Pernahkah teman-teman memperhatikan orang tua yang mulai sering lupa menaruh kunci, mengulang cerita yang sama, atau bingung dengan hal-hal yang dulunya mudah? Wajar bila kita merasa cemas: apakah ini hanya tanda usia atau awal dari pikun? Kabar baiknya, menjaga otak tidak harus menunggu tua. Salah satu langkah kecil yang bisa kita mulai dari dapur hari ini adalah menikmati secangkir teh hijau.
Apakah Otak Menua dalam Semalam?
Penurunan fungsi otak jarang terjadi secara tiba-tiba. Prosesnya berjalan perlahan selama bertahun-tahun hingga gejalanya mulai terasa. Oleh karena itu, kebiasaan yang kita jalani di usia muda akan turut menentukan kondisi otak kita di hari tua nanti.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan lebih dari 55 juta orang di dunia hidup dengan demensia, dan angkanya diproyeksikan mencapai 139 juta pada 2050. Di Indonesia, diperkirakan sekitar 1,2 juta orang hidup dengan demensia pada 2016, dan jumlahnya bisa menjadi 4 juta pada 2050 seiring bertambahnya penduduk lanjut usia.
Apa Istimewanya Teh Hijau?
Berbeda dengan teh hitam yang biasa kita minum, daun teh hijau tidak melalui proses fermentasi yang panjang sehingga senyawa alaminya tetap terjaga. Dua hal yang paling sering dibicarakan adalah:
- Katekin, terutama senyawa EGCG. Senyawa ini merupakan antioksidan yang membantu melawan kerusakan sel akibat radikal bebas, termasuk sel pada otak kita.
- L-theanine. Asam amino alami dalam daun teh ini, bersama dengan kafein yang juga terkandung dalam teh, dapat membantu meningkatkan rasa rileks dan fokus. Kandungan kafein teh hijau juga umumnya lebih rendah dibandingkan kopi sehingga banyak orang merasa lebih nyaman menikmatinya.
Apa Kata Penelitian?
Sebuah riset di Jepang, Ohsaki Cohort (diterbitkan pada 2016), memantau 13.645 lansia berusia 65 tahun ke atas selama hampir enam tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang rutin meminum lima cangkir teh hijau atau lebih setiap hari memiliki risiko demensia 27 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang minum kurang dari secangkir sehari.
Temuan serupa juga didapatkan dari sebuah studi berskala besar di Inggris yang melibatkan lebih dari 377 ribu peserta. Studi tersebut menemukan bahwa kebiasaan minum teh secara umum berkaitan dengan penurunan risiko demensia, dengan porsi paling ideal sekitar tiga cangkir per hari. Namun, perlu dicatat bahwa studi di Inggris ini tidak membatasi penelitiannya hanya pada teh hijau.
Baca juga: Teh Hijau, Minuman Sehat Penangkal Penyakit Jantung
Cara Menikmati Teh Hijau dengan Tepat
- Minum secukupnya. Tiga hingga empat cangkir sehari sudah cukup dan tergolong aman bagi orang dewasa yang sehat. Tidak perlu memaksakan diri untuk minum hingga lima cangkir.
- Hindari tambahan gula. Teh hijau kemasan yang manis justru dapat mengurangi manfaat kesehatannya. Lebih baik menyeduh teh sendiri menggunakan daun atau kantong teh tanpa tambahan gula berlebih.
- Jangan diminum saat terlalu panas. Biarkan teh menjadi hangat terlebih dahulu sebelum dinikmati. Mengonsumsi minuman yang sangat panas secara terus-menerus berisiko mengiritasi kerongkongan.
- Perhatikan waktu minum. Karena mengandung kafein, hindari mengonsumsi teh hijau menjelang waktu tidur agar kualitas istirahat tetap terjaga.
- Waspada dalam kondisi tertentu. Ibu hamil, penderita gangguan lambung, serta mereka yang mudah cemas atau mengalami insomnia sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.
Namun, secangkir teh tidak akan memberikan banyak manfaat jika gaya hidup sehat lainnya diabaikan. Menjaga kesehatan otak membutuhkan kombinasi kebiasaan yang saling mendukung, seperti tidur yang cukup, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mengontrol tekanan darah dan gula darah, aktif bersosialisasi, serta terus belajar hal baru. Jadikanlah teh hijau sebagai pelengkap gaya hidup sehat, bukan satu-satunya solusi.
Baca juga: Manfaat Teh Hijau bagi Kesehatan Mahasiswa
Mulai dari Secangkir Teh
Berinvestasi tidak melulu soal nominal yang besar karena sering kali kunci utamanya adalah konsistensi. Prinsip yang sama berlaku untuk kesehatan otak. Kebiasaan sederhana yang rutin dilakukan setiap hari akan menjadi “tabungan” berharga untuk puluhan tahun ke depan.
Jadi, sembari menikmati secangkir teh hijau hangat sore ini, luangkanlah waktu untuk berbincang santai dengan keluarga atau berjalan kaki sejenak.
Penulis: I Wayan Eka Satya Wadi
Mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar (Unmas Denpasar)
Editor: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI















