Nilai tukar adalah harga satu mata uang dalam mata uang lain. Bagi Indonesia, kurs rupiah terhadap dolar AS bukan sekadar angka di layar. Pergerakannya memengaruhi harga barang impor, beban utang luar negeri, dan daya saing ekspor (Bank Indonesia, 2023).
Pelaku bisnis digital pun ikut terdampak karena iklan di Google dan Meta, langganan perangkat lunak, serta jasa pemasaran lintas negara umumnya ditagih dalam dolar.
Secara teoretis, kurs terbentuk dari pertemuan permintaan dan penawaran valuta asing. Permintaan dolar datang dari impor, pembayaran utang, dan modal yang keluar, sedangkan penawarannya datang dari ekspor dan investasi asing yang masuk (Sukirno, 2016).
Cara kurs ditentukan bergantung pada rezim yang dianut. Indonesia menganut kurs mengambang sejak Agustus 1997 dan kini menerapkan mengambang terkelola: pasar menentukan arah, sementara Bank Indonesia meredam gejolak lewat intervensi di pasar spot, DNDF, dan pasar surat berharga negara.
Dalam jangka panjang, kurs cenderung mengikuti selisih inflasi antarnegara, yang dikenal sebagai paritas daya beli. Namun penyesuaiannya lambat sehingga teori ini kurang mampu menjelaskan gejolak harian (Rogoff, 1996). Gejolak jangka pendek lebih banyak dipicu arus modal.
Investor memburu imbal hasil tertinggi, sehingga kenaikan suku bunga The Fed kerap diikuti keluarnya dana dari negara berkembang. Dornbusch (1976) menyebut reaksi berlebihan ini sebagai overshooting, yakni kurs bergerak lebih jauh daripada yang dibenarkan fundamental ekonomi.
Pengalaman Indonesia membuktikan hal itu. Pada krisis 1997/1998, rupiah anjlok dari sekitar Rp2.400 hingga mendekati Rp16.000 per dolar AS akibat utang swasta berdenominasi dolar, cadangan devisa terbatas, dan runtuhnya kepercayaan investor.
Tekanan serupa dalam skala lebih kecil muncul saat taper tantrum 2013, pengetatan moneter AS 2018, pandemi 2020, dan kenaikan suku bunga The Fed sejak 2022. Bedanya, ketahanan kini lebih baik berkat utang luar negeri yang lebih terkelola dan bauran kebijakan Bank Indonesia yang lebih lengkap, termasuk SRBI sejak 2023. Alur pembentukan kurs dan dampaknya dirangkum pada gambar berikut.

Bagi pemasar digital, dampaknya konkret. Ketika rupiah melemah, biaya iklan dan langganan alat kerja berbasis dolar naik meski tarif aslinya tetap, dan margin produk impor ikut tertekan. Sebaliknya, pelaku usaha yang menjual ke luar negeri memperoleh harga yang lebih kompetitif.
Strategi yang dapat ditempuh antara lain menyusun anggaran dengan asumsi kurs konservatif, mengaudit alat berlangganan, mengoptimalkan targeting agar ROAS terjaga, serta memperkuat kanal organik seperti SEO dan konten agar tidak bergantung pada iklan berbayar.
Pada akhirnya, penentuan nilai tukar adalah soal fundamental dan kepercayaan. Pemerintah perlu menjaga inflasi dan transaksi berjalan, sementara pelaku usaha perlu memperlakukan kurs sebagai variabel risiko, bukan kejutan. Dengan memahami mekanismenya, bisnis digital dapat direncanakan lebih tangguh di tengah ketidakpastian global.
Rujukan
Bank Indonesia. (2023). Laporan Perekonomian Indonesia 2022.
Dornbusch, R. (1976). Expectations and exchange rate dynamics. Journal of Political Economy, 84(6).
Rogoff, K. (1996). The purchasing power parity puzzle. Journal of Economic Literature, 34(2).
Sukirno, S. (2016). Makroekonomi: Teori Pengantar. Rajawali Pers.
Penulis:
1. Anggitan Putri Bantari
2. Dina Haryanti
3. Robi Hidayat
Mahasiswa Program Studi Manajemen Digital Marketing, Universitas Pamulang
Dosen Pengampu: Deiz Novitasari, S.M., M.M.
Editor: Darsono. AR
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















