Pengaruh Literasi Digital terhadap Kemampuan Mahasiswa dalam Memperoleh Informasi

literasi digital mahasiswa
Pengaruh Literasi Digital terhadap Kemampuan Mahasiswa dalam Memperoleh Informasi. Sumber: MMI.

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara mahasiswa memperoleh informasi. Melalui telepon genggam dan koneksi internet, mahasiswa dapat mengakses berbagai materi perkuliahan, jurnal ilmiah, artikel, berita, dan sumber pembelajaran lainnya secara cepat. Kemudahan ini mendukung kegiatan akademik serta kebutuhan informasi sehari-hari.

Dibandingkan dengan masa ketika sumber informasi masih terbatas pada buku dan media cetak, teknologi digital mempercepat proses pencarian informasi. Mahasiswa tidak lagi harus selalu mengunjungi perpustakaan karena berbagai sumber edukasi dapat diakses secara daring.

Namun, kemudahan tersebut juga dapat menimbulkan tantangan. Tidak semua informasi di internet akurat dan dapat dipercaya, informasi yang keliru atau menyesatkan dapat dengan mudah ditemukan dan disebarkan.

Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan literasi digital, yaitu kemampuan mencari, memahami, mengevaluasi, menggunakan, dan menyebarluaskan informasi secara tanggung jawab.

Dalam pengerjaan tugas, mahasiswa sering menggunakan mesin pencari untuk menemukan sumber informasi. Meskipun efisien, informasi pertama yang muncul tidak boleh langsung diterima.

Mahasiswa perlu memeriksa identitas pembuat, asal sumber, waktu publikasi, serta dukungan dari sumber lain sebelum menggunakan informasi tersebut.

Baca Juga: Sosialisasi Literasi Digital Mahasiswa IKIP PGRI Pontianak bersama SMP Negeri 5 Sungai Kakap

Kebiasaan memverifikasi sumber juga membantu mencegah penyebaran informasi palsu. Di media sosial, informasi dapat menyebar sangat cepat, terkadang hanya karena judul yang menarik atau sesuai dengan pandangan pribadi, tanpa isi yang dibaca secara utuh. Mahasiswa perlu bersikap kritis dan tidak menerima suatu informasi hanya karena banyak dibagikan.

Selain media sosial, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligance (AI) juga memengaruhi cara mahasiswa memperoleh informasi.

AI dapat membantu mencari ide, memahami materi, dan merangkum informasi. Namun, mahasiswa tetap perlu memverifikasi hasil yang diperoleh serta memastikan sumbernya dapat dipertanggungjawabkan.

Literasi digital juga mencakup kemampuan membedakan fakta, opini, dan informasi yang belum terverifikasi. Kemampuan ini penting agar mahasiswa dapat menentukan informasi yang layak dijadikan dasar pengambilan kesimpulan, baik untuk keperluan akademik maupun kehidupan sehari-hari.

Selain itu, literasi digital menuntut mahasiswa untuk memahami etika penggunaan informasi, seperti menghormati hak cipta, mencantumkan sumber dengan benar, dan mencegah plagiarisme.

Mahasiswa juga perlu menyadari bahwa aktivitas digital dapat meninggalkan jejak digital, sehingga penggunaan teknologi harus disertai tanggung jawab.

Baca Juga: Literasi Digital: Bekal Penting Mahasiswa Menghadapi Dunia Kerja

Dengan demikian, kemampuan memperoleh informasi di era digital tidak cukup hanya dengan mengetahui cara mencari informasi. Mahasiswa perlu mampu menilai kualitas sumber, memahami isi informasi, dan menggunakannya secara bertanggung jawab.

Literasi digital yang baik memungkinkan mahasiswa memanfaatkan teknologi secara cerdas sebagai sarana belajar dan pengembangan diri.


Penulis: Fitria Rahmadhani
Mahasiswa Akuntansi S1 Universitas Pamulang (Unpam)


Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *