Bogor – Rines Onyxi Tampubolon, S.Sn., M.Sn., dosen Program Studi Pendidikan Tari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Wilayah Binaan Unggulan Universitas (PPM–WBU) Tahun 2026 melalui program lokakarya dance film yang diselenggarakan pada Sabtu–Minggu, 1–2 Agustus 2026, di Sanggar Obor Sakti, Bogor.
Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, Rines Onyxi Tampubolon didukung oleh tim mahasiswa Universitas Negeri Jakarta, yaitu Putra Nur Fajar, Nurhaliza Aidianto, Chika Aprilia Anggraeni, Mutia Maharani, Syilva Anil Hawa, dan Indra Permadi Mayada sebagai anggota tim pelaksana.
Kegiatan ini mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Komunitas Seni melalui Lokakarya Film Tari dalam Penguatan Kompetensi Koreografi dan Sinematografi di Sanggar Obor Sakti Bogor”.
Memperkuat Kapasitas Komunitas Seni melalui Film Tari
Lokakarya yang diikuti oleh anak-anak peserta didik serta para pengajar Sanggar Obor Sakti Bogor ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai konsep film tari (dance film), sekaligus memperkenalkan perbedaannya dengan perekaman pertunjukan tari (dance recording) yang selama ini lebih dikenal masyarakat.
Melalui pelatihan ini, peserta diajak memahami bahwa dance film merupakan karya seni yang memadukan unsur koreografi dan sinematografi sehingga menghasilkan pengalaman artistik yang berbeda dari sekadar dokumentasi tari.
Dengan melibatkan peserta didik dan pengajar sanggar, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas komunitas seni secara berkelanjutan melalui transfer pengetahuan dan keterampilan yang dapat terus dikembangkan dalam proses pembelajaran maupun penciptaan karya tari.

Materi dan Praktik Produksi Dance Film
Dalam sesi penyampaian materi, peserta memperoleh penjelasan mengenai karakteristik dance film, mulai dari proses pengembangan ide, penyusunan konsep, eksplorasi gerak, pemilihan lokasi, teknik pengambilan gambar, komposisi visual, hingga proses penyuntingan.
Peserta juga diperkenalkan pada berbagai aspek yang perlu diperhatikan dalam proses produksi agar sebuah dance film mampu menyampaikan pesan, emosi, dan nilai artistik secara efektif.
Selain mendapatkan materi secara teoretis, peserta mengikuti sesi lokakarya yang dikemas secara interaktif melalui praktik langsung. Pada sesi ini, peserta diberi kesempatan untuk menerapkan materi yang telah dipelajari dengan merancang dan memproduksi dance film sederhana.
Pendekatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang aplikatif sekaligus membantu peserta memahami setiap tahapan produksi secara nyata.

Antusiasme Peserta dan Harapan Keberlanjutan
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Melalui kombinasi penyampaian materi dan praktik langsung, peserta memperoleh pengalaman baru dalam mengeksplorasi tari melalui media film.
Mereka juga semakin memahami perbedaan antara dance film dan video dokumentasi tari biasa, baik dari segi konsep, teknik pengambilan gambar, maupun penyusunan visual yang mendukung penyampaian makna sebuah karya.
Ketua Pengabdian kepada Masyarakat, Rines Onyxi Tampubolon, S.Sn., M.Sn., berharap kegiatan ini dapat menjadi bekal bagi anak-anak dan para pengajar Sanggar Obor Sakti Bogor untuk terus mengembangkan kreativitas serta memanfaatkan teknologi sebagai media berkarya di bidang seni tari.
Melalui program PPM–WBU Tahun 2026, Universitas Negeri Jakarta terus mendukung pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penguatan kapasitas komunitas seni, peningkatan kompetensi pelaku seni, serta pelestarian dan pengembangan budaya melalui pendekatan yang inovatif dan berkelanjutan.
Penulis: Davina Putri
Program Studi Pendidikan Tari, Universitas Negeri Jakarta
Editor: Darsono. AR
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Frasa Kata Kunci (Yoast SEO)
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI

















