Pembangunan desa merupakan salah satu dasar utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Pengembangan pembangunan desa melalui pemberdayaan masyarakat dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, ketahanan pangan, serta penguatan ekonomi lokal.
Salah satu potensi desa yang dapat dikembangkan adalah pemanfaatan lahan pekarangan. Pemanfaatan pekarangan dapat dikembangkan melalui sistem budidaya hidroponik.
Hidroponik merupakan teknik budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah yang memanfaatkan larutan nutrisi sebagai sumber unsur hara. Sistem ini memiliki beberapa keunggulan, seperti efisiensi penggunaan air, produktivitas yang tinggi, kemudahan pemeliharaan, serta mampu diterapkan pada lahan terbatas.
Keberhasilan pembangunan desa dapat dipengaruhi oleh kemampuan masyarakat dalam mengembangkan kegiatan ekonomi produktif. UMKM memiliki kontribusi terhadap perekonomian nasional, namun sebagian besar pelaku usaha masih menghadapi berbagai kendala, khususnya pada aspek pengelolaan keuangan.
Pelaku UMKM banyak yang belum melakukan pencatatan arus kas secara sistematis sehingga mengalami kesulitan dalam mengetahui kondisi keuangan usahanya. Pencatatan cashflow merupakan salah satu instrumen penting dalam pengambilan keputusan bisnis dan keberlanjutan usaha.
Desa Tugu, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar memiliki potensi yang cukup besar dalam pengembangan produktivitas lahan dan UMKM. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan pekarangan masih belum optimal, limbah organik rumah tangga belum dimanfaatkan sebagai pupuk, serta sebagian pelaku UMKM belum menerapkan pencatatan keuangan secara digital.
Melalui Program Hibah Jalinan Kemitraan Membangun Desa (JARPAK) MBKM Universitas Sebelas Maret, dilaksanakan serangkaian kegiatan berupa pembangunan instalasi hidroponik, pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC), edukasi penyusunan cashflow UMKM menggunakan Microsoft Excel, serta pelatihan panen dan pengemasan produk secara higienis. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemandirian masyarakat dalam mengelola potensi lokal sehingga dapat mendukung ketahanan pangan dan penguatan ekonomi desa.
Perkembangan Kegiatan
1. Pembuatan Instalasi Hidroponik
Kegiatan dimulai dengan pembangunan instalasi hidroponik sebagai media pembelajaran masyarakat. Masyarakat Desa Tugu, terutama ibu-ibu PKK, memperoleh pengetahuan mengenai penyusunan rangka instalasi, pemasangan pipa, penempatan netpot, penyemaian benih, hingga pemberian nutrisi tanaman. Instalasi yang telah dibangun selanjutnya dimanfaatkan sebagai sarana budidaya sayuran oleh masyarakat.
2. Pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC)
Pelatihan pembuatan pupuk organik cair dilaksanakan bersama ibu-ibu PKK Dusun Ngasinan. Masyarakat Dusun Ngasinan diberikan materi mengenai manfaat pupuk organik cair, proses fermentasi, komposisi bahan, hingga teknik aplikasi pada tanaman hidroponik maupun tanaman pekarangan.
POC ini dikembangkan melalui limbah rumah tangga berupa kulit bawang merah, kulit bawang putih, dan air cucian beras. Ketiga bahan tersebut diolah melalui proses fermentasi agar dapat digunakan sebagai pupuk organik. Kegiatan ini meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna.
3. Edukasi Cashflow UMKM
Kegiatan edukasi cashflow difokuskan pada peningkatan literasi keuangan pelaku UMKM melalui penggunaan Microsoft Excel. Peserta dilatih membuat format pencatatan pemasukan, pengeluaran, saldo kas, dan laporan arus kas sederhana. Penggunaan Excel memudahkan pelaku usaha dalam melakukan pencatatan yang lebih sistematis sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan usaha.
4. Panen dan Pengemasan Higienis
Setelah tanaman hidroponik memasuki masa panen, masyarakat Desa Tugu memperoleh pelatihan mengenai teknik pemanenan yang tepat agar kualitas produk tetap terjaga. Selanjutnya dilakukan pelatihan pengemasan secara higienis menggunakan kemasan yang bersih dan menarik sehingga meningkatkan nilai tambah produk sebelum dipasarkan atau dikonsumsi.
Kesimpulan
Program Hibah JARPAK MBKM di Desa Tugu dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui penerapan teknologi hidroponik, pembuatan pupuk organik cair, penguatan literasi keuangan UMKM menggunakan Microsoft Excel, serta pelatihan panen dan pengemasan produk secara higienis. Kerja sama antara pemerintah desa dan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program.
Keberlanjutan kegiatan diharapkan dapat terus didukung oleh masyarakat sehingga instalasi hidroponik dan sistem pengelolaan usaha yang telah diperkenalkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Penulis:
- Annisa Rahmah
- Ardhiya Dwi Pangesti
- Arjuna Elang Samudra
- Aurelia Ivana Naomi
- Canda Ayuning Aryanto
- Daffa Aqilla Rahmadi Yasya
- Dhea Ananda Widiyani
- Dinda Annisa Nur Hidayati
- Distira Eka Maila Puspita Putri
- Nabila Putri Edinda
Mahasiswa S1 Agribisnis, Universitas Sebelas Maret
Dosen Pengampu: Dr. Susi Wuri Ani. S.P., M.P.
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












