Backlink menjadi salah satu istilah yang sering dibicarakan ketika seseorang mulai mempelajari Search Engine Optimization (SEO). Tidak sedikit pemilik website yang kemudian berusaha mendapatkan sebanyak mungkin tautan dari website lain karena menganggap jumlah backlink dapat menentukan posisi halaman di Google.
Padahal, backlink tidak seharusnya dinilai hanya berdasarkan jumlahnya. Relevansi halaman, kualitas website pemberi tautan, konteks penempatan, hingga alasan sebuah link diberikan perlu menjadi perhatian.
Karena itu, strategi membangun backlink berkualitas sebaiknya tidak dimulai dengan pertanyaan tentang berapa banyak link yang harus diperoleh, tetapi mengapa website lain layak memberikan tautan menuju konten kita.
Lalu, apa sebenarnya backlink berkualitas? Bagaimana ciri-cirinya dan bagaimana cara mendapatkannya secara wajar?
Apa itu Backlink?
Backlink adalah tautan dari sebuah website yang mengarah menuju halaman di website lain.
Misalnya, sebuah artikel universitas membahas hasil penelitian mahasiswa dan mencantumkan tautan menuju laporan penelitian yang diterbitkan pada website lain. Website yang dirujuk tersebut mendapatkan backlink dari halaman universitas.
Backlink dapat muncul karena berbagai alasan. Penulis mungkin menggunakannya sebagai sumber, memberikan rekomendasi bacaan tambahan, merujuk penelitian, menyebut organisasi, atau mengarahkan pembaca menuju informasi yang lebih lengkap.
Dari perspektif pengguna, fungsi utama sebuah link sebenarnya sederhana: membantu pembaca menemukan informasi lain yang relevan.
Apa Itu Backlink Berkualitas?
Backlink berkualitas adalah tautan dari halaman lain yang mempunyai relevansi dan konteks yang jelas terhadap halaman yang dirujuk serta memberikan nilai bagi pengguna.
Kualitas backlink karena itu tidak tepat jika hanya ditentukan berdasarkan satu angka atau metrik tertentu.
Bayangkan sebuah website mahasiswa menerbitkan penelitian mengenai perilaku penggunaan media sosial di kalangan mahasiswa Indonesia.
Apabila penelitian tersebut kemudian dirujuk oleh website universitas, media, peneliti, atau artikel lain yang sedang membahas topik serupa, backlink tersebut mempunyai hubungan kontekstual yang jelas.
Berbeda jika link menuju penelitian tersebut ditempatkan secara acak pada artikel yang membahas topik sama sekali tidak berhubungan.
Konteks inilah yang perlu diperhatikan ketika mengevaluasi sebuah backlink.
Mengapa Backlink Penting untuk Website?
Link merupakan bagian penting dari struktur web. Pengguna berpindah dari satu halaman menuju halaman lainnya menggunakan tautan, sementara mesin pencari juga menggunakan link dalam proses menemukan dan memahami halaman di internet.
Namun, backlink sebaiknya tidak dipandang hanya sebagai alat untuk mengejar ranking.
Ada beberapa manfaat lain yang dapat diperoleh dari backlink.
1. Membantu Pengguna Menemukan Website
Backlink dapat menjadi sumber kunjungan langsung.
Ketika seseorang membaca sebuah artikel kemudian menemukan link yang relevan, pembaca dapat mengikuti link tersebut untuk memperoleh informasi lebih lanjut.
Kunjungan semacam ini biasa disebut referral traffic.
Karena itu, salah satu pertanyaan yang dapat digunakan ketika mengevaluasi backlink adalah:
Apakah pembaca halaman tersebut mempunyai alasan untuk mengklik link ini?
Jika jawabannya iya, kemungkinan link tersebut memang mempunyai hubungan yang relevan.
2. Membantu Penemuan Konten
Link juga dapat membantu mesin pencari menemukan halaman baru.
Website yang mempunyai struktur internal link baik serta mendapatkan referensi dari halaman lain memberikan lebih banyak jalur bagi crawler untuk menemukan kontennya.
Namun, kemampuan sebuah halaman untuk ditemukan tidak berarti halaman tersebut otomatis mendapatkan posisi tinggi di hasil pencarian.
3. Memperluas Jangkauan Konten
Konten yang benar-benar bermanfaat berpotensi digunakan sebagai referensi oleh website lain.
Penelitian, data, infografik, laporan, panduan mendalam, atau analisis yang mempunyai informasi unik biasanya mempunyai alasan lebih kuat untuk dirujuk.
Backlink dalam situasi tersebut muncul sebagai konsekuensi dari nilai informasi yang diberikan.
Ciri-Ciri Backlink Berkualitas
Tidak ada satu indikator tunggal yang dapat menentukan apakah sebuah backlink berkualitas.
Beberapa faktor berikut dapat digunakan sebagai bahan evaluasi.
1. Berasal dari Halaman yang Relevan
Relevansi merupakan salah satu aspek yang penting diperhatikan.
Website tidak harus membahas topik yang sama secara keseluruhan. Namun, halaman yang memberikan link sebaiknya mempunyai hubungan yang masuk akal dengan halaman tujuan.
Contohnya, artikel mengenai persiapan memasuki dunia kerja dapat secara wajar memberikan referensi menuju penelitian mengenai kebutuhan keterampilan lulusan perguruan tinggi.
Hubungan tersebut mudah dipahami oleh pembaca.
2. Ditempatkan Secara Kontekstual
Backlink yang berada di dalam pembahasan dan membantu pembaca memperoleh informasi tambahan mempunyai konteks yang lebih jelas dibandingkan link yang ditempatkan secara acak.
Link sebaiknya muncul ketika memang dibutuhkan.
Jangan memaksakan tautan hanya karena ingin mendapatkan backlink.
3. Berasal dari Website yang Memiliki Kredibilitas
Kredibilitas sumber juga perlu diperhatikan.
Website lembaga pendidikan, organisasi profesional, media, institusi pemerintah, perusahaan, komunitas, maupun website independen dapat memberikan backlink yang bernilai apabila halaman dan konteksnya relevan.
Namun, jangan menilai kredibilitas hanya berdasarkan nama domain.
Pemilik website tetap perlu memeriksa kualitas konten, identitas pengelola, rekam jejak publikasi, dan relevansi website tersebut.
4. Anchor Text Digunakan Secara Natural
Anchor text adalah teks yang dapat diklik pada sebuah hyperlink.
Anchor text sebaiknya membantu pembaca memahami halaman yang akan dibuka.
Penggunaan kata kunci yang sama secara berlebihan pada banyak backlink dapat terlihat tidak natural. Tidak semua backlink harus menggunakan keyword utama sebagai anchor text.
Nama website, judul artikel, nama organisasi, URL, atau frasa kontekstual juga dapat digunakan secara alami.
5. Berpotensi Memberikan Referral Traffic
Backlink yang ditempatkan pada halaman yang benar-benar dibaca pengguna mempunyai peluang menghasilkan kunjungan.
Hal ini memberikan nilai yang tidak bergantung sepenuhnya pada mesin pencari.
Karena itu, kualitas sebuah backlink juga dapat dipertimbangkan dari sisi pengguna, bukan hanya metrik SEO.
Backlink Berkualitas Bukan Sekadar DA dan DR Tinggi
Domain Authority (DA) dan Domain Rating (DR) sering digunakan praktisi SEO ketika mengevaluasi website.
Metrik tersebut dapat membantu dalam analisis, tetapi perlu dipahami bahwa DA dan DR merupakan metrik yang dikembangkan oleh perusahaan penyedia perangkat SEO, bukan skor resmi Google.
Karena itu, jangan menentukan kualitas backlink hanya berdasarkan angka DA atau DR.
Website dengan metrik tinggi belum tentu menjadi tempat yang relevan untuk mendapatkan backlink.
Sebaliknya, website yang mempunyai audiens spesifik dan konten berkualitas dapat tetap menjadi sumber referensi yang relevan meskipun metrik pihak ketiganya tidak terlalu tinggi.
Gunakan metrik SEO sebagai salah satu data pendukung, bukan satu-satunya dasar keputusan.
Jenis Backlink yang Perlu Dipahami
Tidak semua link memiliki konteks yang sama. Pemilik website perlu memahami beberapa jenis hubungan link.
1. Editorial Link
Editorial link muncul ketika pemilik atau penulis website secara independen memutuskan merujuk sebuah halaman karena dianggap relevan.
Contohnya, seorang penulis menemukan penelitian yang mendukung pembahasannya kemudian mencantumkan penelitian tersebut sebagai referensi.
Link seperti ini mempunyai alasan editorial yang jelas.
2. Guest Post
Guest post merupakan artikel yang ditulis untuk diterbitkan pada website pihak lain.
Guest post tidak otomatis bermasalah atau otomatis berkualitas.
Nilainya bergantung pada tujuan, kualitas artikel, relevansi website, serta bagaimana link ditempatkan.
Jika artikel hanya dibuat untuk menanam backlink secara massal tanpa memberikan nilai kepada pembaca, praktik tersebut berbeda dari kontribusi editorial yang benar-benar bermanfaat.
3. Link Atribusi atau Referensi
Website dapat memperoleh backlink ketika data, penelitian, gambar, laporan, atau informasi yang diterbitkannya digunakan sebagai sumber.
Ini menjadi salah satu alasan mengapa membuat konten orisinal dapat membantu proses memperoleh backlink.
4. Nofollow Link
Atribut nofollow dapat digunakan untuk memberikan petunjuk kepada mesin pencari mengenai hubungan antara halaman yang memberikan tautan dan halaman tujuan.
Misalnya, sebuah website memberikan tautan menuju Media Mahasiswa Indonesia, tetapi memilih menggunakan atribut nofollow.
Contoh:
<a href="https://mahasiswaindonesia.id/" rel="nofollow">Media Mahasiswa Indonesia</a>
nofollow sama sekali tidak memiliki manfaat. Jika ditempatkan secara relevan dan benar-benar digunakan pembaca, tautan tersebut tetap dapat membantu pengguna menemukan Media Mahasiswa Indonesia serta berpotensi menghasilkan <em>referral traffic</em>.5. Sponsored Link
Atribut sponsored digunakan untuk menandai link yang muncul karena iklan, sponsorship, pembayaran, atau bentuk kompensasi lainnya.
Misalnya, Media Mahasiswa Indonesia bekerja sama dengan sebuah website dan memperoleh tautan sebagai bagian dari kerja sama berbayar. Link tersebut dapat ditandai seperti berikut:
<a href="https://mahasiswaindonesia.id/" rel="sponsored">Media Mahasiswa Indonesia</a>
Prinsip yang sama berlaku pada Media Mahasiswa Indonesia ketika menerbitkan artikel yang mengandung tautan dari kerja sama komersial. Link tersebut perlu diberi atribut rel="sponsored" secara tepat.
6. UGC Link
Atribut ugc merupakan singkatan dari <em>user-generated content</em>. Atribut ini dapat digunakan untuk link yang dimasukkan pengguna melalui konten buatan pengguna, misalnya komentar atau forum.
Sebagai contoh, seorang pengguna menuliskan alamat Media Mahasiswa Indonesia pada kolom komentar sebuah website:
<a href="https://mahasiswaindonesia.id/" rel="ugc">Media Mahasiswa Indonesia</a>
ugc memberikan konteks bahwa tautan tersebut berasal dari konten pengguna, bukan merupakan link yang sengaja diberikan oleh redaksi website sebagai referensi editorial.Dengan demikian, nofollow, sponsored, dan ugc tidak sebaiknya dipandang hanya dari sudut pandang apakah sebuah link “bagus untuk SEO” atau tidak. Ketiga atribut tersebut mempunyai fungsi untuk memberikan konteks mengenai sifat dan hubungan sebuah tautan.
Cara Mendapatkan Backlink Berkualitas
Mendapatkan backlink sebaiknya dimulai dengan membangun alasan mengapa orang lain perlu merujuk website Anda.
Berikut beberapa pendekatan yang dapat digunakan.
1. Buat Konten yang Layak Dijadikan Referensi
Artikel biasa belum tentu mempunyai alasan kuat untuk mendapatkan backlink.
Cobalah membuat aset informasi yang mempunyai nilai tambahan, misalnya:
- hasil penelitian;
- survei;
- data original;
- laporan industri;
- panduan komprehensif;
- studi kasus;
- infografik;
- analisis data; atau
- sumber pembelajaran yang sulit ditemukan di tempat lain.
Semakin besar nilai unik sebuah halaman, semakin besar pula alasan orang lain menjadikannya referensi.
2. Perbarui Artikel Lama yang Berkualitas
Tidak selalu harus membuat artikel baru.
Website mungkin sudah mempunyai artikel yang pernah mendapatkan backlink tetapi informasinya mulai ketinggalan.
Perbarui data, sumber, struktur pembahasan, gambar, serta informasi yang sudah berubah.
Konten lama yang terus dipelihara dapat tetap relevan dan layak dirujuk.
3. Publikasikan Data dan Penelitian Original
Data merupakan salah satu bentuk konten yang berpotensi mendapatkan referensi.
Kampus, organisasi mahasiswa, komunitas, bisnis, dan lembaga penelitian dapat melakukan survei atau mengolah data yang memang mereka miliki.
Pastikan metodologi dijelaskan sehingga pembaca dapat memahami bagaimana data tersebut diperoleh.
4. Bangun Relasi dengan Website yang Relevan
Link building tidak harus dimulai dari transaksi.
Hubungan profesional dengan media, komunitas, universitas, organisasi, peneliti, atau pelaku industri dapat membuka peluang kolaborasi.
Kolaborasi tersebut dapat berupa penelitian, wawancara, publikasi data, kegiatan bersama, atau kontribusi keahlian.
Jika menghasilkan link, tautan tersebut muncul dalam konteks yang dapat dipahami pembaca.
5. Menjadi Sumber bagi Penulis atau Media
Orang dengan keahlian tertentu dapat menjadi narasumber bagi media atau penulis.
Apabila pendapat, penelitian, atau data digunakan dalam artikel, website narasumber mungkin dicantumkan sebagai sumber informasi.
Fokus utamanya tetap pada kontribusi informasi, bukan meminta link sebagai syarat pemberian informasi.
6. Temukan Penyebutan Brand Tanpa Link
Terkadang nama organisasi, perusahaan, penelitian, atau website disebut oleh pihak lain tanpa memberikan tautan.
Jika penyebutan tersebut memang merujuk kepada Anda, menghubungi pengelola halaman dan meminta mereka menambahkan sumber dapat dilakukan secara wajar.
Namun, keputusan akhir tetap berada pada pemilik website tersebut.
7. Temukan Broken Link yang Relevan
Website lama terkadang mempunyai link menuju halaman yang sudah tidak tersedia.
Jika Anda mempunyai konten yang benar-benar dapat menggantikan sumber tersebut, pemilik halaman dapat diberi tahu mengenai broken link sekaligus diperkenalkan dengan sumber alternatif.
Hindari melakukan pendekatan secara massal terhadap website yang tidak relevan.
Apakah Membayar Backlink Diperbolehkan?
Ini menjadi bagian yang penting dipahami dalam strategi link building.
Website dapat memiliki hubungan komersial dengan website lain, misalnya melalui iklan, sponsorship, advertorial, atau kerja sama publikasi.
Masalah muncul ketika pembayaran digunakan untuk memperoleh link yang dimaksudkan memanipulasi ranking mesin pencari.
Karena itu, apabila terdapat kompensasi atas sebuah link, gunakan atribut yang sesuai seperti rel=”sponsored”.
Transparansi hubungan komersial jauh lebih penting daripada mencoba membuat link berbayar terlihat seperti rekomendasi editorial independen.
Praktik Backlink yang Sebaiknya Dihindari
Keinginan mendapatkan backlink dengan cepat dapat membuat pemilik website menggunakan strategi yang terlalu agresif.
Beberapa praktik berikut perlu diwaspadai.
1. Membeli Backlink Massal
Penawaran ratusan atau ribuan backlink dalam waktu singkat terdengar menarik, tetapi jumlah bukan indikator utama kualitas.
Periksa relevansi dan alasan link tersebut dibuat.
2. Menanam Link pada Artikel yang Tidak Relevan
Link sebaiknya membantu pembaca.
Menempatkan backlink tentang layanan keuangan pada artikel yang sama sekali tidak berhubungan hanya demi mendapatkan link menciptakan hubungan yang tidak natural.
3. Menggunakan Exact-Match Anchor Secara Berlebihan
Jangan memaksakan keyword yang sama pada seluruh anchor text.
Gunakan anchor yang sesuai dengan konteks kalimat dan membantu pembaca mengetahui tujuan link.
