Kabupaten Majalengka, yang terkenal dengan keindahan alamnya, menyimpan banyak potensi wisata yang belum sepenuhnya tergali. Salah satunya adalah Curug Ibun Pelangi, yang sering dijuluki sebagai Green Canyon-nya Majalengka.
Menyadari potensi ini, sekelompok mahasiswa KKN-T Inovasi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan berbagai inovasi untuk mengembangkan destinasi wisata tersebut.
Program BERLIAN: Membangun Daya Tarik Wisata
Mahasiswa KKN-T IPB memperkenalkan program inovatif bernama BERLIAN (Branding dan Informasi Wisata Andalan), yang dirancang untuk meningkatkan daya tarik Curug Ibun Pelangi. Program ini mencakup dua kegiatan utama:
- Pembuatan Papan Informasi Strategis: Papan informasi yang ditempatkan di area strategis ini terdiri dari dua banner utama. Banner pertama memberikan informasi lengkap tentang Curug Ibun Pelangi, termasuk deskripsi wisata, peta lokasi, fasilitas yang tersedia, dan spot foto terbaik. Banner kedua menampilkan foto-foto pengunjung serta sticky notes berisi pesan dan kesan mereka, yang bertujuan untuk menarik minat pengunjung lainnya.
- Sosialisasi Media Sosial: Mahasiswa IPB bekerja sama dengan mahasiswa dari Universitas Majalengka (UNMA) untuk memberikan pelatihan penggunaan media sosial. Mahasiswa IPB memberikan pelatihan mengenai penggunaan TikTok dan cara mengedit video menggunakan aplikasi CapCut. Mereka menjelaskan strategi pembuatan konten yang menarik untuk meningkatkan daya tarik wisata Curug Ibun Pelangi melalui platform tersebut. Mahasiswa UNMA fokus pada sosialisasi tentang penggunaan Instagram dan pengelolaan website resmi Curug Ibun. Mereka juga memberikan pelatihan mengenai gesture yang baik dalam menerima pengunjung, untuk meningkatkan pengalaman wisatawan dan membangun citra positif tempat wisata.
Kolaborasi antar Universitas
Program BERLIAN menjadi contoh nyata kolaborasi antara mahasiswa dari IPB dan UNMA. Kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan promosi wisata Curug Ibun Pelangi, tetapi juga memperkuat hubungan antar perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan potensi lokal.
Dampak Positif bagi Komunitas Lokal
Sejak diluncurkannya program BERLIAN, beberapa dampak positif telah dirasakan oleh masyarakat Desa Sukasari Kaler dan sekitarnya:
- Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan: Masyarakat desa kini lebih terampil dalam memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan wisata lokal.
- Peningkatan Jumlah Pengunjung: Adanya promosi yang efektif melalui media sosial telah meningkatkan jumlah pengunjung ke Curug Ibun Pelangi.
- Citra Positif: Desa Sukasari Kaler dan Curug Ibun Pelangi semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang menarik dan ramah pengunjung.
Harapan ke Depan
Program BERLIAN diharapkan dapat terus berlanjut dan berkembang dengan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk pemerintah desa, pelaku usaha wisata, dan masyarakat luas. Dengan upaya bersama, potensi wisata alam Majalengka dapat digali lebih dalam, memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi seluruh komunitas.
Dengan inovasi dan kolaborasi yang terus berlanjut, Curug Ibun Pelangi dan Desa Sukasari Kaler diharapkan dapat menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Barat, menarik lebih banyak wisatawan domestik dan internasional.
Penulis: KKN-T IPB University Desa Sukasari Kaler, Kab. Majalengka
1. Muhammad Fajri Aulia
2. Rafi Akbar Wicaksono
3. Salsabila Hana Afridhayanti
4. Aurellia Azzahra Putri
5. Aqil Taqiyuddin
6. Saori Arsy Oktari
7. Suwandi
8. Wulan Safitri
Mahasiswa Institut Pertanian Bogor
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















