Sunscreen dan Penuaan Dini: Perlindungan Sederhana dengan Dampak Besar

Sunscreen dan Penuaan Dini

Penuaan kulit merupakan proses alami yang terjadi seiring bertambahnya usia. Namun, kerutan, flek hitam, dan kulit yang mulai kehilangan kekencangannya juga dapat muncul lebih cepat akibat paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari. Penuaan kulit yang dipicu oleh paparan sinar matahari dikenal sebagai photoaging. Selain mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan, paparan UV berlebihan juga dapat merusak kulit dan meningkatkan risiko kanker kulit.

Karena itu, perlindungan kulit dari sinar matahari bukan hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan kulit.

Mengapa Sinar Matahari Dapat Mempercepat Penuaan Kulit?

Menurut Subaidah WA, sinar UV terdiri atas UVA dan UVB yang memiliki dampak berbeda terhadap kulit.

Sinar UVA memiliki panjang gelombang lebih panjang sehingga dapat menembus lebih dalam ke kulit. Paparan UVA berulang dapat merusak kolagen dan elastin, yaitu protein yang membantu menjaga kekuatan serta elastisitas kulit. Kerusakan tersebut dapat mempercepat munculnya kerutan dan membuat kulit kehilangan kekencangannya.

Sementara itu, sinar UVB terutama memengaruhi lapisan luar kulit dan menjadi penyebab utama kulit terbakar (sunburn). Paparan UVB juga dapat merusak DNA sel kulit. Jika berlangsung berulang kali, paparan UVA dan UVB dapat memicu perubahan warna, tekstur, dan elastisitas kulit.

Oleh sebab itu, perlindungan dari kedua jenis sinar UV diperlukan untuk membantu menjaga kesehatan kulit sekaligus mengurangi risiko penuaan dini akibat paparan matahari.

Peran Sunscreen dalam Melindungi Kulit

Salah satu cara untuk membantu melindungi kulit dari paparan UV adalah menggunakan sunscreen atau tabir surya. Menurut penelitian Julianty SM (2024), penggunaan tabir surya merupakan salah satu upaya perlindungan kulit dari radiasi UV.

Sunscreen mengandung bahan penyaring sinar UV yang membantu mengurangi jumlah radiasi yang mencapai kulit. Dengan penggunaan yang tepat dan konsisten, produk ini dapat membantu mencegah kulit terbakar serta mengurangi kerusakan kulit akibat paparan matahari dalam jangka panjang.

Meski demikian, sunscreen tidak menghalangi seluruh paparan UV. Karena itu, penggunaannya perlu disertai langkah perlindungan lain, seperti mengenakan pakaian yang menutupi kulit, menggunakan topi, dan berteduh di tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung.

Memilih dan Menggunakan Sunscreen dengan Tepat

Saat memilih sunscreen, jangan hanya memperhatikan angka Sun Protection Factor (SPF). SPF terutama menunjukkan tingkat perlindungan terhadap UVB, yang berperan dalam menyebabkan kulit terbakar.

Karena UVA juga berkontribusi terhadap penuaan dini dan kerusakan kulit, pilih produk dengan perlindungan spektrum luas (broad spectrum) atau keterangan perlindungan UVA yang sesuai. Produk tersebut dirancang untuk melindungi kulit dari UVA dan UVB.

Selain memilih produk yang tepat, cara penggunaannya juga perlu diperhatikan. Oleskan sunscreen secara merata dalam jumlah yang cukup pada seluruh bagian kulit yang tidak tertutup pakaian, termasuk wajah, leher, telinga, dan punggung tangan.

Ulangi pemakaian sesuai petunjuk pada kemasan. Secara umum, sunscreen perlu diaplikasikan kembali setiap dua jam ketika beraktivitas di luar ruangan, serta setelah berenang, berkeringat banyak, atau mengeringkan kulit dengan handuk.

Perlindungan juga dapat ditingkatkan dengan mengenakan pakaian pelindung, memakai topi, dan menghindari paparan langsung ketika intensitas sinar matahari sedang tinggi. Kombinasi kebiasaan tersebut membantu mengurangi paparan UV yang diterima kulit sehari-hari.

Perlindungan Sederhana untuk Kesehatan Kulit Jangka Panjang

Penuaan kulit memang tidak dapat dihindari sepenuhnya. Namun, dampak paparan sinar UV dapat dikurangi melalui perlindungan yang tepat dan konsisten.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization atau WHO), pada 2020 tercatat lebih dari 1,5 juta kasus kanker kulit dan lebih dari 120.000 kematian terkait kanker kulit di seluruh dunia. Data tersebut menunjukkan bahwa paparan UV bukan hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga merupakan persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian.

Menggunakan sunscreen secara tepat, berteduh, dan mengenakan pakaian pelindung merupakan langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan kulit serta mengurangi risiko kerusakan akibat paparan sinar matahari.

Dengan menjadikan perlindungan kulit sebagai kebiasaan sehari-hari, kita tidak hanya berupaya memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan dini, tetapi juga berinvestasi dalam kesehatan kulit untuk jangka panjang.


Penulis: Ni Gusti Made Ditha Ariraswari
Mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar (Unmas Denpasar)


Editor: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *