Menjaga Sehat di Balik Anyaman Rotan: Edukasi K3 dan Skrining Kesehatan bagi Perajin Desa Trangsan

edukasi K3 dan skrining kesehatan perajin rotan
Menjaga Sehat di Balik Anyaman Rotan: Edukasi K3 dan Skrining Kesehatan bagi Perajin Desa Trangsan. Sumber: Penulis.

Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, dikenal sebagai sentra kerajinan rotan. Di balik berbagai produk yang dibuat dengan telaten, pekerjaan mengolah rotan juga menuntut ketahanan tubuh: perajin dapat duduk dalam waktu lama, melakukan gerakan berulang, menggunakan perkakas, dan berhadapan dengan debu dari proses pengerjaan. Karena itu, keselamatan dan kesehatan kerja (K3) penting menjadi bagian dari keseharian para perajin.

Untuk mendukung perhatian terhadap K3, tim pengabdian masyarakat PK IMM Ar-Razi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta mengadakan edukasi dan skrining kesehatan bagi perajin rotan Desa Trangsan pada 19 September 2026.

Kegiatan yang diikuti 30 peserta ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan tentang kerja aman sekaligus membuka ruang bagi perajin untuk mengenali kondisi kesehatannya.

Edukasi Diikuti Peningkatan Nilai Tes

Rangkaian kegiatan meliputi pre-test, edukasi K3, skrining kesehatan, dan post-test. Pada pre-test, 20 peserta atau 66,7% memperoleh nilai 60, sedangkan 10 peserta atau 33,3% memperoleh nilai 80.

Setelah edukasi, seluruh peserta—30 orang atau 100%—memperoleh nilai 100 pada post-test. Dengan demikian, rata-rata nilai meningkat dari 66,7 menjadi 100, atau naik sekitar 33,3 poin (setara peningkatan 50% dibandingkan rata-rata awal). Hasil ini menunjukkan peningkatan nilai pengetahuan peserta setelah mengikuti edukasi.

Baca Juga: Edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Penggunaan Peralatan Kerja bagi Masyarakat

Skrining Kesehatan Perajin

Pemeriksaan yang dilakukan mencakup tekanan darah, berat badan, dan gula darah sewaktu. Menurut rekap kegiatan, tekanan darah seluruh peserta berada dalam rentang rata-rata 100/80 hingga 110/80 mmHg dan dinyatakan normal.

Hasil gula darah sewaktu peserta dilaporkan berada di bawah 100 mg/dL. Tim juga melakukan skrining carpal tunnel syndrome (CTS); seluruh peserta dapat mengikuti pemeriksaan dan hasilnya dilaporkan normal.

Untuk memetakan keluhan pada tubuh, tim menggunakan Nordic Body Map (NBM). Dari 30 peserta yang diperiksa, sekitar 10%—kurang lebih tiga orang—melaporkan keluhan. Di antara hal yang disampaikan perajin dalam kegiatan adalah punggung terasa sakit setelah duduk lama dan sesak napas.

Keluhan tersebut merupakan laporan yang perlu diperhatikan, tetapi tidak dengan sendirinya menunjukkan penyebab atau diagnosis tertentu. Jika sesak menetap atau memburuk, pemeriksaan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan tetap dianjurkan.

Kit Perlindungan dan Kesehatan

Selain edukasi dan skrining, peserta menerima kit kesehatan yang berisi sarung tangan, kacamata pelindung, masker, balsem, vitamin D, dan koyo.

Sarung tangan, kacamata pelindung, serta masker merupakan alat pelindung diri (APD) yang dapat digunakan sesuai kebutuhan dan risiko kerja. Balsem, vitamin D, dan koyo melengkapi kit yang dibagikan, namun bukan pengganti pemeriksaan atau penanganan medis.

Baca Juga: Mahasiswa K3 Polteknaker Gelar Edukasi Banjir Interaktif untuk Siswa Sekolah Dasar di Daerah Jakarta Utara

Menumbuhkan Kebiasaan Kerja yang Lebih Aman

Edukasi K3 tidak berhenti pada pemahaman tentang bahaya kerja. Kebiasaan menggunakan APD dengan tepat, memperhatikan posisi tubuh, mengambil jeda setelah bekerja dalam posisi yang sama, dan menyampaikan keluhan kesehatan juga berperan dalam menjaga kesejahteraan perajin.

Kegiatan di Trangsan menjadi langkah untuk memperkuat perhatian tersebut. Ke depan, edukasi yang berkelanjutan dan pemantauan kesehatan berkala dapat membantu masyarakat perajin membangun lingkungan kerja yang semakin aman dan sehat.


Penulis:
1. Ayunissa Mirella Lestari
2. Dhia Hafidh
3. Zalfaa Rahma Nur A.
4. Salwa Syafiqa R.
5. Anugrah Wira Ramadhan
6. Muhammad Kevin Samudra
7. Salsabila Annisa Wibowo
8. Naswa Nadia Salsabila
9. Zaidan Khatam M.
10. Erashyafila Damar Khailashafa l.
Mahasiswa Pendidikan Kedokteran UMS


Dosen Pengampu: dr. Sulistyani, Sp.N.


Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *