Kesehatan Reproduksi Wanita: Dismenore, Sepele Tapi Berdampak Besar!

dismenore

Kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sejahtera fisik, mental, serta sosial secara utuh, yang tidak hanya terbebas dari penyakit dan kecacatan, tetapi dari segala hal berkaitan dengan sistem fungsi dan proses reproduksi.

Salah satu aspek krusial kesehatan reproduksi wanita merupakan kesehatan menstruasi. Gangguan menstruasi bisa berupa gangguan pola perdarahan, fungsi ovarium, nyeri menstruasi (dismenore) serta gangguan lainya yang berkaitan dengan menstruasi.

Menstruasi merupakan proses alami yang datang secara berulang setiap bulan pada wanita dimulai sejak masa pubertas sampai menjelang menopause. Kedatangan menstruasi secara berulang setiap bulannya disebut siklus menstruasi. Normalnya, siklus menstruasi adalah 28 hari, namun terdapat beberapa wanita yang mengalami siklus menstruasi tidak teratur.

Bacaan Lainnya
DONASI

Baca juga: Kesehatan Reproduksi Remaja di Masa Pandemi Covid-19

Periode menstruasi yang tidak teratur atau persoalan lainnya adalah permasalahan paling sering dialami perempuan serta seringkali mengakibatkan mereka mencari pertolongan pada sistem pelayanan kesehatan. Kelainan menstruasi yang seringkali terjadi di antaranya amenore, dismenore, sindrom premenstrual, menoragia, atau metroragia .

Dismenore ialah gangguan ginekologi yang paling umum terjadi di wanita pada seluruh usia juga ras. Dismenore didefinisikan sebagai nyeri pada waktu menstruasi yang disertai dengan rasa kram dan  terpusat pada abdomen bawah kemudian menyebar ke punggung serta paha. Pada sebagian wanita bisa terjadi cukup parah serta menghambat kegiatan sehari-hari, Dismenore biasanya timbul sebelum dan saat menstruasi yang bertahan selama dua hingga empat hari.

Penyebab utama dismenore ialah dampak kontraksi yang kuat pada otot rahim pada waktu menstruasi untuk mengikis bagian dalam rahim. Kontraksi ini menekan pembuluh darah sehingga rahim mengeluarkan senyawa kimia yang menyebabkan rasa sakit.

Baca juga: Pentingnya Konseling Resiko Kesehatan Reproduksi pada Remaja

Umumnya, seluruh perempuan mengalami nyeri haid di perut bagian bawah saat mengalami menstruasi. Nyeri ini bisa menyebar hingga ke punggung bawah, bahkan paha. Memang ada nyeri haid ringan yang mungkin sering diabaikan, akan tetapi terdapat juga nyeri yang sangat parah dan butuh perhatian khusus. 

Berikut tanda-tanda nyeri haid yang berbahaya:

  • Nyeri haid yangg abnormal cenderung Mengganggu kegiatan sehari-hari.
  • Nyeri yang tidak membaik setelah  penggunaan obat antinyeri
  • Nyeri haid yang abnormal/ berlebihan terjadi secara tak teratur tiap bulan.
  • Mual serta kadang-kadang muntah.
  • Tinja encer
  • Nyeri pada saat buang air besar ketika haid.
  • Sakit kepala berlebihan dan pusing.

Gejala-gejala di atas bisa terjadi sebelum atau ketika menstruasi dimulai bahkan bisa bertahan dua sampai empat hari namun yang parah mampu bertahan lebih lama. Yang perlu diperhatikan dan diwaspadai jika perdarahan yang terjadi cukup banyak maka rasa sakit juga akan makin bertambah yang dapat mengakibatkan terhambatnya aktivitas sehari-hari.

Oktresna Haryati Lucky
NPM: 02180200104
Mahasiswa Universitas Indonesia Maju

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI