Yulinda tidak berniat menjadi pengusaha kue. Ia hanya menyimpan resep peninggalan neneknya. Keinginannya meneruskan usaha keluarga tumbuh kembali saat pandemi COVID-19, ketika ia mulai menjual kue talam, dadar gulung, hingga lapek sagu lewat media sosial (RRI Padang, 2026). Kisah ini terdengar manis, tetapi ia adalah pengecualian.
Paradoks perempuan dan usaha kecil
Di atas kertas, perempuan adalah tulang punggung usaha kecil kita. Wakil Menteri Perdagangan menyebut 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan (Suara.com, 2026), dan 51,2 persen penerima KUR juga perempuan (Good News from Indonesia, 2026).
Namun, banyaknya pelaku usaha perempuan tidak otomatis menjamin usaha mereka punya penerus. Para pembuat jajanan tradisional umumnya berusia lanjut dan kesulitan menemukan penerus. Proses pembuatan yang rumit dan lama membuat generasi muda enggan melestarikannya (Liputan6, 2025). Kurangnya promosi dan inovasi, dengan rasa dan tampilan yang tidak berubah, membuat jajanan tradisional kalah bersaing dengan makanan kekinian (RRI Bandar Lampung, 2025).
Resep yang tak pernah ditulis
Mengapa regenerasi begitu sulit? Salah satu jawabannya ada pada sifat pengetahuannya. Resep jajanan pasar jarang tertulis. Takaran, kehalusan adonan, dan kapan api harus dikecilkan hidup di tangan dan ingatan pembuatnya. Dalam kajian manajemen, ini disebut pengetahuan tacit, yaitu pengetahuan yang melekat pada pengalaman dan sulit dituliskan.
Kajian tentang perusahaan keluarga selama ini lebih banyak berfokus pada transfer pengetahuan eksplisit, sedangkan transfer pengetahuan tacit jauh lebih jarang diteliti (Munir, 2022). Artinya, ketika generasi pertama berhenti, yang hilang bukan hanya satu pemilik usaha, melainkan juga pengetahuan yang belum sempat berpindah tangan.
Soal minat dan restu keluarga
Penelitian suksesi menunjukkan bahwa keputusan meneruskan usaha tidak semata soal untung-rugi. Pandangan positif keluarga terhadap penerus yang masuk ke bisnis ikut meningkatkan niat penerus melanjutkan usaha, dan niat itu dipengaruhi kesediaan mengorbankan kepentingan pribadi (Wulansari & Cahyani, 2024).
Studi pada penerus perempuan menemukan bahwa motivasi untuk membangun relasi dan mengembangkan diri lebih menonjol daripada keinginan akan otonomi (Subadi dkk., 2023). Dengan kata lain, anak perempuan lebih mungkin bertahan bila usaha keluarga memberi ruang belajar dan kebersamaan, bukan sekadar beban kerja.
Penelitian lain pada usaha keluarga kuliner di Makassar menunjukkan bahwa pendidikan kewirausahaan dalam keluarga berkontribusi pada motivasi wirausaha, langsung maupun melalui sikap wirausaha (Hasan dkk., 2021). Karena itu, mengajak anak terlibat sejak dini bukan basa-basi, melainkan investasi suksesi.
Apakah gender menentukan?
Temuan studi gender dalam suksesi tidak seragam. Pada lima perusahaan keluarga di Grobogan, tiga di antaranya menganggap anak laki-laki wajib menjadi penerus, sementara dua lainnya tidak mempermasalahkan gender dan menilai kemampuan suksesor (Mulyaningtyas dkk. 2025).
Di Tulungagung, isu gender pada sebagian besar perusahaan yang diteliti tidak berpengaruh, dan proses suksesi bergantung pada perencanaan pendiri (Sartono & Subagyo, 2020). Pelajarannya: gender bukan penentu mutlak, tetapi norma keluarga dan perencanaan pendirilah yang membuka atau menutup pintu bagi anak perempuan.
Perlu dicatat, studi-studi ini meneliti perusahaan keluarga secara umum. Kajian khusus jajanan pasar masih sangat terbatas, dan di situlah ruang kontribusi bagi penelitian selanjutnya.
Inovasi dan jalan digital
Penerus muda membawa modal lain, yaitu kedekatan dengan teknologi. Riset pada UMKM perempuan kuliner menemukan bahwa inovasi pasar, termasuk penggunaan media sosial untuk menjangkau konsumen dan berpromosi, menjadi kontributor terbesar inovasi usaha kuliner (Republika, 2023). Sebagian pelaku kue tradisional di Palu juga mulai memakai media sosial untuk memperkenalkan produk (RRI Palu, 2026).
Namun, jalan ini belum terbuka lebar. Menurut Menteri UMKM, dari sekitar 65 juta pelaku UMKM, hanya sekitar 12 persen yang telah mengadopsi teknologi digital secara efektif (Warta Ekonomi, 2025).
Apa yang perlu dilakukan
- Perencanaan suksesi sejak dini. Kajian literatur menunjukkan perencanaan suksesi berdampak positif signifikan terhadap keberhasilan suksesi bisnis keluarga (Wulansari & Cahyani, 2024).
- Pengakuan peran penerus perempuan sebagai pengambil keputusan, termasuk dalam pencatatan usaha dan akses pembiayaan.
- Dokumentasi resep dan teknik, lewat video, catatan takaran, atau pendampingan langsung, agar pengetahuan tacittidak hilang bersama generasi pertama.
- Pendampingan digital dan kemasan bagi usaha keluarga, terutama untuk penerus muda.
Jajanan pasar bukan sekadar camilan, melainkan arsip rasa sebuah keluarga. Menjaganya berarti memastikan anak perempuan yang meneruskan resep ibunya juga dipercaya memegang usahanya.
DAFTAR PUSTAKA
Artikel jurnal
Hasan, M., Tahir, T., Nurdiana, N., Sebayang, K. D. A., & Fatwa, N. (2021). Does entrepreneurship education in family business affect entrepreneurial attitudes and motivation? Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Bisnis (JPEB), 9(2), 106–118. https://doi.org/10.21009/JPEB.009.2.3
Mulyaningtyas, B., Mustikasari, E., & Pranidana, S. A. (2025). Analisis gender pada suksesi perusahaan keluarga (multicase study pada lima perusahaan keluarga di Kabupaten Grobogan). https://ojs.umrah.ac.id/index.php/jmm/article/view/7230
Munir, N. S. (2022). Transfer pengetahuan tacit di perusahaan keluarga. Syntax Literate, 7(10). https://doi.org/10.36418/syntaxliterate.v7i10.15106
Sartono, S., & Subagyo, B. (2020). Analisis gender dalam suksesi perusahaan keluarga di Kabupaten Tulungagung. Jupeko (Jurnal Pendidikan Ekonomi), 5(1), 29–52. https://doi.org/10.29100/jupeko.v5i1.1522
Subadi, L. C., Soenartho, F., & Thamrin, J. M. (2023). Motivational trajectories of women entrepreneurs as successors to the family business. Jurnal Entrepreneur dan Entrepreneurship (JEE), 12(1), 33–50. https://doi.org/10.37715/jee.v12i1.3600
Wulansari, P., & Cahyani, R. R. (2024). Perencanaan suksesi dalam bisnis keluarga. JUMBIWIRA: Jurnal Manajemen Bisnis Kewirausahaan, 3(1), 65–76. https://doi.org/10.56910/jumbiwira.v3i1.1394
Berita dan media
Good News from Indonesia. (2026). Penopang ekonomi produktif, 64,5% UMKM kini dikelola perempuan. https://www.goodnewsfromindonesia.id/short/penopang-ekonomi-produktif-64-5-umkm-kini-dikelola-perempuan
Liputan6. (2025). 4 jajanan tradisional yang kini sulit dijumpai. https://www.liputan6.com/regional/read/5920351/4-jajanan-tradisional-yang-kini-sulit-dijumpai
Republika. (2023). Kreativitas dan inovasi UMKM perempuan. https://www.republika.id/posts/45794/kreativitas-dan-inovasi-umkm-perempuan
RRI Bandar Lampung. (2025). Jajanan tradisional mulai dilupakan, warisan rasa tergerus zaman. https://rri.co.id/bandar-lampung/kuliner/1546691/jajanan-tradisional-mulai-dilupakan-warisan-rasa-tergerus-zaman
RRI Padang. (2026). Menjaga cita rasa warisan nenek melalui jajanan tradisional Minangkabau. https://rri.co.id/padang/ekonomi/umkm/2611551/menjaga-cita-rasa-warisan-nenek-melalui-jajanan-tradisional-minangkabau
RRI Palu. (2026). UMKM Palu pertahankan kue tradisional di tengah modernisasi. https://rri.co.id/palu/ekonomi/umkm/2407762/umkm-palu-pertahankan-kue-tradisional-di-tengah-modernisasi
Suara.com. (2026, 25 September). Ternyata, 64 persen pelaku UMKM Indonesia adalah perempuan. https://www.suara.com/bisnis/2026/09/25/130225/ternyata-64-persen-pelaku-umkm-indonesia-adalah-perempuan
Warta Ekonomi. (2025). Menteri Maman apresiasi IPEMI dalam pemberdayaan UMKM perempuan. https://wartaekonomi.co.id/read566433/menteri-maman-apresiasi-ipemi-dalam-pemberdayaan-umkm-perempuan
Penulis:
1. Dinda Dauty
2. Fandi Setiawan
3. Yusalina
Mahaiswa Magister Sains Agribisnis, Fakultas Ekonomi Manajemen, Institut Pertanian Bogor
Dosen Pengampu: Dr. Yusalina, M.Si.
Editor: Darsono. AR
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















