Tinggal di Indonesia yang mendapat paparan sinar matahari sepanjang tahun membuat kulit rentan mengalami kerusakan akibat radiasi ultraviolet (UV). Pengendara ojek daring, pekerja lapangan, hingga ibu rumah tangga yang berbelanja ke pasar sama-sama berisiko terpapar sinar matahari saat beraktivitas di luar ruangan.
Sayangnya, sebagian masyarakat masih menganggap tabir surya (sunscreen) sebatas produk kosmetik atau perawatan kulit. Padahal, penggunaannya merupakan salah satu langkah penting untuk melindungi kulit dari dampak paparan sinar UV.
Studi Pamudji (2017), yang dilakukan oleh staf Universitas Muhammadiyah Palembang, mengungkapkan bahwa tingkat pengetahuan pekerja lapangan mengenai tabir surya masih tergolong rendah. Hanya 20,1% responden yang memiliki pengetahuan dalam kategori baik.
Paparan sinar matahari berlebih dapat menyebabkan kulit kemerahan, terasa perih, dan mengalami sunburn atau kulit terbakar. Dalam jangka panjang, radiasi UV juga dapat merusak struktur kulit, memicu munculnya flek hitam dan kerutan, serta meningkatkan risiko kanker kulit.
Mengenal Bahaya Sinar UVA dan UVB
Penelitian Quatrunnada dkk. (2026) menyebutkan bahwa masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan dapat menerima paparan sinar UV dalam jumlah yang signifikan setiap hari. Besarnya paparan bergantung pada durasi aktivitas, kondisi lingkungan, waktu, dan perlindungan yang digunakan.
Ada dua jenis radiasi UV matahari yang perlu diperhatikan, yaitu UVA dan UVB. Sinar UVA memiliki panjang gelombang lebih panjang dan dapat menembus lebih dalam ke kulit. Paparan UVA berkontribusi terhadap kerusakan kolagen dan elastin, sehingga mempercepat penuaan kulit, termasuk munculnya kerutan dan perubahan pigmentasi.
Sementara itu, sinar UVB memiliki panjang gelombang lebih pendek dan terutama memengaruhi lapisan luar kulit. Paparan UVB berlebihan dapat menyebabkan kulit terbakar, kemerahan, dan kerusakan DNA sel kulit.
Ketika terpapar sinar UV, kulit meningkatkan produksi melanin sebagai salah satu mekanisme perlindungan alaminya. Melanin membantu menyerap sebagian radiasi UV, tetapi perlindungan ini memiliki keterbatasan. Paparan yang berlebihan tetap dapat menyebabkan kerusakan sel, perubahan pigmentasi, penuaan dini, dan peningkatan risiko kanker kulit.
Paparan UV dapat berlangsung sepanjang hari, meskipun intensitasnya umumnya lebih tinggi pada sekitar pukul 10.00–16.00. Karena itu, perlindungan kulit tetap diperlukan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan pada jam-jam tersebut.
Cara Memilih dan Menggunakan Tabir Surya
Salah satu langkah praktis untuk melindungi kulit adalah menggunakan tabir surya secara rutin. Saat memilih produk, perhatikan nilai Sun Protection Factor (SPF) dan perlindungannya terhadap UVA.
SPF 30 atau lebih dapat menjadi pilihan untuk penggunaan sehari-hari. SPF terutama menunjukkan tingkat perlindungan terhadap UVB. Untuk perlindungan terhadap UVA, pilih produk yang mencantumkan keterangan perlindungan UVA, seperti PA+++ atau PA++++, atau label broad spectrum sesuai standar yang berlaku.
Cara penggunaan juga menentukan efektivitas tabir surya. Oleskan produk secara merata pada seluruh area kulit yang tidak tertutup pakaian, termasuk wajah, leher, telinga, dan punggung tangan. Gunakan dalam jumlah yang cukup sesuai petunjuk produk. Untuk wajah dan leher, takaran dua ruas jari sering digunakan sebagai panduan praktis, meskipun kebutuhan dapat berbeda bergantung pada luas area yang dilindungi.
Aplikasikan tabir surya sebelum beraktivitas di luar ruangan sesuai petunjuk pada kemasan. Penggunaan ulang umumnya dianjurkan setiap dua jam ketika berada di luar ruangan, serta setelah berenang, berkeringat banyak, atau mengeringkan kulit dengan handuk. Keringat, air, dan gesekan dapat mengurangi lapisan perlindungan pada kulit.
Selain menggunakan tabir surya, perlindungan dapat diperkuat dengan mengenakan topi bertepi lebar, pakaian yang menutupi kulit, dan kacamata pelindung UV. Berteduh serta membatasi paparan langsung ketika intensitas sinar matahari tinggi juga merupakan langkah yang bermanfaat.
Bagaimana Tabir Surya Melindungi Kulit?
Tabir surya mengandung bahan aktif yang membantu mengurangi jumlah radiasi UV yang mencapai kulit. Secara umum, bahan penyaring UV dapat berupa filter mineral maupun filter organik.
Filter mineral, seperti zinc oxide dan titanium dioxide, bekerja dengan menyerap serta memantulkan atau menghamburkan sebagian radiasi UV. Sementara itu, filter organik menyerap energi radiasi UV dan melepaskannya kembali dalam bentuk energi yang lebih rendah, terutama sebagai panas.
Kedua jenis filter tersebut dapat membantu melindungi kulit dari paparan UV. Tingkat perlindungannya bergantung pada formulasi produk, kombinasi bahan aktif, nilai SPF, cakupan perlindungan UVA, serta ketepatan penggunaan.
Dengan pemakaian yang benar dan konsisten, tabir surya membantu mengurangi risiko kulit terbakar dan kerusakan akibat radiasi UV. Penggunaan rutin juga dapat membantu mencegah sebagian perubahan pigmentasi dan tanda penuaan dini akibat paparan matahari. Namun, tabir surya bukan perlindungan mutlak terhadap seluruh dampak sinar UV, sehingga tetap perlu disertai langkah perlindungan lainnya.
Melindungi Kulit adalah Bagian dari Menjaga Kesehatan
Masyarakat yang tinggal di wilayah tropis dapat terpapar sinar matahari secara berulang sepanjang hidupnya. Paparan UV kumulatif dapat meningkatkan risiko kerusakan kulit dan kanker kulit. Salah satu jenis kanker kulit yang berbahaya adalah melanoma, yang dapat berkembang dari sel penghasil melanin. Perubahan pada tahi lalat atau munculnya bercak baru yang tidak biasa perlu diperhatikan dan diperiksakan kepada tenaga medis jika mencurigakan.
Melindungi kulit dari paparan matahari bukan semata-mata persoalan gaya hidup atau penggunaan kosmetik. Langkah ini merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Menikmati sinar matahari pagi boleh saja, tetapi perlindungan tetap diperlukan ketika beraktivitas di luar ruangan. Mari ubah cara pandang terhadap tabir surya: bukan sekadar pelengkap perawatan kulit, melainkan salah satu perlengkapan perlindungan diri sehari-hari.
Sebagaimana helm membantu melindungi kepala saat berkendara, tabir surya membantu melindungi kulit dari paparan radiasi UV. Lengkapi penggunaannya dengan pakaian pelindung, topi, dan kebiasaan mencari tempat teduh. Dengan langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, kita dapat menjaga kesehatan kulit untuk hari ini dan masa depan.
Penulis: Putu Ganesh Okanatha
Mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar (Unmas Denpasar)
Editor: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI
















