Pengangkatan Rocky Gerung ke Wantimpres memunculkan dilema etika yang tidak sederhana.
Publik mengingat rekam jejaknya sebagai pengkritik keras kekuasaan, termasuk pernyataan kasar kepada presiden.
Kini ia menerima jabatan dari pihak yang pernah ia kritik.
Perubahan posisi ini memicu pertanyaan tentang konsistensi, integritas, dan makna kritik publik.
Dalam etika keutamaan, integritas menuntut keselarasan ucapan, keyakinan, dan tindakan.
Karena itu, publik berhak bertanya apakah kritiknya tetap merupakan prinsip atau berubah menjadi strategi.
Etika publik memberi ruang bagi perubahan taktik, tetapi menuntut penjelasan yang jujur.
Tanpa penjelasan, pengangkatan ini mudah dibaca sebagai kooptasi.
Kritik yang tadinya lantang berubah menjadi pertimbangan tertutup, sementara publik kehilangan akses pada suara kritis yang biasa mereka dengar.
Namun, langkah ini juga bisa dibaca sebagai perang posisi dari dalam.
Jika Rocky mampu memengaruhi kebijakan secara etis, masuk ke sistem tidak otomatis menjadi pengkhianatan.
Persoalannya terletak pada tujuan, kemandirian, dan keberanian bersuara.
Jika ia tetap kritis, ia bisa menjadi rem moral dari dalam.
Jika ia melunak, ia berubah menjadi pembenaran kekuasaan.
Karena itu, penilaian etis final sebaiknya menunggu bukti.
Publik perlu mengawasi sikap, akses, dan hasil yang terlihat.
Kritik terhadap Rocky tidak perlu menjadi serangan pribadi, tetapi harus diarahkan pada konsistensi dan dampak.
Sebaliknya, Rocky perlu menjelaskan posisinya secara terbuka dan menanggung risiko pilihannya.
Presiden juga harus membuktikan bahwa pengangkatan ini memperkuat, bukan melemahkan, ruang kritik.
Pada akhirnya, jabatan bukan akhir dari etika, melainkan ujian yang lebih berat bagi integritas kritik publik.
Dengan begitu, dilema ini tidak diselesaikan oleh simbol, tetapi oleh pertanggungjawaban yang terus diuji publik.
Penulis: YV Agung Riono
Mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Pamulang
Dosen Pengampu: Dr. Edi Sofwan, S.H., M.H.
Editor: Sajidah El-Zahra
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















