Harga Stabil, Stok Tetap: Mengintip Rahasia Penawaran Enam Komoditas di Pasar Modern BSD City

Penawaran komoditas pangan

TANGERANG SELATAN – Di tengah lorong Pasar Modern BSD City, para pedagang menjalankan hukum ekonomi yang biasanya hanya dibaca di buku kuliah: penawaran. Hasil observasi dan wawancara langsung terhadap enam pedagang menunjukkan satu pola yang menarik: saat harga bergerak, jumlah barang yang mereka sediakan nyaris tidak ikut berubah.

Enam komoditas diamati, yaitu ayam probiotik, kopi, daging beku, buah impor lemon gold, beras merah, dan telur omega. Seluruhnya dijual oleh pedagang yang berposisi di sisi penawaran pasar, dengan harga, teknologi, dan biaya yang berbeda-beda.

Harga Premium, Pasokan Tetap

Komoditas “sehat” di pasar ini dijual dengan harga di atas produk sejenisnya. Ayam probiotik di Kim Chick dibanderol sekitar Rp54.500 per kilogram untuk ayam utuh dan Rp76.000 untuk fillet, sedangkan ayam broiler biasa hanya Rp42.000–Rp48.000. Beras merah dijual sekitar Rp24.000 per kilogram, lebih tinggi dari beras putih premium yang sekitar Rp18.000. Telur omega bertengger di kisaran Rp31.000–Rp33.000 per kilogram, sementara telur ayam biasa dijual sekitar Rp26.000.

Penjual kopi di Mahika Kopi mematok Rp67.000 hingga Rp115.000 sesuai jenis dan kemasan. Daging beku di Bonju Indonesia berada di rentang Rp51.000–Rp70.000 per kilogram, dan buah impor di GoFruit Shop rata-rata sekitar Rp50.000 per kilogram atau lebih.

Menariknya, kenaikan atau penurunan harga barang lain tidak mengubah jumlah stok. Pedagang ayam probiotik, misalnya, mengaku perubahan harga ayam broiler tidak memengaruhi stoknya. Hal serupa disampaikan penjual kopi terhadap harga jus jeruk dan penjual daging beku terhadap harga bumbu. Dalam bahasa ekonomi, penawaran komoditas-komoditas ini bersifat inelastis: pedagang lebih memilih menyesuaikan harga jual daripada jumlah barang.

Teknologi Menjaga Kualitas dan Stok

Ketahanan stok ini tidak lepas dari teknologi sederhana yang dipakai pedagang. Freezer membuat daging beku dapat disimpan hingga sekitar satu tahun menurut pengakuan pedagang, dengan persediaan 200–400 kilogram per bulan. Ayam probiotik disimpan pada suhu sekitar minus 18 derajat Celsius dengan persediaan 350–500 kilogram per bulan. Buah impor dijaga dengan cold storage agar lebih tahan lama, sedangkan kopi disimpan dalam kemasan tertutup dan diolah dengan mesin espresso.

Penawaran komoditas pangan

Beras merah dan telur omega mengandalkan mesin sealer, timbangan digital, dan kemasan khusus. Teknologi ini terbukti membantu menjaga mutu, sebagaimana penelitian yang menyebut pengendalian suhu dan kebersihan selama penyimpanan sebagai tantangan utama rantai pasok daging beku (Neisyafitri & Ongkunaruk, 2020). Catatan menarik: kajian lain menyebut gizi daging beku terjaga bila pembekuan tidak lebih dari satu bulan (Ernawati et al., 2018), sehingga klaim penyimpanan setahun layak diuji lebih lanjut.

Biaya Produksi Menentukan Keberanian Menyetok

Biaya menjadi faktor penentu seberapa banyak barang ditawarkan. Pedagang ayam probiotik menyebut biaya produksi Rp32.000–Rp36.000 per kilogram dengan biaya operasional Rp3,8–Rp5,8 juta per bulan. Untuk penjual kopi, pembelian alat menjadi pengeluaran terbesar hingga puluhan juta rupiah. Modal awal stok daging beku sekitar Rp5–10 juta, buah impor Rp15–25 juta, dan beras merah Rp10–16 juta. Telur omega dibeli grosir seharga Rp22.000–Rp23.000 per kilogram, dengan biaya sekitar Rp11,5 juta per bulan untuk stok sekitar 500 kilogram.

BACA JUGA: Eksploitasi di Balik Kemewahan L’Occitane: Siapa yang Diuntungkan dari Komoditas Shea Butter Fair Trade

Studi kelayakan peternakan ayam probiotik menunjukkan bahwa usaha ini layak secara finansial, namun peternaknya masih sedikit sementara permintaan terus naik (Ratnasari et al., 2018). Temuan itu sejalan dengan kondisi di lapangan: hanya sekitar tiga toko ayam probiotik di pasar ini, sehingga persaingan lebih banyak diwarnai kualitas dan ketersediaan stok, bukan perang harga. Mutu itu mencakup aspek mikrobiologis yang menjadi tolok ukur daging ayam segar (Erna et al., 2016).

Persaingan dan Cuaca

Jumlah pesaing berbeda di setiap komoditas. Telur omega paling ramai dengan sekitar enam hingga tujuh kios, kopi sekitar lima toko, beras merah dan ayam probiotik masing-masing sekitar tiga toko, dan daging beku hanya sekitar dua toko. Pedagang buah impor menyebut persaingan langsung relatif terbatas, sehingga kesegaran dan kelengkapan jenis menjadi daya tarik.

Cuaca ikut berperan. Suhu tinggi dapat membuat ayam stres dan menurunkan produktivitas, musim kemarau memicu kenaikan biaya pendinginan daging, sedangkan hujan tinggi mengganggu distribusi dan meningkatkan risiko penyakit pada ternak. Beras merah pun rentan terhadap kekeringan dan banjir, sementara pasokan kopi dipengaruhi curah hujan dan suhu di daerah asal.

Substitusi dan Komplementer

Setiap komoditas memiliki barang pengganti dan pelengkapnya sendiri. Ayam probiotik bersaing dengan broiler dan berpasangan dengan minyak goreng serta bumbu. Kopi memiliki jus jeruk sebagai substitusi dan gula serta susu creamer sebagai pelengkap. Beras merah berpasangan dengan telur, ayam, dan sayuran, sedangkan telur omega lekat dengan nasi dan roti. Meski demikian, pedagang menegaskan perubahan harga barang-barang itu tidak serta-merta mengubah stok mereka.

Peluang dan Tantangan

Penelitian terdahulu menegaskan bahwa kesadaran kesehatan mendorong permintaan. Tren konsumsi beras merah meningkat seiring pola makan sehat (Nugraha et al., 2024), konsumen memilih telur omega-3 karena manfaat gizinya (Lestari et al., 2021; Mulatsih et al., 2024), dan penggunaan probiotik dinilai dapat meningkatkan keamanan daging ayam (Begdildayeva et al., 2023). Untuk buah impor, harga yang lebih tinggi berpengaruh negatif terhadap permintaan, sedangkan kesegaran dan penampilan menjadi pertimbangan utama pembeli (Hakim & Adriansyah, 2021; Nafisah et al., 2014).

Tantangannya ada pada distribusi dan persepsi. Ketersediaan produk dan saluran distribusi yang baik juga memengaruhi keputusan pembelian telur (Efendi et al., 2025). Gangguan distribusi dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga beras (Maharani & Puspasari, 2024), dan pedagang beras merah mengakui stok kerap tidak konsisten ketika pasokan beras premium menipis. Di sisi kopi, kemampuan dinamis rantai pasok terbukti berpengaruh positif terhadap kinerja kedai di Tangerang Selatan (Ramadhan & Wahyuningsih, 2024).

Pelajaran dari Pasar

Observasi ini memperlihatkan bahwa penawaran di Pasar Modern BSD City dipengaruhi harga barang itu sendiri, harga barang lain, teknologi, dan biaya produksi atau penyediaan. Bagi konsumen, temuan ini berarti harga cenderung lebih cepat berubah ketimbang ketersediaan barang. Bagi pedagang, kunci bertahan adalah menjaga kualitas, memperkuat pasokan, dan terus mengedukasi pembeli tentang manfaat produk. Pasar boleh modern, tetapi hukum penawaran tetap bekerja di setiap lapak.

