Penerapan Sistem Informasi Manajemen dalam Mendukung Pengambilan Keputusan pada PT Telkom Indonesia

Sistem Informasi Manajemen
Ilustrasi Sistem Informasi Manajemen

ABSTRAK

Tingginya eskalasi volume lalu lintas data yang mencapai rerata 13,9% hingga 15% setiap tahunnya menjadi tantangan tersendiri bagi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dalam mengelola sistem basis data korporasi.

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peranan Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang terintegrasi dengan teknologi Cloud, Big Data, dan Artificial Intelligence (AI) dalam mentransformasikan himpunan data mentah menjadi instrumen analisis bagi pengambilan keputusan strategis.

Mengacu pada kerangka kerja transformasi TLKM 30, Telkom berfokus pada efisiensi operasional, simplifikasi lini bisnis, serta optimalisasi nilai aset perusahaan.

Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi literatur, temuan penelitian mengindikasikan bahwa konsolidasi infrastruktur seperti Fixed Mobile Convergence (FMC) dan sistem One-Billing terbukti meningkatkan transparansi riwayat transaksi serta efektivitas pelayanan pelanggan.

Kendati demikian, efektivitas penyerapan teknologi ini amat bergantung pada integrasi antar-anak perusahaan, keandalan proteksi siber, mutu tata kelola data, serta penguatan kompetensi teknis sumber daya manusia.

Kata Kunci: Sistem Informasi Manajemen, Pengambilan Keputusan, PT Telkom Indonesia, Big Data, Kecerdasan Buatan (AI), Fixed Mobile Convergence (FMC).

Baca Juga: Navigasi Bisnis Modern: Peran Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam Pengambilan Keputusan

PENDAHULUAN

Dinamika industri telekomunikasi saat ini ditandai oleh pergeseran perilaku konsumen serta tingginya laju pertumbuhan lalu lintas data.

Bagi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, kondisi ini menciptakan keharusan untuk mengelola aset data secara responsif, presisi, dan terpadu.

Berdasarkan laporan perseroan, tren pertumbuhan data payload mengalami peningkatan yang konstan sekitar 13,9% hingga 15% per tahun.

Lonjakan tersebut berdampak langsung pada kompleksitas alur informasi di dalam organisasi.

Guna merespons perubahan lanskap bisnis tersebut, Telkom menginisiasi peta jalan transformasi jangka panjang yang dikenal sebagai kerangka kerja TLKM 30.

Fokus utama dari pilar strategis ini meliputi penataan ulang operasional (operational excellence), penyederhanaan portofolio bisnis (business simplification), serta maksimalisasi potensi nilai aset entitas.

Masalah mendasar yang kemudian muncul adalah mekanisme pengolahan data berskala besar (big data)—meliputi riwayat transaksi pelanggan, performa jaringan, lalu lintas data, hingga catatan keuangan—agar tidak sekadar menjadi tumpukan catatan pasif, melainkan mampu diolah menjadi landasan analisis dalam pengambilan keputusan eksekutif.

Oleh sebab itu, integrasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang didukung oleh komputasi awan (cloud computing), analitik data, dan Artificial Intelligence (AI) menjadi prasyarat penting dalam menjaga daya saing perusahaan.

Baca Juga: Analisis Pengambilan Keputusan dalam Ekonomi Manajerial pada Perusahaan Modern

METODE PENELITIAN

Studi ini menerapkan metode deskriptif-analitis berlandaskan pendekatan kualitatif.

Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran dokumen sekunder, yang mencakup Laporan Tahunan (Annual Report) PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, dokumen paparan kinerja korporasi, publikasi ilmiah terkait Sistem Informasi Manajemen, serta tinjauan pustaka mengenai penerapan AI dalam dunia industri.

Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara tematis dengan cara memetakan alur integrasi data, tantangan operasional perseroan, serta imbas penerapan SIM terhadap efektivitas keputusan manajerial.

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Konsolidasi Infrastruktur dan Integrasi Sistem Informasi

Upaya Telkom dalam memperkuat ekosistem digitalnya berpusat pada penataan infrastruktur yang mencakup jaringan kabel serat optik, pusat data (data center), platform komputasi awan, hingga analitik data berbasis AI.

Salah satu terobosan operasional yang direalisasikan adalah konsolidasi skema Fixed Mobile Convergence (FMC) yang diimbangi dengan adopsi sistem One-Billing.

Integrasi ini menyatukan pencatatan transaksi layanan kabel pita lebar (fixed broadband) dan seluler ke dalam satu platform yang saling terhubung.

Berdasarkan sudut pandang manajerial, keberadaan sistem One-Billing memberikan tiga dampak positif utama:

  • Peningkatan Visibilitas Perilaku Pelanggan: Manajemen memperoleh gambaran utuh mengenai pola konsumsi data dan kebutuhan pengguna secara riil.
  • Evaluasi Kualitas Layanan: Perusahaan dapat memantau titik-titik gangguan secara lebih cermat sehingga respons perbaikan dapat dilakukan lebih awal.
  • Efisiensi Alokasi Kapital: Data preferensi dan lalu lintas pengguna menjadi acuan yang akurat dalam memetakan arah investasi infrastruktur jaringan di masa mendatang.

2. Operasionalisasi AI dan Big Data dalam Pembuatan Keputusan

Sistem informasi modern pada organisasi skala besar tidak lagi diposisikan sebatas sarana penyimpan data (data repository).

Pada operasional Telkom, penggunaan platform AI dan analitik prediktif difungsikan untuk memicu efisiensi kerja melalui beberapa mekanisme utama:

  • Identifikasi Problem Operasional: Pemantauan kondisi jaringan dapat dilakukan secara otomatis sehingga potensi kerusakan dapat dideteksi sebelum berdampak luas pada pengguna.
  • Formulasi Solusi Berbasis Data: Keputusan bisnis—seperti penetapan paket layanan maupun penataan harga—diambil berdasarkan proyeksi tren konsumsi, bukan berasaskan asumsi semata.
  • Manajemen Risiko Siber dan Bisnis: Analisis data secara sistematis membantu manajemen dalam mengantisipasi lonjakan trafik, ketimpangan kapasitas jaringan, hingga ancaman keamanan informasi.

Baca Juga: Tata Kelola AI dan Big Data sebagai Pilar Kedaulatan Digital Indonesia: Antara Regulasi, Risiko Disinformasi, dan Tanggung Jawab Publik

3. Hambatan Operasional dan Faktor Determinasi Keberhasilan

Kendati dukungan teknologi modern tergolong amat mumpuni, efektivitas adopsi SIM di tubuh Telkom tetap berhadapan dengan sejumlah tantangan operasional.

Terdapat tiga pilar utama yang menentukan tingkat keberhasilan adopsi sistem ini:

  • Penanganan Data Silo dan Konsistensi Data: Keberadaan berbagai unit bisnis dan anak perusahaan berpotensi memicu fragmentasi data. Oleh karena itu, standardisasi serta sinkronisasi data lintas entitas menjadi hal mendesak untuk diselesaikan.
  • Perlindungan Keamanan Siber (Cybersecurity): Pertumbuhan ekosistem digital yang masif berbanding lurus dengan peningkatan risiko kebocoran data. Tata kelola keamanan informasi mutlak dijadikan prioritas operasional tertinggi.
  • Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM): Keberadaan instrumen AI yang canggih memerlukan kesiapan tenaga kerja yang adaptif. Peningkatan kompetensi staf melalui pelatihan pengolahan data, analisis sistem, dan proteksi siber menjadi investasi jangka panjang yang wajib dijalankan perseroan.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang terintegrasi memegang peranan pivotal dalam mendukung efektivitas pengambilan keputusan di PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.

Eskalasi trafik data yang tinggi, persaingan sektor telekomunikasi yang ketat, serta tuntutan efisiensi operasional mendorong perseroan untuk memanfaatkan pemrosesan Big Data, Cloud Computing, dan AI secara sistematis.

Meskipun demikian, keberhasilan SIM tidak semata-mata diukur dari spesifikasi teknologi yang digunakan, melainkan juga sangat ditentukan oleh kebersihan dan konsistensi data, keandalan sistem keamanan siber, ketatnya tata kelola, serta tingkat kematangan kapasitas SDM dalam mengoperasikan sistem.

Saran

  1. Perseroan disarankan untuk terus mempercepat konsolidasi arsitektur data guna mengeliminasi sekat-sekat informasi (data silo) di antara entitas anak perusahaan.
  2. Pelatihan teknis secara berkala di bidang analitik data, kecerdasan buatan, dan proteksi siber perlu diarusutamakan bagi seluruh tingkatan tenaga kerja.
  3. Kerangka tata kelola data (data governance framework) harus senantiasa diperbarui seiring dengan munculnya jenis-jenis ancaman keamanan informasi yang baru.

Penulis:
1. Amelia ( 251010500645)
2. Cyrilla Haryanti ( 251010500647)
3. Elsa Meika Pratiwi ( 251010502798)
4. Davina Aurelia Maycetta ( 251010500624)
5. Fika Alfira ( 251010500630)
Mahasiswa Program Studi Manajemen, Universitas Pamulang


Dosen Pengampu: Dosen Mitri Nelsi, S.E.


DAFTAR PUSTAKA

  1. Laudon, K. C., & Laudon, J. P. (2020). Management Information Systems: Managing the Digital Firm (16th ed.). Pearson Education.
  2. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (2025). Annual Report 2024: Reaching New Heights. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
  3. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (2025). Telkom Wraps Up 2024 on a High Note, Achieving IDR 150 Trillion in Consolidated Revenue (Press Release). Jakarta: PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
  4. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (2026). Apa Itu TLKM 30? Kerangka Transformasi Strategis Telkom Indonesia hingga 2030. Official Corporate News.
  5. Turban, E., Volonino, L., & Wood, G. R. (2018). Information Technology for Management: On-Demand Strategies for Performance, Growth and Sustainability (11th ed.). John Wiley & Sons.

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *