Malang, MMI — Satu candaan mungkin hanya dianggap lucu oleh yang mengucapkannya, tetapi belum tentu dirasakan sama oleh yang menerimanya. Begitu pula dengan game online yang awalnya hanya menjadi hiburan, tetapi dapat membuat seseorang lupa waktu jika dimainkan tanpa batas.
Menyikapi hal tersebut, mahasiswa Kelompok 1 Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) melalui program “Optimalisasi Literasi Digital melalui Gerakan Bijak Bermain Game Online dan Pencegahan Bullying” memberikan edukasi kepada 19 siswa-siswi baru kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dharma Wirawan 10 Lawang, Desa Sumberngepoh, Kabupaten Malang (15/07/2026), terkait literasi digital, khususnya penggunaan game online secara sehat dan pencegahan bullying.
Dengan Ir. Endra Yuafanedi Arifianto, S.T., M.T. sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), program ini mendukung SDGs Desa 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan membekali siswa agar menggunakan teknologi secara bijak, mengatur penggunaan game online, dan membangun pertemanan yang sehat sehingga dapat menunjang proses belajar secara optimal.
Kegiatan diawali dengan pre-test dan ice breaking untuk mengetahui pemahaman awal sekaligus mempersiapkan siswa mengikuti kegiatan.
Materi pertama mengenai game online disampaikan oleh Muhammad Dzaky Fahlevi. Siswa diajak memahami bahwa bermain game bukanlah hal yang salah, tetapi perlu dilakukan secara seimbang.

Melalui diskusi, siswa mengenali alasan game menarik untuk dimainkan, risiko bermain secara berlebihan, serta konsep healthy gaming dan etika dalam bermain game.
Salah seorang siswa, VA, menyampaikan kesannya, “Materi game online ini membuat saya lebih paham tentang batas waktu yang baik untuk bermain game.”
Materi berikutnya mengenai bullying disampaikan oleh Dea Nurul Hilaliyah.
Dalam diskusi, ditemukan bahwa beberapa siswa masih menganggap perilaku seperti memberi julukan yang tidak disukai, mendorong, menjegal, dan mengejek sebagai candaan biasa.
Siswa kemudian diajak memahami jenis dan dampak bullying serta membedakan antara bercanda dan bullying.

Mereka juga melakukan refleksi dengan mengidentifikasi pengalaman yang pernah dialami atau disaksikan untuk memahami bahwa perilaku yang mungkin dianggap sepele dapat berdampak bagi orang lain.
Salah seorang siswa, SA, mengaku senang mengikuti kegiatan karena mendapatkan kesempatan untuk belajar sekaligus merasa terbantu karena memperoleh ruang aman untuk mengungkapkan pengalaman pribadinya.
“Saya bisa mengungkapkan pengalaman saya dan saya bisa ungkapkan ke layar itu agar sampean bisa baca. Semoga KKN bisa selalu jaya,” katanya.
Kegiatan ditutup dengan post-test untuk melihat perubahan pemahaman siswa. Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata meningkat dari 9,42 pada pre-test menjadi 10,53 pada post-test.
Pelaksanaan kegiatan dan penyusunan luaran berupa modul serta poster edukasi juga didukung oleh pendanaan Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) UB.
Apresiasi turut disampaikan oleh salah satu guru SMP Dharma Wirawan 10 Lawang, I.
“Kami para guru, terutama saya, sangat terbantu dengan adanya mahasiswa karena dapat menyampaikan materi yang mungkin belum terlalu kami kuasai dengan metode yang lebih menyenangkan. Saya juga melihat anak-anak mengikuti kegiatan dengan antusias dan terlihat senang selama pembelajaran berlangsung,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan memiliki bekal untuk bermain game secara lebih sehat, memahami batas antara bercanda dan bullying, serta membangun interaksi yang saling menghargai guna menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung proses belajar.
Penulis:
Muhammad Dzaky Fahlevi
Mahasiswa Universitas Brawijaya
Dea Nurul Hilaliyah
Mahasiswa Universitas Brawijaya
Dosen Pengampu: Ir. Endra Yuafanedi Arifianto, S.T., M.T.
Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













