Salah satu keterampilan yang semakin penting untuk dimiliki oleh siswa di era digital seperti saat ini adalah kemampuan untuk berkomunikasi dengan baik. Banyak orang percaya bahwa kemampuan akademik dan moral yang baik cukup untuk sukses.
Kemampuan ini harus diimbangi dengan kemampuan berkomunikasi dan menyampaikan ide dengan baik, menurut pendapat saya. Salah satu keterampilan yang sangat penting adalah kemampuan berbicara di depan umum.
Bisa berbicara di depan banyak orang bukan satu-satunya hal. Selain itu, public speaking adalah kemampuan untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pendapat sehingga orang lain dapat memahaminya. Ini adalah keterampilan yang sebenarnya sering digunakan oleh siswa dalam berbagai aspek kehidupan mereka.
Misalnya, mereka sering berbicara di kelas, berbicara dalam kelompok, menyampaikan pendapat mereka kepada guru, bergabung dengan organisasi, dan berbicara di seminar.
Menurut pendapat saya, ada banyak siswa yang sangat cerdas, tetapi kurang percaya diri ketika harus berbicara dengan orang lain.
Seringkali, seseorang memilih untuk diam karena gugup, takut salah, takut dikritik, atau kurang terbiasa berbicara di depan umum. Namun, dengan latihan terus menerus, rasa percaya diri dalam berbicara dapat meningkat.
Baca Juga: Takut Salah Bicara: Hambatan Terbesar Mahasiswa dalam Belajar Public Speaking
Dalam dunia kerja, kemampuan public speaking semakin penting karena tidak hanya diperlukan kemampuan menyelesaikan tugas tetapi juga kemampuan berkomunikasi dengan rekan kerja dan pihak lain.
Seorang karyawan mungkin memiliki kemampuan teknis yang baik, tetapi mereka mungkin tidak dapat menjelaskan pekerjaan, menyampaikan ide, melakukan negosiasi, atau berbicara dengan pelanggan.
Perkembangan media sosial membuat berbicara semakin relevan selain dunia kerja. Saat ini, seseorang dapat menyampaikan pendapat melalui berbagai platform digital, seperti video, podcast, webinar, dan lainnya.
Kondisi ini memberi Anda kemampuan untuk menyampaikan pesan dengan jelas dan menarik, tetapi tetap berhati-hati karena apa yang disampaikan di platform digital dapat dilihat oleh banyak orang, yang dapat menyebabkan kesalahpahaman.
Saya percaya bahwa siswa dapat memulai dengan hal-hal sederhana daripada berbicara di depan ratusan orang. Misalnya, berpartisipasi dalam kegiatan seminar, mencoba menjadi pembicara dalam tugas kelompok, berani menyampaikan pendapat dalam diskusi, atau berlatih berbicara di depan kamera. Semakin banyak berlatih, seseorang menjadi lebih terbiasa dengan rasa gugup.
Kemampuan mendengarkan juga sangat penting. Komunikasi publik mencakup kemampuan berbicara dan memahami lawan bicara. Seseorang yang mampu menyampaikan pendapat dengan baik tetapi tidak mau mendengarkan orang lain belum tentu dianggap sebagai komunikator yang baik.
Akibatnya, kemampuan berbicara harus terkait dengan kemampuan mendengarkan, memahami keadaan, dan menyesuaikan cara kita berkomunikasi dengan orang yang kita bicarakan.
Saya percaya bahwa mahasiswa tidak seharusnya menganggap pidato publik sebagai sesuatu yang menakutkan. Salah berbicara adalah bagian dari proses belajar. Tidak semua individu memiliki kemampuan untuk berbicara dengan lancar dan percaya diri secara langsung.
Latihan, pengalaman, dan keberanian diperlukan untuk memiliki kemampuan tersebut. Selama masih dapat dikendalikan, gugup adalah hal yang wajar.
Public speaking bukan sekadar kemampuan untuk berbicara di depan banyak orang; itu adalah keterampilan untuk menyampaikan ide-ide Anda dengan cara yang dapat dipahami dan diterima oleh orang lain. Ini adalah keterampilan yang dapat bermanfaat bagi mahasiswa selama kuliah dan di dunia kerja.
Oleh karena itu, saya percaya bahwa mempelajari kemampuan berbicara di depan umum sejak kuliah adalah investasi dalam pengembangan diri dan masa depan.
Penulis: Ganisa Putri Maheswari (231010502231)
Mahasiswa Manajemen S1 Universitas Pamulang
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