Daftar Pustaka

Begdildayeva, N., Akhmetsadykova, S., & Ospanova, A. (2023). Probiotics isolated from the shubat in chicken meat production: Importance and HACCP analysis. The Journal of Almaty / Vestnik ATU, 2023(4), 144–150. https://doi.org/10.48184/2304-568x-2023-4-144-150

Efendi, A. B., Santoso, B., & Winahyu, P. (2025). Pengaruh kualitas produk, ketersediaan produk dan saluran distribusi terhadap keputusan pembelian telur pada UD Edy Horn. JIMMA: Jurnal Ilmiah Manajemen Muhammadiyah Aceh, 15(2).

Erna, M., Sartika, D., & Marliena, L. (2016). Survei cemaran mikrobia dan mutu daging ayam (Gallus gallus domesticus) segar. Jurnal Inovasi Pembangunan, 4(2).

Ernawati, F., Imanningsih, N., Nurjanah, N., Sahara, E., Sundari, D., Arifin, A. Y., & Prihatini, M. (2018). Nilai pH dan kualitas zat gizi makro daging beku, dingin dan segar pada pasar tradisional dan pasar swalayan. Penelitian Gizi dan Makanan, 41(1), 21–30.

Hakim, M., & Adriansyah, A. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan buah jeruk impor pada tingkat konsumen di Kota Binjai. Jurnal Al Ulum, 9(2). https://doi.org/10.47662/alulum.v9i2.183

Kelompok 2 Ekonomi Mikro. (2026). Analisis komoditas penawaran di Pasar Modern BSD City: Ayam probiotik, Mahika Kopi, daging frozen, lemon gold, beras merah, dan telur omega [Presentasi hasil observasi dan wawancara]. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Lestari, R. P., Haris, H., Fanani, M. Z., & Jumiono, A. (2021). Telur Omega-3: Proses pembuatan, pengamatan kualitas, foodborne disease dan manfaat bagi kesehatan. Jurnal Ilmiah Pangan Halal, 3(2), 26–31.

Maharani, A., & Puspasari, E. (2024). Literatur review: Analisis pemantauan ketersediaan dan distribusi beras dalam upaya ketahanan pangan. Karimah Tauhid, 3(10), 10940–10949.

Mulatsih, S., Soesanto, I. R. H., Retnani, Y., & Yani, A. (2024). Exploring the potential of Omega-3 enriched egg industry in Indonesia: Production, consumer demand, and competitiveness. Jurnal Ilmu Produksi dan Teknologi Hasil Peternakan, 12(2), 75–81. https://doi.org/10.29244/jipthp.12.2.75-81

Nafisah, S. N., Suharno, S., & Tinaprilla, N. (2014). Sikap dan persepsi konsumen terhadap jeruk lokal dan jeruk impor di pasar modern Kota Bogor. Forum Agribisnis, 4(1), 71–84.

Neisyafitri, R. J., & Ongkunaruk, P. (2020). The analysis of a chilled beef supply chain for developing strategic improvement. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 773, Article 012004. https://doi.org/10.1088/1757-899X/773/1/012004

Nugraha, A., Sudirman, Septian, Y. S., & Murwenie, I. (2024). Perspektif ekonomi dan sosial konsumen terhadap daya beli beras merah dan beras putih di Pasar Bayongbong Kabupaten Garut. Jurnal Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (EMBA), 3(1). https://doi.org/10.59820/emba.v3i1.281

Ramadhan, A. V., & Wahyuningsih. (2024). Pengaruh kemampuan kapabilitas dinamis rantai pasok pada kinerja perusahaan kedai kopi di Kota Tangerang Selatan. El-Mal: Jurnal Kajian Ekonomi & Bisnis Islam, 5(2), 831–844. https://doi.org/10.47467/elmal.v5i2.655

Ratnasari, I., Suhono, & Selvi, E. (2018). Analisis kelayakan usaha peternakan ayam probiotik pada PT. Gunung Mas. E-QIEN: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 8(1), 1–7.


Penulis:
1. Siti Maemunah
2. Siti Nuriah
3. Azka Nazmi Qurrota Ayuna
4. Indira Khairunnisa
5. Indrya Wulan Sari
6. Habibah Rizki Ramadhani
7. Raisyah Dwiairin Ningrum
8. Laily Nursya’bani
Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta


Dosen Pengampu: Dr. Rahmah Farahdita Soeyatno, S.P., M.Si.


Editor: Darsono. AR.

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *