atsar Sahabat tentang Fitnah Akhir Zaman. Kumpulan. Jakarta: Darus Sunnah.
Hidayat, T. (2021). Analisis Hadis “Fitnah Bagaikan Potongan Malam Gelap” dan Relevansinya dengan Media Sosial. Jurnal Studi Hadis, 8(2), 88–104.
Ibnu Hajar Al-Asqalani. (2021). Fathul Bari: Penjelasan Hadis-hadis Fitnah. Terj. Bogor: Pustaka At-Taqwa.
Ibnul Qayyim. (2022). Ighatsatul Lahfan: Menyelamatkan Hati dari Fitnah Syubhat dan Syahwat. Terj. Yogyakarta: Pustaka Al-Basyirah.
Rasyid, A. (2024). Selamat dari Banjir Fitnah: 7 Benteng Mukmin. Jakarta: Republika Penerbit.
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