4. Membuat Artikel Semata-Mata untuk Backlink
Artikel seharusnya mempunyai nilai meskipun seluruh link eksternalnya dihilangkan.
Jika sebuah artikel tidak memberikan manfaat selain menjadi tempat menanam backlink, kualitas editorialnya perlu dipertanyakan.
5. Mengabaikan Kondisi Website Sumber
Website dapat berubah.
Domain yang dahulu berisi informasi pendidikan dapat kedaluwarsa, berpindah pemilik, atau berubah menjadi website dengan konten yang sama sekali berbeda.
Karena itu, outbound link dan backlink perlu diperiksa secara berkala.
Cara Mengevaluasi Website untuk Backlink
Sebelum mengejar backlink dari sebuah website, lakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
Jangan hanya melihat DA atau DR.
Periksa topik utama website, kualitas artikel, identitas pengelola, konsistensi publikasi, relevansi halaman, kondisi trafik jika datanya tersedia, pola outbound link, serta apakah website terlihat dibuat terutama untuk menjual link.
Periksa pula artikel tempat backlink akan muncul.
Website yang secara umum berkualitas belum tentu memberikan konteks yang tepat jika halaman tempat link ditempatkan tidak relevan.
Pertanyaan sederhana berikut dapat membantu:
Jika faktor SEO diabaikan, apakah saya masih menginginkan link dari halaman ini karena pembacanya relevan dengan website saya?
Jika jawabannya iya, link tersebut mempunyai nilai yang lebih nyata.
Pentingnya Melakukan Audit Backlink
Profil backlink website dapat berubah dari waktu ke waktu.
Website mungkin mendapatkan link secara natural tanpa sepengetahuan pengelola. Website pemberi backlink juga dapat berubah pemilik, menghapus halaman, atau mengubah topiknya.
Karena itu, audit backlink dapat dilakukan secara berkala.
Beberapa hal yang dapat diperiksa antara lain:
- website yang paling banyak memberikan backlink;
- halaman yang paling banyak memperoleh link;
- anchor text yang digunakan;
- relevansi website pemberi link;
- lonjakan backlink yang tidak biasa;
- link dari website yang sudah berubah fungsi; dan
- backlink yang berasal dari kerja sama komersial.
Audit bukan berarti setiap backlink yang terlihat buruk harus langsung ditindaklanjuti. Tujuannya adalah memahami profil link website dan mengidentifikasi pola yang memerlukan perhatian.
Fokus pada Kualitas, Bukan Jumlah Backlink
Membangun backlink berkualitas membutuhkan waktu karena pada dasarnya kita sedang membangun alasan agar website lain mau memberikan referensi.
Daripada mengejar ribuan backlink, lebih baik berinvestasi pada konten yang mempunyai nilai unik.
Website yang memiliki penelitian, data original, artikel mendalam, sumber pendidikan, atau informasi yang benar-benar membantu pembaca mempunyai peluang lebih besar untuk mendapatkan referensi secara alami.
Strategi tersebut memang tidak memberikan hasil instan, tetapi lebih selaras dengan tujuan membangun website yang mempunyai nilai jangka panjang.
Kesimpulan
Backlink berkualitas bukan sekadar link dari website dengan DA atau DR tinggi. Relevansi, konteks penempatan, kualitas halaman, kredibilitas sumber, dan manfaat bagi pengguna perlu dipertimbangkan secara bersama-sama.
Cara mendapatkan backlink berkualitas juga tidak harus dimulai dengan membeli link. Pemilik website dapat membangun konten yang layak dirujuk, menerbitkan penelitian dan data original, memperbarui sumber lama, membangun hubungan profesional, menjadi narasumber, serta melakukan berbagai bentuk kolaborasi yang relevan.
Jika sebuah link muncul melalui hubungan komersial, gunakan atribut yang sesuai seperti rel=”sponsored” agar konteks hubungan tersebut jelas.
Pada akhirnya, strategi backlink yang sehat tidak berfokus pada pertanyaan “berapa banyak backlink yang bisa didapat?”, tetapi “apakah website dan konten kita cukup bermanfaat sehingga layak dijadikan referensi?”
Ketika kualitas konten menjadi fondasinya, backlink bukan lagi sekadar instrumen SEO, tetapi menjadi bagian dari bagaimana informasi yang berguna saling terhubung di internet.
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI














