Berapa banyak barang yang dipajang pedagang di pasar tidak ditentukan oleh keinginan semata. Penelusuran lapangan mahasiswa Universitas Islam Negeri Jakarta di Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan, terhadap lima komoditas (beras ketan, minyak kelapa, daging ayam kampung beku, anggur Muscat, dan telur omega) menunjukkan bahwa jumlah dagangan dibentuk oleh stok pemasok, modal belanja, cuaca, dan kebijakan pemerintah yang jauh dari lorong pasar.
Stok dan modal: batas yang nyata
Dalam teori ekonomi, penawaran bergerak searah dengan harga: ketika harga naik, penjual cenderung menawarkan lebih banyak (Mankiw, 2021). Di lapak, kenyataannya lebih rumit. Jumlah yang bisa ditawarkan lebih dulu dibatasi oleh stok dan modal yang tersedia.
Data lapangan memperlihatkan jurang skala yang lebar. Pedagang beras ketan menyetok sekitar 350 kilogram per minggu dengan modal belanja kira-kira Rp22,4 juta per bulan. Pedagang minyak kelapa menyiapkan 40 liter per minggu (sekitar Rp3,6 juta per bulan), pedagang anggur Muscat 5 kilogram per minggu (Rp1,8 juta), dan pedagang telur omega 20 kilogram per minggu (Rp2,16 juta). Pedagang ayam kampung beku berada di skala berbeda: sekitar 600 kilogram per hari (Kelompok 3, 2026).
Perbedaan skala itu tercermin pada pendapatan harian yang disampaikan para pedagang. Pak Yuda (44), penjual beras ketan, menyebut omzet sekitar Rp1,6 juta per hari. Yoshi (21), pedagang ayam kampung beku, menyebut angka sekitar Rp50 juta per hari. Di sisi lain, Ridwan (22), penjual anggur Muscat, mengaku meraup Rp100.000 hingga Rp200.000 per hari (Kelompok 3, 2026). Para pedagang juga mengaku tidak mudah menambah pasokan secara cepat ketika harga naik, karena sebagian besar barang bergantung pada pemasok.
Minyak kelapa: mahal di tengah minyak sawit bersubsidi
Di Pasar Cimanggis, minyak kelapa dijual sekitar Rp43.000 per liter. Bandingkan dengan MinyaKita yang dijual Rp15.700 per liter, sesuai harga eceran tertinggi, saat Wakil Menteri Perdagangan meninjau Pasar Ciputat pada Maret 2026 (detikFinance, 2026). Minyak goreng kemasan premium di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, tercatat sekitar Rp21.000 per liter (IDX Channel, 2026). Dengan selisih sebesar itu, wajar jika pedagang menilai pembeli mudah berpindah ke minyak lain bila minyak kelapa langka atau mahal (Kelompok 3, 2026).
Persoalan juga datang dari hulu. Ekspor minyak kelapa Indonesia naik 43 persen dari sisi nilai pada 2025, tetapi volumenya turun sekitar 18 persen karena bahan baku terbatas. Produksi kelapa nasional tertekan oleh pohon yang menua, produktivitas kebun rakyat yang rendah, cuaca ekstrem, dan ekspor kelapa bulat (Bisnis.com, 2026a). Pada awal 2025 saja, Tiongkok menyerap 68.065 ton kelapa bulat dari Indonesia dalam dua bulan (Kontan, 2025). Ketika harga di luar negeri menarik, kelapa mengalir keluar dan pengolah minyak di dalam negeri kesulitan bahan baku.

Telur omega: premium di tengah banjir telur biasa
Telur omega dijual sekitar Rp40.000 per kilogram di Cimanggis. Pedagang menilai pembeli cepat beralih ke telur biasa jika harga naik atau stok kosong (Kelompok 3, 2026). Posisi telur premium ini makin berat karena telur biasa sedang melimpah. Produksi telur ayam ras 2026 diproyeksikan sekitar 7,3 juta ton, sementara kebutuhan nasional sekitar 6,4 juta ton, dan harga di tingkat peternak tertekan di bawah harga acuan (Republika, 2026). Proyeksi Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk Januari sampai Juli 2026 pun menunjukkan produksi 4,17 juta ton berbanding kebutuhan 3,8 juta ton, dengan harga peternak sekitar Rp23.676 per kilogram pada 21 Juli (Kontan, 2026). Sebagai pembanding, telur ayam di Pasar Ciputat tercatat Rp31.000 per kilogram pada Maret 2026 (detikFinance, 2026). Selisih harga ini, meski diukur pada waktu berbeda, menjadi alasan sebagian pembeli enggan membayar lebih.
Beras ketan: kebijakan impor dan cuaca
Beras ketan di Cimanggis berasal dari Subang, Jawa Barat, dan Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. Dua pedagang di pasar itu bersaing pada mutu: kebersihan, kepulenan saat dimasak, aroma khas, dan keseragaman butir. Pedagang menyebut pembeli ketan asli sulit beralih ke beras lain, tetapi pasokan juga tidak bisa cepat ditambah (Kelompok 3, 2026).
Di daerah lain, kerentanan itu terlihat jelas. Pada 2026, pelaku UMKM di Solo melaporkan stok ketan di Pasar Legi sangat terbatas dan meminta pemerintah meninjau penghentian impor ketan, sementara Kementerian Pertanian menyatakan stok stabil (JawaPos.com, 2026). Penelitian ini tidak menemukan kelangkaan serupa di Cimanggis. Namun pedagang menyebut kekeringan dan curah hujan berlebihan sebagai ancaman terhadap pasokan.
Anggur Muscat: yang dijaga adalah kepercayaan
Anggur Muscat di Cimanggis dipasok dari Pasar Induk Tangerang dan dijual sekitar Rp90.000 per kilogram. Jika Muscat kosong, pembeli disebut langsung beralih ke anggur hitam, yang harganya sekitar Rp80.000 per kilogram (Kelompok 3, 2026). Sebagian besar anggur di Indonesia berasal dari impor (Kontan, 2024). Karena itu, isu keamanan pangan di luar negeri bisa langsung terasa di lapak. Pada akhir 2024, setelah laporan residu pestisida di Thailand, pemerintah menguji anggur Shine Muscat di dalam negeri. Dari 240 senyawa residu yang diuji, 219 negatif dan 21 terdeteksi dengan kadar di bawah batas maksimum (Bisnis.com, 2024). Bagi pedagang kecil, kejelasan informasi semacam ini penting karena mereka tidak punya sarana untuk membuktikan sendiri keamanan dagangannya.

Ayam kampung beku: kekuatan ada di penyimpanan
Pedagang ayam kampung beku di Cimanggis berjumlah empat orang, dengan pasokan dari peternakan sendiri di Tangerang Selatan. Persaingan terjadi pada pilihan merek dan ukuran kemasan. Chest freezer dan kemasan vakum menjaga kualitas sehingga daging dapat disimpan lebih lama. Harga ayam kampung beku sekitar Rp80.000 per kilogram, jauh di atas ayam ras. Daging ayam ras di Pasar Ciputat tercatat Rp45.000 per kilogram pada awal Maret 2026 dan turun ke kisaran Rp35.000 pada akhir bulan, di bawah harga acuan Rp40.000 (detikFinance, 2026; Bisnis.com, 2026b). Pedagang menyebut ayam kampung punya pembeli tersendiri, misalnya untuk opor dan soto, sehingga daging bebek beku (sekitar Rp71.000 per kilogram) sulit menggantikannya (Kelompok 3, 2026).
Catatan dan implikasi
Temuan ini berasal dari wawancara dengan satu pedagang per komoditas, sehingga belum mewakili seluruh pedagang di pasar. Meski begitu, polanya konsisten. Penawaran di pasar tradisional lebih ditentukan oleh stok, modal, dan informasi dari hulu ketimbang oleh harga jual semata. Bagi pembuat kebijakan, data pasokan yang terbuka dan stabilitas harga hulu, mulai dari kelapa, ketan, hingga telur, akan langsung terasa di lapak pedagang kecil. Bagi pedagang, menjaga mutu dan memilih pemasok yang andal tetap menjadi modal utama.
Daftar Pustaka
Bisnis.com. (2024, 4 November). Hasil uji BPOM: Anggur Shine Muscat di RI aman dikonsumsi. https://ekonomi.bisnis.com/read/20241104/12/1813033/hasil-uji-bpom-anggur-shine-muscat-di-ri-aman-dikonsumsi
Bisnis.com. (2026a, 3 Juni). Ekspor minyak kelapa RI melonjak 43% di 2025, peluang ekspansi terbuka lebar. https://ekonomi.bisnis.com/read/20260603/12/1978211/ekspor-minyak-kelapa-ri-melonjak-43-di-2025-peluang-ekspansi-terbuka-lebar
Bisnis.com. (2026b, 27 Maret). Bapanas klaim harga pangan turun usai sempat melonjak saat Lebaran. https://ekonomi.bisnis.com/read/20260327/12/1962523/bapanas-klaim-harga-pangan-turun-usai-sempat-melonjak-saat-lebaran/1
detikFinance. (2026, 6 Maret). Hasil Wamendag keliling Pasar Ciputat: Harga cabai, ayam, telur naik. https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8387130/hasil-wamendag-keliling-pasar-ciputat-harga-cabai-ayam-telur-naik/amp
IDX Channel. (2026, 18 Maret). Wamendag pastikan harga bahan pokok terkendali jelang Idulfitri. https://www.idxchannel.com/economics/wamendag-pastikan-harga-bahan-pokok-terkendali-jelang-idulfitri
JawaPos.com. (2026). Pasokan beras ketan di Solo langka, pelaku UMKM minta Menko Zulkifli Hasan turun tangan. https://www.jawapos.com/berita-daerah/2607250058/pasokan-beras-ketan-di-solo-langka-pelaku-umkm-minta-menko-zulkifli-hasan-turun-tangan
Kelompok 3. (2026). Analisis komoditas penawaran di Pasar Cimanggis [Data wawancara lapangan dan presentasi tugas kelompok, tidak dipublikasikan]. Universitas Islam Negeri Jakarta.
Kontan. (2024, 1 November). Badan Pangan pastikan anggur Muscat asal Thailand aman di konsumsi. https://nasional.kontan.co.id/news/badan-pangan-pastikan-anggur-muscat-asal-thailand-aman-di-konsumsi
Kontan. (2025, 14 Juni). Daulat kelapa bulat. https://insight.kontan.co.id/news/daulat-kelapa-bulat
Kontan. (2026). Bapanas: Harga telur & ayam mulai pulih, pemerintah jaga peternak dari ancaman rugi. https://industri.kontan.co.id/news/bapanas-harga-telur-ayam-mulai-pulih-pemerintah-jaga-peternak-dari-ancaman-rugi
Mankiw, N. G. (2021). Principles of economics (9th ed.). Cengage Learning.
Republika. (2026, 13 Mei). Surplus produksi telur bikin harga anjlok, MBG bisa jadi solusi?https://ekonomi.republika.co.id/berita/teyluu490/surplus-produksi-telur-bikin-harga-anjlok-mbg-bisa-jadi-solusi
Penulis:
1. Nazhima Athifa M,
2. Aisyah Althofunnisa
3. Zalfa Zahira
4. Aurora Irdina Mansur
5. Raysa Nayla Putri
6. Kanaya Radhia Utami
7. Raisyah Zhulaefah
8. Zahra Aulia Mutiara
9. Keysa Salma Zahra
Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Dosen Pengampu Mata Kuliah Pengantar Ekonomi Mikro: Dr. Rahmah Farahdita Soeyatno, S.P., M.Si.
Editor: Darsono. AR
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















