Jakarta, MMI – Lima mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kramat 98 menggelar kegiatan edukasi anti-perundungan bagi 24 siswa kelas 4 SDN Gondangdia 03 Pagi, Menteng, Jakarta Pusat, pada Kamis, 18 Juni 2026.
Kegiatan bertema “Bullying Tidak Sesuai dengan Pancasila” ini mengajak siswa mengaitkan perilaku berteman yang baik dengan nilai-nilai Pancasila, terutama sila kedua dan ketiga. Program berlangsung sebagai bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Mengapa Sasarannya Anak Kelas 4?
Data Komisi Perlindungan Anak Indonesia tahun 2023 menempatkan siswa sekolah dasar sebagai kelompok korban perundungan terbanyak, mencapai 26 persen dari seluruh kasus di satuan pendidikan. Angka itu mengungguli jenjang SMP sebesar 25 persen dan SMA sebesar 18,75 persen.
Tim memilih siswa kelas 4 karena anak usia 9 sampai 10 tahun berada pada fase penting pembentukan karakter sosial, saat mereka mulai memahami konsep adil, empati, dan menghargai perbedaan.
Belajar Anti-Perundungan lewat Cerita dan Poster
Tim membuka acara dengan permainan gerak lagu untuk mencairkan suasana. Sesudah itu, tim menyajikan cerita bergambar interaktif berjudul “Aku dan Temanku” melalui proyektor.
Cerita itu menampilkan tokoh anak SD yang menghadapi perundungan, dan pada setiap babak siswa diajak menjawab pertanyaan tentang sikap yang benar. Pendekatan ini membuat anak belajar lewat pengalaman, bukan ceramah satu arah.
Pada sesi berikutnya, setiap siswa membuat poster “Aku Anti Bullying” sesuai imajinasi masing-masing, lalu membacakan ikrar anti-perundungan secara serentak. Tim mengukur pemahaman peserta melalui pre-test dan post-test sederhana berbentuk pilihan gambar.
Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang bentuk perundungan dan cara menyikapinya setelah mengikuti kegiatan.
“Kami ingin anak-anak paham bahwa menghargai teman adalah pengamalan Pancasila yang paling sederhana,” kata Bambang Aryo Putranto, ketua pelaksana kegiatan. “Lewat cerita dan menggambar, mereka belajar tanpa merasa digurui.”
Dukungan Sekolah dan Keberlanjutan
Kepala SDN Gondangdia 03 Pagi, Hary Pujianto, turut hadir membuka kegiatan secara resmi sebagai bentuk dukungan institusional.
Pihak sekolah menyediakan ruang kelas dan fasilitas proyektor, serta menugaskan wali kelas mendampingi siswa sepanjang sesi berlangsung. Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Helina Apriyani, M.Ed., dosen Program Studi Sistem Informasi UBSI.
Sebelum meninggalkan sekolah, tim menyerahkan modul panduan anti-perundungan, poster edukasi, dan berkas digital cerita kepada guru wali kelas. Penyerahan ini bertujuan agar sekolah dapat melanjutkan edukasi serupa secara mandiri di kelas lain, sehingga manfaat kegiatan tidak berhenti pada satu pertemuan.
Melalui program ini, tim berharap nilai-nilai Pancasila tertanam sejak dini sebagai dasar anak untuk saling menghargai dan menolak segala bentuk perundungan.
Penulis:
1. Raden Bambang Aryo Putranto (19255003)
2. Mutia Nurkhasanah (19255053)
3. Yohanes Steaven Sean (19255052)
4. Muhamad Rizky Ardana (19255079)
5. Bagus Saputra (19255045)
Mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), Kampus Kramat 98
Dosen Pembimbing: Helina Apriyani, M.Ed.
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












