Mahasiswa UBSI Ajak Remaja Karang Taruna Menteng Atas Maknai Ketahanan Nasional dan Bela Negara

Mahasiswa UBSI Ajak Remaja Karang Taruna Menteng Atas Maknai Ketahanan Nasional dan Bela Negara2

Jakarta, MMI — Sebanyak 30 remaja dan warga Menteng Atas mengikuti penyuluhan “Ketahanan Nasional dan Bela Negara” di Sasana Krida Karang Taruna (SKKT) Menteng Atas, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Minggu, 25 Oktober 2026. Kelompok 2 mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kelas 19.2C.07 menggelar kegiatan ini sebagai program Pengabdian kepada Masyarakat skema mandiri pada mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan.

Kegiatan ini berangkat dari observasi dan diskusi awal tim dengan pengurus SKKT. Sebagian anggota Karang Taruna masih memaknai bela negara sebatas urusan militer, perang, atau senjata. Di sisi lain, remaja setiap hari menerima arus informasi media sosial yang memuat hoaks, ujaran kebencian, dan konten provokatif yang dapat memicu perpecahan.

Ketua pelaksana kegiatan, Yohanes Steaven Sean, menjelaskan bahwa tim ingin meluruskan anggapan tersebut. Menurutnya, bela negara juga dapat diwujudkan melalui sikap cinta tanah air, menjaga kerukunan, menolak hoaks, menjaga lingkungan, membantu sesama, serta berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.

Acara berlangsung selama dua jam. Kegiatan dibuka dengan registrasi peserta, doa bersama, dan sambutan ketua SKKT Karang Taruna Menteng Atas. Sebelum materi dimulai, peserta mengerjakan pre-test untuk mengukur pemahaman awal.

Tim kemudian memaparkan pengertian ketahanan nasional dan bela negara, bentuk ancaman militer dan nonmiliter, serta penerapan nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari. Tim juga mengingatkan bahwa Pasal 27 ayat (3) dan Pasal 30 ayat (1) UUD 1945 menempatkan bela negara sebagai hak dan kewajiban setiap warga negara, bukan hanya aparat.

Sesi tanya jawab menjadi bagian paling hidup. Peserta bertanya, menyampaikan pendapat, dan berbagi pengalaman tentang kondisi di lingkungan mereka, mulai dari penyebaran informasi palsu, konflik antarwarga, hingga kurangnya kepedulian terhadap lingkungan. Tim juga menggelar kuis berhadiah, dan tiga peserta membawa pulang hadiah.

Kegiatan ditutup dengan post-test, refleksi peserta, dan umpan balik dari pengurus Karang Taruna. Hasil evaluasi menunjukkan sekitar 80 persen peserta mampu menjawab pertanyaan seputar ketahanan nasional dan bela negara dengan benar. Nilai post-test juga lebih tinggi dibanding pre-test. Peserta yang awalnya cenderung pasif tampil lebih aktif dan antusias selama diskusi.

SKKT Karang Taruna Menteng Atas berperan besar dalam kelancaran acara. Pengurus menyediakan tempat, mengoordinasikan peserta, menyiapkan proyektor, pengeras suara, dan mikrofon, serta mendampingi peserta sepanjang kegiatan.

Pengurus SKKT juga ikut mengevaluasi kegiatan dengan memberikan masukan mengenai pelaksanaan program dan manfaat yang dirasakan peserta.

Tim pengabdian berharap Karang Taruna Menteng Atas dapat menggelar edukasi kebangsaan serupa secara berkala, sehingga kesadaran bela negara di kalangan remaja dan warga terus tumbuh.

Tentang Kegiatan

Kegiatan ini merupakan program Pengabdian kepada Masyarakat skema mandiri mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan, Universitas Bina Sarana Informatika, di bawah bimbingan Rizki Atsari Samanha, S.H., M.H. Tim pelaksana: Yohanes Steaven Sean (ketua), Aqilla Fauziah, Muhammad Ardika Maulana, Bambang Aryo, Kristian Revandy, Mutia Nurkhasanah, Fachrur Rozi, Bagus Saputra, Ahmad Alfin Musaqqi, dan Gathan Alvaro.

Kontak

Yohanes Steaven Sean, Ketua Pelaksana

 

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *