Terkadang kita benar-benar tidak menyukai hal ini.
Mengungkapkan diri dalam berbagai situasi, seperti berbicara dan berpidato atau menjawab pertanyaan di depan audiens yang menghadap kita, adalah hal yang cukup menantang.
Tidak hanya itu, hal ini juga sangat sering mengorbankan sisi kita yang paling asyik.
Kehidupan mahasiswa yang selama ini identik dengan belajar di dalam kelas pasti menghadirkan situasi ketika mahasiswa harus melakukan presentasi, mungkin memaparkan laporan yang disusun, atau mungkin juga berbicara saat memenuhi berbagai pertemuan di lingkungan kampus seperti seminar atau kegiatan serupa.
Maka, keahlian public speaking sebenarnya akan menjadi kebutuhan dasar dalam hidup kita.
Public speaking, atau disebut juga kemampuan berbicara di depan umum, adalah kemampuan menyampaikan ide, informasi, dan pendapat dengan jelas secara lisan kepada orang lain.
Secara garis besar, ada beberapa alasan atau faktor yang membuat seseorang sulit berbicara di depan umum, seperti rasa takut melakukan kesalahan, lupa karena tegang atau gugup, dihalangi oleh rasa takut, takut orang lain menertawakan kesalahan, dan kurangnya persiapan.
Ketakutan mahasiswa saat berbicara di depan banyak orang salah satunya karena terlalu berpikir tentang kemungkinan kesalahan yang akan dilakukan.
Kalaupun ingin membuat presentasi, misalnya, pikiran seseorang mungkin akan lebih tertuju pada pikiran seperti, “Bagaimana jika saya lupa?” atau “Bagaimana jika teman-teman sekelas saya menertawakan saya?” daripada fokus pada konten pembicaraan.
Akibatnya, rasa gugup mereka malah semakin parah, bahkan mereka sampai tidak menampilkan kemampuan terbaik mereka yang sebenarnya.
Menurut saya, membuat kesalahan saat berbicara sebenarnya hal yang wajar.
Tidak ada orang yang bisa menjadi pembicara yang hebat hanya dalam satu kali belajar public speaking.
Kemampuan itu butuh latihan dan keberanian untuk mencoba beberapa kali.
Nyatanya, orang yang sekarang tampak percaya diri saat public speaking mungkin juga tidak selalu percaya diri sejak awal latihan.
Justru melalui kesalahan-kesalahan itulah proses pembelajaran berlangsung.
Pembelajaran terjadi saat salah menyampaikan satu kalimat, kita bisa mengetahuinya setelah itu dan memilih untuk lebih berhati-hati.
Begitu juga ketika kita membuat presentasi dan lupa akan topik kita, kita juga akan belajar mempersiapkan diri dengan lebih baik.
Baca Juga: Kasus Mbah Tupon: Representasi Mafia Tanah di Indonesia ditinjau dari Sila Kelima Pancasila
Ketika merasa terlalu tegang, jika kita berusaha mengatur napas dan mengendalikan kecemasan, kita akan lebih mampu mengendalikan diri.
Oleh karena itu, kesalahan tidak selalu harus dipandang sebagai kegagalan, melainkan sebagai bagian dari proses untuk menjadi lebih baik.
Di sisi sebaliknya, lingkungan juga berpengaruh besar dalam menyemangati keberanian mahasiswa untuk berbicara.
Lingkungan yang mudah menertawakan kesalahan justru membuat seseorang makin takut berbicara.
Sebaliknya, lingkungan yang memberikan kesempatan untuk mencoba dan menghargai suara orang lain dapat membuat seseorang semakin percaya diri.
Oleh karena itu, belajar public speaking seharusnya tidak hanya berfokus pada teknik berbicara, seperti intonasi, artikulasi, kontak mata, dan bahasa tubuh.
Mahasiswa juga perlu belajar membangun keberanian dan menerima bahwa tidak semua perkataan harus disampaikan dengan sempurna.
Kita bisa menjalani latihan berbicara dimulai dari hal yang kecil, contohnya menyuarakan opini ketika berdiskusi dengan teman-teman di kelas, mengemukakan pertanyaan kepada dosen, melakukan presentasi yang telah dipersiapkan dengan matang, atau berbicara kepada kelompok yang kecil.
Baca Juga: Cara Agar Tidak Gugup Saat Presentasi Di Kelas/ Public Speaking
Semakin sering seseorang berlatih, semakin terbiasa pula dirinya menghadapi situasi yang sebelumnya dianggap menakutkan.
Kemampuan public speaking juga menjadi semakin penting di tengah persaingan dunia kerja yang kompetitif saat ini.
Pengetahuan yang luas akan sulit memberikan manfaat maksimal jika seseorang tidak mampu menyampaikannya dengan baik.
Dalam dunia kerja, seseorang mungkin harus melakukan presentasi, mengikuti wawancara, berdiskusi dengan rekan kerja, menyampaikan ide kepada atasan, bahkan berkomunikasi dengan pelanggan.
Oleh karena itu, kemampuan berbicara di depan umum tidak hanya diperlukan untuk meraih nilai bagus dalam suatu mata kuliah, tetapi juga berfungsi sebagai persiapan untuk kehidupan setelah lulus kuliah.
Saya yakin bahwa hambatan terbesar dalam belajar public speaking bukanlah ketidakmampuan untuk berbicara di depan umum, melainkan rasa takut untuk mencoba.
Kita sering menunggu sampai merasa benar-benar percaya diri sebelum berani berbicara.
Padahal, rasa percaya diri justru dapat tumbuh setelah kita berani mencoba.
Tidak apa-apa jika suara kita masih gemetar, tidak apa-apa jika sesekali lupa kata-katanya, dan tidak apa-apa jika kita melakukan kesalahan pada saat berbicara.
Yang terpenting adalah terus belajar dan berusaha.
Karena public speaking bukanlah tentang bagaimana kita berbicara tanpa pernah melakukan kesalahan, tetapi tentang keberanian untuk tetap berbicara meskipun kita tahu bahwa kita mungkin salah.
Penulis: Indah Wulandari
Mahasiswa Prodi Manajemen, Universitas Pamulang
Editor: Siti Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















