Kampoeng Heritage Kajoetangan, Malang: Pengembangan Pariwisata Budaya di Malang

Pariwisata
Kampoeng Heritage Kajoetangan.

Malang, Jawa Timur 14 November 2024 – Kajoetangan merupakan sebuah kampung yang terletak di Kabupaten Malang, tepatnya di Jalan Jendral Basuki Rahmat Gang 4.

Kampung tersebut kini menjadi perhatian banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang penasaran apa saja keunikan dan keindahan yang tersembunyi di kampung tersebut.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Banyak sekali bangunan yang menjadi daya tarik utama wisatawan datang, seperti café dengan nuansa klasik dan sederhana, ada juga kuliner yang tidak kalah unik yaitu es krim serut yang bahkan wisatawan dapat mengantri selama 1 jam lebih dikarenakan kelezatannya.

Dengan keberagaman budaya yang dimilikinya membuat Kajoetangan menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana berbeda di tengah kota.

Kajoetangan memiliki banyak Sejarah serta peninggalan berupa bangunan-bangunan yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Bangunan-bangunan tersebut memiliki ciri khas unik tersendiri yang membedakan antara bangunan yang satu dengan yang lainnya.

Pada awalnya, kampung tersebut tidak digunakan sebagai alat pariwisata, tetapi hanya sebagai Upaya pelestarian bangunan serta budaya yang ada di Kajoetangan.

Namun, banyak sekali tantangan yang dirasakan oleh sekelompok pengelola yang ada di kampung tersebut, dan pada akhirnya harus menjadikan kampung tersebut sebagai tempat wisata yang memberikan banyak modal untuk tetap melakukan pelestarian di Kampoeng Heritage Kajoetangan.

Baca Juga: Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang Kenalkan Kampung Wisata UMKM Rejoso kepada Biro Travel Agent Malang

Es Serut Podjok, Kampoeng Heritage Malang.

Ketua Pokdarwis, Ibu Mila Kurniawati, mengungkapkan bagaimana Sejarah Kajoetangan terbentuk, “Kampoeng Heritage Kajoetangan sudah lama ada sejak zaman kolonial Belanda, bangunan-bangunan yang ada di kampung ini merupakan bangunan asli yang kami upayakan pelestariannya,” ujar Ibu Mila Kurniawati.

Ibu Mila Kurniawati menambahkan bahwa, pemerintah belum ikut andil dalam membantu atau melakukan pengembangan pariwisata budaya serta pelestarian di Kajoetangan tersebut.

Baca Juga: Mengenal Dua Tempat Wisata Tersembunyi di Malang Selatan

Ibu Mila Kurniawati juga mengatakan, hanya pengelola swasta seperti OJK, BNI, BRI, dan Mandiri yang ikut andil atau berkolaborasi agar pelestarian dan pengembangan pariwisata budaya di Kajoetangan dapat terus berkembang.

Kajoetangan memiliki keunikan dan keindahan yang tidak dimiliki oleh kampung lain. Banyak sekali budaya, event, ataupun festival seni yang dilakukan di kampung tersebut. Masyarakat di sana juga sangat antusias melakukan pelestarian dan pengembangan di Kampoeng Heritage Kajoetangan.

Diharapkannya, pemerintah dapat ikut serta dalam upaya pelestarian tersebut agar sejarah serta budaya yang ada di kajoetangan dapat terus ada dan dikenal oleh masyarakat maupun wisatawan mancanegara.

Penulis:
1. Aprilia Yunia Putri
2. Maulidia Aisyah
3. Arum Aliarahmah
4. Frisca Sisilia
5. Erica Ratnasari
6. Garsione Agni Andrea

Mahasiswa Pariwisata Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru di Google News

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses