Mahasiswa FIKOM Universitas Mercu Buana Gelar Kuliah Peduli Negeri melalui ARKARA 2026 untuk Dorong Siswa SMA Sumbangsih Bijak Menentukan Masa Depan di Era Digital

Kuliah Peduli Negeri
Dokumentasi kegiatan Kuliah Peduli Negeri (KPN) di SMA Sumbangsih, Rabu (13/5/2026) (Sumber: Penulis)

Jakarta Selatan, MMI – Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Mercu Buana menyelenggarakan kegiatan Kuliah Peduli Negeri (KPN) 2026 melalui ARKARA 2026 pada Rabu, 13 Mei 2026 di SMA Sumbangsih, Jakarta Selatan. Dengan sasaran peserta siswa/i kelas XI IPA 1. Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan mata kuliah Kuliah Peduli Negeri yang diampu oleh Andri Budiwidodo, S.Si., M.I.Kom., sekaligus sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Mengusung tema “Bijak Memilih Masa Depan di Era Digital: Kuliah atau Berwirausaha? Kenapa Harus Memilih Jika Bisa Keduanya”, kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan, motivasi, dan pemahaman kepada siswa/i SMA mengenai berbagai pilihan setelah lulus sekolah, baik melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, membangun usaha, maupun menjalankan keduanya secara bersamaan.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

ARKARA 2026 merupakan program edukatif yang dirancang oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana, sebagai ruang sharing interaktif untuk membantu siswa/i SMA memahami pilihan masa depan melalui wawasan mengenai dunia perkuliahan dan kewirausahaan.

Tim ARKARA 2026 terdiri dari 12 orang anggota, yaitu Mohamad Rafly Prasetya, Nashya Aira Syafaqoh, Karina Tri Devina Setiawan, Alodia Ulimaz Zahwa, Arifah Azzahra, Tarissa Raissa Maritza, Jessica Valerina R D Pareang, Fauzan Putra Maulana, Maria Ivana Aristiyanti, Nofia Fara Ramadani, Farah Salsabila, dan Lina.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh fenomena masih banyaknya pelajar yang merasa bingung dalam menentukan arah pendidikan dan karier di tengah derasnya informasi di media sosial. Tidak sedikit remaja yang terpengaruh oleh narasi kesuksesan instan, sehingga membutuhkan pemahaman yang lebih seimbang mengenai realita dunia perkuliahan dan kewirausahaan.

Berdasarkan hasil pre-test, sebanyak 58,8% peserta menyatakan tertarik untuk melanjutkan kuliah, sementara 23,5% memilih kuliah sambil berwirausaha. Selain itu, 76,5% peserta mengaku pernah merasa takut salah memilih jurusan atau karier. Temuan ini menunjukkan bahwa pelajar membutuhkan wawasan dan pendampingan dalam menentukan langkah masa depan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pengisian pre-test untuk mengukur pemahaman awal siswa mengenai dunia perkuliahan, kewirausahaan, minat dan bakat, serta pengaruh media sosial terhadap pola pikir remaja. Acara kemudian dibuka oleh MC, dilanjutkan dengan doa dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Sambutan pertama disampaikan oleh Mohamad Rafly Prasetya selaku Ketua Pelaksana ARKARA 2026, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membantu siswa memahami bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh satu pilihan.

Kami ingin siswa memahami bahwa masa depan tidak harus terbatas pada satu pilihan. Kuliah dan berwirausaha dapat berjalan beriringan jika dipersiapkan dengan baik dan sesuai dengan potensi diri masing-masing,” ujar Rafly.

Baca juga: Manajemen Risiko dalam Berwirausaha: Kunci Sukses untuk Masa Depan yang Lebih Terjamin

Selanjutnya, sambutan diberikan oleh Bapak Andri Budiwidodo, S.Si., M.I.Kom. selaku dosen pengampu mata kuliah Kuliah Peduli Negeri sekaligus Dosen Pembimbing, serta Ibu Neneng Nurbaningsih, S.Pd. selaku Guru Bahasa Jerman dan Bidang Kurikulum SMA Sumbangsih.

Sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih atas dukungan serta kerja sama yang diberikan, panitia menyerahkan plakat kepada pihak SMA Sumbangsih yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Penyerahan plakat kepada pihak SMA Sumbangsih dalam kegiatan Kuliah Peduli Negeri, Rabu (13/5/2026)

Pada sesi materi, Mohamad Rafly Prasetya membawakan materi pertama mengenai pentingnya melanjutkan pendidikan tinggi, perencanaan masa depan, strategi mengenali potensi diri, serta bagaimana pengaruh media sosial mempengaruhi pilihan masa depan. Materi kedua disampaikan oleh Maria Ivana Aristiyanti, yang membahas peluang dan tantangan berwirausaha bagi generasi muda serta bagaimana kuliah dan bisnis dapat dijalankan secara seimbang.

Setelah pemaparan materi, peserta mengikuti sesi tanya jawab dan sesi interaktif berupa refleksi singkat mengenai pandangan mereka terhadap dunia kuliah, wirausaha, dan rencana masa depan. Antusiasme siswa terlihat dari partisipasi aktif selama diskusi berlangsung.

Pada akhir kegiatan, siswa mengisi post-test dan survei kepuasan untuk mengukur peningkatan pemahaman sekaligus mengevaluasi efektivitas program. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh peserta menyatakan lebih memahami pilihan masa depan setelah lulus SMA, 92,3% memahami pentingnya mengenali minat dan bakat, serta 76,9% menyadari bahwa kuliah dan bisnis dapat dijalankan secara bersamaan.

Kegiatan ditutup dengan penayangan video profil Universitas Mercu Buana dan penyampaian informasi mengenai kehidupan kampus sebagai gambaran bagi siswa/i tentang lingkungan perkuliahan. Acara berlangsung dengan lancar, interaktif, dan penuh antusiasme.

Melalui program mata kuliah Kuliah Peduli Negeri, mahasiswa Universitas Mercu Buana berharap dapat membantu pelajar lebih percaya diri dalam menentukan masa depan serta memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui kegiatan edukatif yang relevan dengan kebutuhan generasi muda di era digital.

 


Penulis:

  1. Arifah Azzahra
  2. Tarissa Raissa Maritza

Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Mercu Buana


Dosen Pengampu: Andri Budiwidodo, S.Si., M.I.Kom.


Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses