Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini bertujuan memberikan kontribusi nyata melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, terutama dalam bidang komunikasi dan literasi keuangan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kader Posyandu memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat. Selain membantu pelaksanaan kegiatan Posyandu, kader juga berinteraksi langsung dengan masyarakat, menyampaikan informasi, serta membantu menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan pelayanan yang tersedia.
Dalam menjalankan peran tersebut, keterampilan komunikasi menjadi salah satu kemampuan yang perlu diperhatikan. Informasi yang disampaikan dengan jelas dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami dapat membantu masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik.
Di sisi lain, literasi keuangan juga memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman mengenai pengelolaan uang, pencatatan pemasukan dan pengeluaran, serta penyusunan anggaran sederhana dapat membantu seseorang mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak.
Berdasarkan pentingnya kedua aspek tersebut, kegiatan PKM ini mengangkat tema “Peningkatan Komunikasi dan Literasi Keuangan Kader Posyandu untuk Meningkatkan Pemahaman dan Pelayanan Masyarakat.”
Melalui kegiatan ini, kader Posyandu diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi sekaligus memperoleh pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan.
Pentingnya Keterampilan Komunikasi bagi Kader Posyandu
Komunikasi merupakan proses penyampaian informasi antara seseorang dengan orang lain untuk membangun pemahaman bersama. Dalam kegiatan pelayanan masyarakat, komunikasi yang baik menjadi salah satu faktor yang mendukung kelancaran penyampaian informasi.
Kader Posyandu berinteraksi dengan masyarakat yang memiliki latar belakang dan tingkat pemahaman berbeda-beda. Oleh karena itu, kemampuan menyampaikan informasi dengan bahasa yang sederhana, jelas, dan sopan menjadi hal yang penting.
Komunikasi yang efektif tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berbicara, tetapi juga mencakup keterampilan mendengarkan, memahami kebutuhan lawan bicara, serta memberikan tanggapan yang sesuai.
BACA JUGA: Dari Pencatatan Manual Menuju Digitalisasi: Mengapa Kader Posyandu Perlu Mengenal Microsoft Exel?
Melalui kegiatan PKM ini, penguatan keterampilan komunikasi diarahkan untuk membantu kader memahami pentingnya membangun interaksi yang baik dengan masyarakat.
Kader diharapkan dapat menyampaikan informasi secara terstruktur, memberikan penjelasan yang mudah dipahami, serta menciptakan suasana komunikasi yang nyaman dan terbuka.
Dengan komunikasi yang baik, hubungan antara kader dan masyarakat diharapkan semakin positif sehingga penyampaian informasi mengenai kegiatan Posyandu dapat berlangsung secara lebih efektif.
Meningkatkan Literasi Keuangan melalui Pengelolaan Keuangan Sederhana
Selain keterampilan komunikasi, literasi keuangan menjadi aspek penting yang perlu dipahami dalam kehidupan sehari-hari.
Literasi keuangan merupakan pengetahuan dan pemahaman mengenai konsep serta risiko keuangan yang membantu seseorang mengambil keputusan keuangan secara tepat.
Pemahaman tersebut dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti membedakan kebutuhan dan keinginan, mencatat pemasukan dan pengeluaran, menyusun anggaran, serta membiasakan diri menggunakan uang sesuai prioritas.
Dalam kegiatan PKM ini, literasi keuangan diperkenalkan sebagai bekal pengetahuan yang dapat membantu kader mengelola keuangan pribadi maupun rumah tangga secara lebih terencana.
Melalui pemahaman dasar tersebut, peserta diharapkan dapat mengetahui pentingnya pencatatan keuangan untuk memantau penggunaan uang dan menghindari pengeluaran yang tidak diperlukan.
Pencatatan sederhana juga dapat membantu seseorang mengevaluasi kondisi keuangan dan menentukan prioritas pengeluaran sesuai kemampuan.
Materi literasi keuangan disampaikan menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari agar lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh peserta.
Hubungan Komunikasi dan Literasi Keuangan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Keterampilan komunikasi dan literasi keuangan merupakan dua aspek yang saling melengkapi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.
Komunikasi yang baik membantu seseorang menyampaikan informasi, membangun hubungan, dan memahami kebutuhan orang lain. Sementara itu, literasi keuangan memberikan pengetahuan untuk mengelola sumber daya keuangan secara lebih bijaksana.
Bagi kader Posyandu, kedua kemampuan tersebut dapat menjadi bekal dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan berinteraksi dengan lingkungan masyarakat.
Kemampuan berkomunikasi dapat membantu kader membangun hubungan yang baik dengan warga, sedangkan pemahaman literasi keuangan dapat meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang terencana.
Penguatan kedua aspek ini juga menjadi salah satu bentuk pengembangan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan masyarakat.
Melalui edukasi yang tepat, kader Posyandu diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga semakin percaya diri dalam mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
Peran Mahasiswa dalam Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat menjadi kesempatan bagi mahasiswa Universitas Pamulang untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan kemampuan masyarakat.
Melalui penyampaian materi dan diskusi, mahasiswa dapat berbagi pengetahuan mengenai komunikasi dan literasi keuangan dengan cara yang mudah dipahami.
Kegiatan ini juga menjadi sarana membangun hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Melalui interaksi tersebut, mahasiswa dapat memahami bahwa pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Pemberdayaan masyarakat tidak hanya berfokus pada penyampaian informasi, tetapi juga pada upaya mendorong peserta untuk memahami dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh.
Oleh karena itu, penyampaian materi yang sederhana, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta menjadi hal yang penting agar kegiatan PKM dapat memberikan manfaat secara optimal.
Harapan dan Dampak Kegiatan PKM
Melalui kegiatan PKM ini, mahasiswa Universitas Pamulang berharap kader Posyandu dapat meningkatkan keterampilan komunikasi serta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan.
Kemampuan komunikasi yang baik diharapkan dapat membantu kader menyampaikan informasi kepada masyarakat secara jelas, sopan, dan mudah dipahami.
Sementara itu, pemahaman literasi keuangan diharapkan dapat mendorong kader menerapkan kebiasaan mengelola keuangan secara lebih terencana, mulai dari mencatat pemasukan dan pengeluaran hingga menentukan prioritas kebutuhan.
Namun, peningkatan kemampuan tersebut memerlukan penerapan dan pembiasaan secara berkelanjutan. Pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan perlu dipraktikkan agar dapat memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kader Posyandu yang lebih komunikatif, memiliki wawasan keuangan yang baik, serta mampu berkontribusi secara positif dalam lingkungan masyarakat.
Pada akhirnya, pemberdayaan kader Posyandu melalui keterampilan komunikasi dan literasi keuangan bukan hanya bertujuan menambah pengetahuan, tetapi juga mendorong terbentuknya sumber daya manusia yang lebih percaya diri, mandiri, dan siap mendukung pelayanan masyarakat.
Tim Penulis 2
1. Winda Syifa Nuraini (Ketua)
2. Marsya Asafa Nada Sahira (Anggota)
3. Nikita Maharani (Anggota)
Mahasiswa Program Studi Akuntansi, Universitas Pamulang (UNPAM)
Dosen Pembimbing: Desy Purwasih, S.E., M.Ak.
Editor: Darsono. AR
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














