ABSTRAK
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan, dan produktivitas kerja masyarakat melalui pemanfaatan mesin pemadat paving block ergonomis.
Kegiatan dilaksanakan di Jalan Bintara 14, RT 05/RW 09, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, dengan sasaran masyarakat yang terlibat dalam proses pembuatan paving block.
Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan mitra, penyampaian materi, demonstrasi penggunaan mesin, praktik langsung, serta pendampingan selama proses produksi.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai penggunaan mesin pemadat paving block ergonomis, mampu mengoperasikan mesin sesuai prosedur, serta memahami pentingnya penerapan ergonomi dan keselamatan kerja.
Pemanfaatan mesin tersebut membantu mempercepat proses pemadatan, mengurangi beban kerja fisik operator, dan meningkatkan kualitas hasil produksi.
Dengan demikian, kegiatan PKM ini memberikan manfaat nyata dalam mendukung proses produksi paving block yang lebih efisien, aman, dan produktif.
Kata kunci: Program Kemitraan Masyarakat, paving block, mesin pemadat, ergonomi, produktivitas kerja.
PRAKATA
Puji syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul “Pemanfaatan Mesin Pemadat Paving Block Ergonomis untuk Meningkatkan Efisiensi, Keselamatan, dan Produktivitas Kerja Masyarakat” dapat terlaksana dengan baik dan lancar.
Laporan ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim mahasiswa dan dosen dari Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri dan Informatika, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA).
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Jalan Bintara 14, RT 05/RW 09, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat 17134.
Penyusunan laporan ini tidak terlepas dari bantuan, dukungan, dan kerja sama berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini tim pelaksana menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
- Pihak LPPM UHAMKA yang telah memberikan dukungan dan fasilitasi penuh dalam pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM).
- Mitra kegiatan beserta masyarakat yang telah memberikan dukungan dan berpartisipasi aktif selama pelaksanaan kegiatan.
- Dosen pembimbing serta seluruh tim pelaksana yang telah bekerja sama dengan baik sejak tahap perencanaan hingga penyusunan laporan akhir.
- Semua pihak yang turut membantu, baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik.
Kami menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi perbaikan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada masa yang akan datang.
Semoga laporan ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak serta menjadi inspirasi bagi pelaksanaan kegiatan serupa di lingkungan pendidikan lainnya.
BAB I. PENDAHULUAN
Analisis Situasi
Paving block merupakan salah satu material konstruksi yang banyak digunakan sebagai perkerasan jalan lingkungan, halaman rumah, area parkir, dan trotoar karena memiliki kekuatan yang baik serta proses pemasangan yang relatif mudah.
Seiring dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur, kebutuhan akan paving block juga terus mengalami peningkatan. Kondisi ini memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha produksi paving block sebagai salah satu sumber pendapatan yang dapat meningkatkan perekonomian keluarga maupun kelompok usaha kecil.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada mitra yang berlokasi di Jalan Bintara 14, RT 05/RW 09, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat 17134, diketahui bahwa proses pemadatan paving block masih dilakukan secara manual.
Proses tersebut mengandalkan tenaga manusia untuk memadatkan campuran beton ke dalam cetakan sehingga membutuhkan tenaga fisik yang cukup besar dan waktu produksi yang relatif lama. Selain itu, hasil pemadatan yang dilakukan secara manual sering kali kurang seragam sehingga dapat memengaruhi kualitas paving block yang dihasilkan.
Kondisi tersebut juga menimbulkan permasalahan dari aspek ergonomi dan keselamatan kerja. Operator harus melakukan gerakan yang berulang dengan posisi tubuh yang kurang nyaman, seperti membungkuk dan memberikan tekanan secara terus-menerus selama proses pemadatan.
Aktivitas tersebut dapat menyebabkan kelelahan, menurunkan kenyamanan bekerja, serta meningkatkan risiko gangguan pada otot dan persendian apabila dilakukan dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, diperlukan penerapan teknologi yang dapat membantu mengurangi beban kerja operator sekaligus menciptakan proses kerja yang lebih aman.
Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dari Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) melaksanakan kegiatan pemanfaatan mesin pemadat paving block ergonomis.
Mesin ini dirancang untuk membantu proses pemadatan agar menjadi lebih cepat, lebih mudah dioperasikan, dan menghasilkan kepadatan paving block yang lebih seragam. Selain itu, kegiatan ini juga disertai dengan sosialisasi dan pelatihan mengenai cara pengoperasian mesin yang benar serta pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja selama proses produksi.
Melalui kegiatan PKM ini diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan mesin pemadat paving block ergonomis secara optimal sehingga proses produksi menjadi lebih efisien, beban kerja operator berkurang, serta produktivitas kerja meningkat.
Selain menghasilkan paving block dengan kualitas yang lebih baik, penerapan teknologi tepat guna ini juga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan usahanya sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah Jalan Bintara 14, RT 05/RW 09, Bekasi Barat, Kota Bekasi.
Permasalahan Mitra
Berdasarkan hasil observasi dan diskusi yang dilakukan dengan mitra di Jalan Bintara 14, RT 05/RW 09, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat, diperoleh beberapa permasalahan yang menjadi dasar pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM), yaitu sebagai berikut.
- Proses pemadatan paving block masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan tenaga fisik yang besar dan waktu produksi yang relatif lebih lama dibandingkan menggunakan mesin pemadat.
- Penerapan aspek ergonomi dalam proses kerja masih belum optimal karena operator bekerja dengan posisi tubuh yang kurang nyaman dan melakukan gerakan berulang yang berpotensi menyebabkan kelelahan serta gangguan pada sistem otot dan rangka (musculoskeletal disorders).
- Produktivitas kerja masyarakat masih terbatas karena kapasitas produksi yang dihasilkan setiap hari belum mampu memenuhi permintaan yang lebih besar. Hal ini disebabkan oleh penggunaan peralatan sederhana dan proses kerja yang masih mengandalkan tenaga manusia.
- Kualitas hasil pemadatan paving block belum konsisten sehingga kepadatan dan kekuatan produk dapat berbeda pada setiap proses produksi. Kondisi tersebut dapat memengaruhi mutu paving block yang dihasilkan.
- Pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan teknologi tepat guna masih terbatas, khususnya dalam pemanfaatan mesin pemadat paving block yang dapat meningkatkan efisiensi kerja, keselamatan kerja, dan kualitas hasil produksi.
Urgensi dan Manfaat Program
Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan tema “Pemanfaatan Mesin Pemadat Paving Block Ergonomis untuk Meningkatkan Efisiensi, Keselamatan, dan Produktivitas Kerja Masyarakat” menjadi penting karena dapat memberikan solusi terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi mitra dalam proses produksi paving block.
Pemanfaatan teknologi tepat guna diharapkan mampu meningkatkan kualitas proses kerja sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui produktivitas yang lebih baik.
Dari aspek efisiensi, penggunaan mesin pemadat paving block ergonomis dapat mempercepat proses pemadatan sehingga waktu produksi menjadi lebih singkat dan kapasitas produksi dapat meningkat. Dengan demikian, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan produksi secara lebih efektif tanpa harus menambah beban kerja yang berlebihan.
Dari aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3), penggunaan mesin ergonomis mampu mengurangi aktivitas fisik yang berlebihan, memperbaiki postur kerja operator, serta menurunkan risiko kelelahan dan cedera akibat gerakan yang dilakukan secara berulang.
Lingkungan kerja yang lebih aman dan nyaman akan memberikan dampak positif terhadap kinerja operator dalam jangka panjang.
Selain itu, program ini juga memberikan manfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pemanfaatan teknologi tepat guna pada proses produksi paving block.
Melalui kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan, masyarakat diharapkan mampu mengoperasikan serta merawat mesin dengan baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Dengan meningkatnya efisiensi, keselamatan, dan produktivitas kerja, program ini diharapkan dapat memperkuat daya saing usaha masyarakat serta memberikan kontribusi terhadap peningkatan perekonomian di wilayah mitra.
BAB II. TUJUAN DAN SASARAN
Tujuan Kegiatan
Berdasarkan hasil analisis situasi dan identifikasi permasalahan mitra yang telah diuraikan pada Bab I, kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul “Pemanfaatan Mesin Pemadat Paving Block Ergonomis untuk Meningkatkan Efisiensi, Keselamatan, dan Produktivitas Kerja Masyarakat” memiliki beberapa tujuan sebagai berikut.
- Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya penggunaan teknologi tepat guna dalam proses produksi paving block.
- Memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat mengenai cara pengoperasian mesin pemadat paving block ergonomis secara benar, aman, dan efektif.
- Meningkatkan efisiensi proses produksi paving block melalui pemanfaatan mesin pemadat sehingga waktu pengerjaan menjadi lebih singkat dan kapasitas produksi meningkat.
- Mengurangi beban kerja fisik operator serta meningkatkan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui penerapan mesin yang dirancang berdasarkan prinsip ergonomi.
- Meningkatkan produktivitas masyarakat serta kualitas hasil produksi paving block sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi usaha yang dijalankan.
Sasaran Program
Sasaran utama dalam kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah masyarakat yang bergerak di bidang produksi paving block di Jalan Bintara 14, RT 05/RW 09, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Peserta kegiatan merupakan masyarakat yang secara langsung terlibat dalam proses produksi paving block sehingga dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama kegiatan berlangsung.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu memahami manfaat penggunaan mesin pemadat paving block ergonomis serta mengoperasikan mesin sesuai dengan prosedur yang benar.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan memiliki kesadaran yang lebih baik mengenai pentingnya penerapan aspek ergonomi dan keselamatan kerja dalam kegiatan produksi sehari-hari.
Program ini juga ditujukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghasilkan paving block dengan kualitas yang lebih baik, waktu produksi yang lebih efisien, serta produktivitas kerja yang lebih tinggi.
Dengan demikian, pemanfaatan mesin pemadat paving block ergonomis diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan usaha masyarakat secara berkelanjutan.
Solusi yang Ditawarkan
Sebagai upaya untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi mitra, tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) menawarkan solusi melalui pemanfaatan mesin pemadat paving block ergonomis yang disertai dengan kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada masyarakat.
Solusi ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi tepat guna untuk mendukung proses produksi yang lebih efisien, aman, dan produktif.
Adapun solusi yang diberikan dalam kegiatan ini meliputi:
- Sosialisasi mengenai pentingnya penerapan teknologi tepat guna, khususnya penggunaan mesin pemadat paving block ergonomis untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi.
- Pelatihan pengoperasian mesin pemadat paving block ergonomis sehingga masyarakat memahami prosedur penggunaan mesin yang benar, aman, dan sesuai dengan prinsip keselamatan kerja.
- Pendampingan selama penggunaan mesin guna memastikan masyarakat mampu mengoperasikan mesin secara mandiri serta mengetahui cara perawatan sederhana agar mesin dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.
- Edukasi mengenai penerapan ergonomi dan keselamatan kerja (K3) dalam proses produksi paving block sehingga risiko kelelahan dan cedera kerja dapat diminimalkan.
Target Capaian Program
Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini diharapkan mampu menghasilkan luaran yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Target capaian program meliputi luaran langsung (output) dan dampak jangka panjang (outcome).
Output (Luaran Langsung)
- Terlaksananya kegiatan sosialisasi dan pelatihan penggunaan mesin pemadat paving block ergonomis kepada masyarakat.
- Meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai penerapan teknologi tepat guna, ergonomi, dan keselamatan kerja dalam proses produksi paving block.
- Masyarakat mampu mengoperasikan mesin pemadat paving block ergonomis sesuai dengan prosedur yang benar.
- Tersusunnya dokumentasi kegiatan berupa laporan, foto, dan publikasi sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM).
Outcome (Dampak Jangka Panjang)
- Meningkatnya efisiensi proses produksi paving block melalui penggunaan mesin pemadat ergonomis.
- Berkurangnya beban kerja fisik dan risiko cedera pada operator selama proses produksi.
- Meningkatnya produktivitas masyarakat serta kualitas paving block yang dihasilkan.
- Terciptanya budaya kerja yang lebih aman, efektif, dan berorientasi pada pemanfaatan teknologi tepat guna sehingga mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
BAB III. METODE PELAKSANAAN
Metode pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini disusun secara sistematis agar kegiatan dapat berjalan dengan baik dan tujuan program dapat tercapai.
Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, evaluasi, serta pendampingan kepada masyarakat dalam memanfaatkan mesin pemadat paving block ergonomis.
Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan, tim PKM melakukan koordinasi dengan mitra yang berlokasi di Jalan Bintara 14, RT 05/RW 09, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jawa Barat untuk menentukan waktu, tempat, dan teknis pelaksanaan kegiatan.
Selain itu, tim juga melakukan observasi terhadap proses produksi paving block guna mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi serta menyiapkan materi sosialisasi dan peralatan yang akan digunakan selama kegiatan.
Tahap Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya penggunaan teknologi tepat guna dalam proses produksi paving block.
Selanjutnya, tim memberikan penjelasan mengenai fungsi, cara kerja, serta keunggulan mesin pemadat paving block ergonomis.
Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti demonstrasi dan praktik langsung pengoperasian mesin dengan pendampingan dari tim PKM sehingga masyarakat dapat memahami cara penggunaan mesin secara benar, aman, dan efektif.
Tahap Evaluasi
Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta setelah mengikuti kegiatan.
Tim melakukan diskusi, sesi tanya jawab, serta observasi secara langsung terhadap kemampuan peserta dalam mengoperasikan mesin pemadat paving block ergonomis.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa masyarakat mampu memahami manfaat penggunaan mesin serta pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dalam proses produksi.
Peran dan Partisipasi Mitra
Mitra berperan aktif dalam mendukung pelaksanaan kegiatan dengan menyediakan lokasi, mengoordinasikan peserta, serta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan praktik penggunaan mesin.
Partisipasi yang baik dari masyarakat menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan Program Kemitraan Masyarakat (PKM).
Jadwal Pelaksanaan
Kegiatan PKM dilaksanakan secara bertahap mulai dari koordinasi dengan mitra, persiapan alat dan materi, pelaksanaan sosialisasi serta pelatihan penggunaan mesin, evaluasi hasil kegiatan, hingga penyusunan laporan akhir.
Seluruh tahapan dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama mitra sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan.
BAB IV. KELUARAN YANG DICAPAI
Kondisi Mitra Setelah Kegiatan
Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan tema “Pemanfaatan Mesin Pemadat Paving Block Ergonomis untuk Meningkatkan Efisiensi, Keselamatan, dan Produktivitas Kerja Masyarakat” memberikan dampak positif bagi masyarakat mitra.
Setelah mengikuti kegiatan sosialisasi, pelatihan, dan praktik penggunaan mesin, masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pemanfaatan teknologi tepat guna dalam proses produksi paving block.
Masyarakat mampu memahami fungsi dan cara kerja mesin pemadat paving block ergonomis serta mengetahui prosedur pengoperasian yang benar dan aman.
Selain itu, peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya penerapan prinsip ergonomi dan keselamatan kerja sehingga proses produksi dapat dilakukan dengan lebih nyaman dan mengurangi beban kerja fisik operator.
Pemanfaatan mesin pemadat paving block ergonomis juga memberikan manfaat dalam meningkatkan efisiensi proses produksi.
Proses pemadatan menjadi lebih cepat dan hasil pemadatan lebih merata dibandingkan dengan metode manual.
Dengan demikian, masyarakat memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menghasilkan paving block dengan kualitas yang lebih baik.
Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penggunaan teknologi tepat guna dalam mendukung kegiatan produksi yang lebih efisien, aman, dan produktif.
Luaran Program
Luaran yang dihasilkan dari pelaksanaan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini meliputi:
- Terlaksananya kegiatan sosialisasi mengenai pemanfaatan mesin pemadat paving block ergonomis kepada masyarakat.
- Meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan mesin pemadat paving block yang lebih efisien dan aman.
- Masyarakat mampu mengoperasikan mesin pemadat paving block ergonomis sesuai dengan prosedur yang telah diberikan.
- Tersusunnya laporan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan program.
- Tersedianya dokumentasi kegiatan berupa foto-foto pelaksanaan sosialisasi, pelatihan, praktik penggunaan mesin, serta kegiatan bersama mitra.
Status Capaian Publikasi Media
Sebagai bentuk diseminasi hasil kegiatan, Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini direncanakan dipublikasikan melalui media daring atau media informasi kampus sehingga hasil kegiatan dapat diketahui oleh masyarakat yang lebih luas.
Publikasi tersebut diharapkan dapat menjadi sarana berbagi informasi mengenai pemanfaatan mesin pemadat paving block ergonomis sebagai salah satu teknologi tepat guna yang mampu meningkatkan efisiensi, keselamatan kerja, dan produktivitas masyarakat.
BAB V. FAKTOR PENGHAMBAT, FAKTOR PENDUKUNG, DAN TINDAK LANJUT
Faktor yang Menghambat
Selama pelaksanaan kegiatan terdapat beberapa kendala, di antaranya keterbatasan waktu pelaksanaan sehingga penyampaian materi dan praktik harus dilakukan secara efektif.
Selain itu, sebagian peserta masih memerlukan pendampingan lebih lanjut dalam mengoperasikan mesin karena belum terbiasa menggunakan peralatan mekanis.
Faktor yang Mendukung
Keberhasilan kegiatan didukung oleh antusiasme masyarakat dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Dukungan dari mitra yang menyediakan tempat pelaksanaan serta kerja sama yang baik antara tim PKM dan masyarakat juga menjadi faktor penting sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar.
Tindak Lanjut
Sebagai tindak lanjut, masyarakat diharapkan terus memanfaatkan mesin pemadat paving block ergonomis dalam kegiatan produksi sehari-hari.
Tim PKM juga mendorong masyarakat untuk melakukan perawatan mesin secara berkala agar kinerja mesin tetap optimal serta meningkatkan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dalam setiap proses produksi.
BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan judul “Pemanfaatan Mesin Pemadat Paving Block Ergonomis untuk Meningkatkan Efisiensi, Keselamatan, dan Produktivitas Kerja Masyarakat” telah dilaksanakan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat mitra.
Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan mesin pemadat paving block ergonomis sebagai teknologi tepat guna untuk mendukung proses produksi.
Penggunaan mesin pemadat paving block ergonomis memberikan manfaat dalam meningkatkan efisiensi waktu produksi, mengurangi beban kerja fisik operator, meningkatkan aspek keselamatan kerja, serta menghasilkan paving block dengan kualitas yang lebih baik.
Dengan demikian, kegiatan PKM ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Saran
Agar manfaat kegiatan dapat dirasakan secara berkelanjutan, masyarakat diharapkan terus menggunakan dan merawat mesin pemadat paving block ergonomis sesuai prosedur.
Selain itu, diperlukan pendampingan lanjutan serta pengembangan teknologi yang lebih inovatif sehingga kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi tepat guna dapat terus meningkat.
Penutup
Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini merupakan salah satu bentuk pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Diharapkan program ini dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, meningkatkan produktivitas usaha masyarakat, serta memperkuat kerja sama antara Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka dengan masyarakat dalam mendukung pembangunan yang lebih maju dan berdaya saing.
DAFTAR PUSTAKA
Anggraini, N. K., Arthaningtyas, D. R., & Suharyo. (2023). Pengenalan kesehatan dan keselamatan kerja kepada pekerja pembuatan paving block. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia, 5(3), 193–202. https://doi.org/10.36722/jpm.v5i3.2122
Grandjean, E., & Kroemer, K. H. E. (2009). Fitting the Task to the Human: A Textbook of Occupational Ergonomics (6th ed.). CRC Press.
International Labour Organization. (2022). World Employment and Social Outlook: Trends 2022. https://www.ilo.org/global/research/global-reports/weso/trends2022
Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia. (2023). Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). https://kemnaker.go.id
Nurmianto, E. (2008). Ergonomi: Konsep Dasar dan Aplikasinya (2nd ed.). Guna Widya.
Sutalaksana, I. Z., Anggawisastra, R., & Tjakraatmadja, J. H. (2006). Teknik Perancangan Sistem Kerja. Institut Teknologi Bandung.
Tarwaka. (2015). Ergonomi Industri: Dasar-Dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di Tempat Kerja (2nd ed.). Harapan Press.
Wignjosoebroto, S. (2008). Ergonomi: Studi Gerak dan Waktu. Guna Widya.
World Health Organization. (2010). Healthy Workplaces: A Model for Action. https://www.who.int/publications/i/item/healthy-workplaces-a-model-for-action

Penulis:
– Hanad Arizal (2203035060/Ketua)
– Rizki Romadon Siregar (2203035027/Anggota)
– Salman Alfariz (2203035045/Anggota)
– Naufal Eka Prasetya (2203035015/Anggota)
– Rio Saputra (2303035005/Anggota)
Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri dan Informatika, Universitas Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) Jakarta 2026
Dosen Pengampu: Oktarina Heriyani, S.Si., M.T.
Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI


















