Membongkar Mitos Menstruasi: Fakta Medis dan Panduan Tepat Menjaga Kebersihan Kewanitaan

mitos menstruasi
Ilustrasi Manajemen Kebersihan Menstruasi

Menstruasi adalah siklus alami yang dialami oleh setiap perempuan.

Namun, sayangnya, masih banyak mitos dan informasi keliru yang beredar di masyarakat terkait hal ini.

Sering kali, mitos-mitos ini diturunkan dari generasi ke generasi tanpa penjelasan medis yang akurat sehingga memicu kebingungan, terutama di kalangan remaja dan mahasiswi.

Padahal, menjaga kebersihan dan kesehatan reproduksi selama masa haid adalah hal yang sangat krusial.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mulai melek literasi kesehatan dan membedakan mana yang sekadar mitos belaka dan mana yang merupakan fakta medis.

Mari kita bedah beberapa mitos populer yang sering terdengar.

Pertama, anggapan bahwa minum air dingin dapat membuat darah haid membeku adalah keliru.

Faktanya, tubuh kita memiliki kemampuan untuk menyesuaikan suhu minuman yang masuk.

Kedua, mitos mistis yang mengharuskan perempuan mencuci pembalut agar tidak “dijilat kuntilanak” justru bertentangan dengan pandangan medis karena mencuci pembalut sekali pakai ternyata dapat menyebarkan bakteri.

Baca Juga: Kesehatan Reproduksi Wanita: Dismenore, Sepele Tapi Berdampak Besar!

Selain itu, pantangan keramas saat haid juga tidak beralasan.

Padahal, keramas sangat efektif untuk membuat tubuh lebih rileks dan mengurangi rasa sakit kepala selama menstruasi.

Terakhir, gagasan nyeleneh untuk menggunakan darah haid sebagai masker wajah harus segera dihentikan karena darah tersebut mengandung bakteri.

Lalu, bagaimana sebenarnya cara yang tepat dalam menjaga kebersihan selama masa menstruasi?

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah manajemen penggunaan pembalut. Maksimal penggunaan satu pembalut adalah 4 hingga 6 jam.

Setelah itu, pembalut wajib diganti untuk mencegah penumpukan bakteri.

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, pembalut bekas tidak perlu dibilas.

Cukup buang ke tempat sampah terpisah yang disertai penutup.

Selain itu, perhatikan juga penyimpanannya.

Simpanlah pembalut di tempat yang steril dan tidak lembap, serta hindari penggunaan pembalut yang telah lama disimpan di dalam tas.

Baca Juga: Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Mengadakan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan Melalui Edukasi dan Produksi Pembalut Kain yang Aman dan Ramah Lingkungan

Selain pengelolaan pembalut, kebersihan area kewanitaan (Miss V) juga membutuhkan perhatian khusus.

Biasakan untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah mengganti pembalut.

Saat membersihkan area Miss V, jangan gunakan sabun, melainkan air bersih.

Pastikan juga arah pembersihan dilakukan dengan benar, yaitu dari arah Miss V menuju ke anus, agar bakteri dari anus tidak berpindah ke area Miss V.

Untuk kenyamanan dan kesehatan ekstra, gantilah celana dalam sebanyak 2 kali sehari dan gunakan celana dalam berbahan katun.

Kesimpulannya, menjaga kebersihan selama menstruasi bukanlah tentang mengikuti mitos yang tidak berdasar, melainkan menerapkan langkah-langkah higienis yang tepat.

Dengan memahami fakta-fakta ini, diharapkan para mahasiswi dapat lebih peduli dan bijak dalam merawat diri sendiri.

Sesuai dengan pesan penting yang harus selalu kita ingat: “Take care of yourself, with priority your hygiene”.

Jaga diri Anda dan jadikan kebersihan sebagai prioritas utama!


Penulis:
1. Lucky Ellyezabeth Princess
2. Yoan Suanny The
3. Alexander Gusti Rivaldi
4. Wilson Willy
5. Rm. Bernadus Bayu Susanto
Mahasiswa Psikologi, Universitas Katolik Musi Charitas Palembang


Editor: Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *