Pendahuluan
Perkembangan teknologi digital mengubah cara masyarakat berbelanja, terutama bagi Generasi Z (Gen Z), yaitu mereka yang lahir sekitar tahun 1997 hingga 2012.
Gen Z tumbuh bersama internet, ponsel pintar, dan media sosial sehingga aktivitas belanja daring sudah menjadi bagian dari keseharian mereka.
Platform seperti Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, dan Lazada kini lebih sering dibuka daripada mal atau toko di pinggir jalan.
Artikel ini membahas alasan-alasan utama mengapa Gen Z lebih memilih marketplace daripada toko fisik.
1. Praktis dan Bisa Diakses Kapan Saja
Alasan paling mendasar adalah kemudahan. Marketplace buka 24 jam sehari, tujuh hari seminggu.
Gen Z bisa berbelanja dari kamar, kampus, atau saat menunggu antrean hanya dengan beberapa kali ketukan di layar ponsel.
Mereka tidak perlu menempuh kemacetan, mencari parkir, atau menyesuaikan diri dengan jam operasional toko.
2. Harga Lebih Murah dan Banyak Promo
Sebagian besar Gen Z masih berstatus pelajar, mahasiswa, atau pekerja pemula dengan anggaran terbatas sehingga harga menjadi pertimbangan utama.
Marketplace menawarkan beragam keuntungan, antara lain:
- Potongan harga dan flash sale
- Gratis ongkos kirim
- Voucher dan cashback
- Event belanja besar, seperti 9.9, 10.10, 11.11, dan 12.12
Selain itu, pembeli bisa membandingkan harga dari banyak penjual dalam hitungan detik, sesuatu yang sulit dilakukan di toko fisik.
3. Pilihan Produk yang Sangat Beragam
Toko fisik terbatas oleh ruang dan stok.
Marketplace menyediakan jutaan produk dari berbagai penjual, mulai dari fashion, elektronik, kosmetik, hingga produk niche yang sulit ditemukan di toko biasa.
Gen Z yang menyukai gaya unik dan personal merasa lebih bebas mengekspresikan diri melalui pilihan yang luas ini.
4. Ulasan dan Rating sebagai Bahan Pertimbangan
Gen Z dikenal kritis dan suka melakukan riset sebelum membeli.
Fitur ulasan, rating, foto, dan video dari pembeli sebelumnya membantu mereka menilai kualitas produk dan reputasi penjual.
Kepercayaan terhadap pengalaman sesama konsumen sering kali lebih tinggi daripada kepercayaan terhadap bujukan pramuniaga di toko.
5. Pengaruh Media Sosial dan Social Commerce
Gen Z menghabiskan banyak waktu di TikTok, Instagram, dan YouTube.
Konten ulasan produk (review), haul, dan live shopping dari kreator atau influencer mendorong mereka untuk langsung membeli.
Dengan hadirnya TikTok Shop, proses dari melihat konten hingga membayar menjadi sangat singkat. Belanja tidak lagi terasa sebagai kegiatan terpisah, melainkan bagian dari hiburan.
Baca Juga: Mendorong Toko Kelontong Desa Melek Digital demi Usaha Berkelanjutan
6. Pembayaran Digital yang Mudah
Gen Z akrab dengan dompet digital dan layanan keuangan modern, seperti GoPay, OVO, DANA, ShopeePay, QRIS, dan paylater.
Pilihan pembayaran yang fleksibel, termasuk cicilan dan COD (bayar di tempat), membuat transaksi terasa ringan dan tanpa repot membawa uang tunai.
7. Efisiensi Waktu dan Kenyamanan
Berbelanja di toko fisik memerlukan waktu untuk perjalanan, berkeliling, dan mengantre di kasir.
Di marketplace, semua itu dipangkas. Barang langsung diantar ke rumah, dan status pengiriman bisa dilacak secara real time.
Bagi Gen Z yang sibuk dengan kuliah, kerja, dan aktivitas lain, efisiensi ini sangat berarti.
8. Kebiasaan Digital Sejak Kecil
Sebagai digital native, Gen Z tidak mengalami masa transisi dari belanja konvensional ke daring.
Teknologi sudah menjadi bagian dari keseharian mereka sehingga marketplace terasa lebih natural dan nyaman dibandingkan proses tradisional.
Baca Juga: Belanja Online karena Butuh atau Cuma Pelampiasan? Gen Z Wajib Tahu Ini!
Sisi Lain yang Perlu Diperhatikan
Meski memiliki banyak keunggulan, belanja daring juga memiliki kekurangan:
- Barang tidak bisa dicoba atau dilihat langsung sehingga berisiko tidak sesuai ekspektasi.
- Ancaman penipuan dan produk palsu.
- Perilaku konsumtif akibat promo dan kemudahan pembayaran melalui paylater.
- Waktu pengiriman yang tidak selalu sesuai janji.
Karena itu, konsumen tetap perlu bijak, teliti memilih penjual, dan mengatur keuangan dengan baik.
Kesimpulan
Gen Z memilih marketplace karena menawarkan kemudahan, harga yang lebih terjangkau, variasi produk yang luas, ulasan yang transparan, pengaruh media sosial, serta sistem pembayaran digital yang fleksibel.
Toko fisik tetap memiliki keunggulan, seperti kesempatan mencoba produk langsung dan pengalaman berbelanja secara sosial.
Namun, untuk saat ini, kenyamanan dan efisiensi marketplace lebih sesuai dengan gaya hidup Gen Z.
Bagi pelaku usaha, ini menjadi sinyal bahwa kehadiran di dunia digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.
Penulis:
1. Raihan Kurniawan (231010506194)
2. Thimothy Henokh Parasian (231010502347)
3. Cristian Lee Lumban Raja (231010504942)
4. Andre (231010505010)
5. Muhammad Fadhil Alfharisy (231010502129)
6. Fikri Fadila (221010550505)
Mahasiswa Prodi Manajemen Pemasaran, Universitas Pamulang
Dosen Pengampu: Mutmainnah, S.E., M.M.
Editor: Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















