Semarang – Kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga perlu diperkuat melalui pengalaman langsung di lapangan. Hal ini menjadi relevan karena sektor pertanian di Indonesia masih memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, sektor pertanian menyerap sekitar 28,17% tenaga kerja nasional. Sementara itu, menurut BPS tahun 2023, kontribusi sektor ini terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai 12,53%. Kondisi tersebut mencerminkan adanya kesenjangan produktivitas, sehingga diperlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penerapan praktik agribisnis yang lebih modern dan efisien.
Salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis praktik tersebut adalah melalui kegiatan National Agribusiness Field Trip 2026 yang telah dilaksanakan oleh mahasiswa Magister Sains Agribisnis angkatan 16 IPB University.
Kegiatan ini berupa kunjungan ke perusahaan agribisnis, yaitu PT Tunas Agro Persada, yang didampingi oleh dosen Magister Sains Agribisnis IPB University, yaitu Ibu Nia Rosiana dan Ibu Anisa Dwi Utami. Kunjungan ini memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana sektor agribisnis dikelola secara profesional dan berorientasi pada kualitas.
PT Tunas Agro Persada merupakan perusahaan yang berlokasi di Demak, Semarang, dan bergerak di bidang agribisnis dengan fokus pada penyediaan benih serta sarana produksi pertanian. Perusahaan ini memiliki visi menjadi agribisnis nasional terdepan yang menghasilkan produk berkualitas dan terpercaya.
Sejalan dengan visi tersebut, perusahaan menekankan pentingnya kualitas sejak tahap awal produksi. Hal ini tercermin dari prinsip yang disampaikan oleh pimpinan perusahaan bahwa buah yang sehat berawal dari benih yang berkualitas.
PT Tunas Agro Persada berdiri sejak tahun 2001 dan pada awalnya memproduksi benih hortikultura semusim dengan moto “Bergerak dan Berkarya untuk Pertanian Indonesia”. Perusahaan memiliki harapan untuk memberikan pilihan tanaman kepada petani yang lebih bermutu, mudah dibudidayakan, dan mudah dipasarkan.
Dalam operasionalnya, PT Tunas Agro memproduksi komoditas yang bervariasi mulai dari melon, semangka, cabai, tomat, jagung manis, dan beberapa sayuran dengan melon sebagai komoditas unggulan.
Dengan luas lahan mencapai 1413 m2, PT Tunas Agro mengintegrasikan kegiatan penelitian dan pengembangan (research and development) dengan kegiatan produksi. Perusahaan memiliki fasilitas kebun R&D dan kebun produksi yang didukung oleh laboratorium serta sistem pengendalian mutu (quality control). Melalui sistem ini, setiap produk yang dihasilkan dapat terjamin kualitasnya sebelum dipasarkan kepada konsumen.

Produk yang dikembangkan oleh PT Tunas Agro tidak hanya terbatas pada 36 jenis benih tanaman, tetapi juga mencakup produk buah dan sayur, nutrisi tanaman juga berbagai sarana pertanian, seperti mulsa plastik, plastik UV, tray semai, dan tali plastik.
Diversifikasi produk ini menunjukkan upaya perusahaan dalam memenuhi kebutuhan petani secara menyeluruh. Selain itu, PT Tunas Agro menyediakan layanan kepada konsumen untuk pendampingan dalam usaha budidaya tanaman.
Apabila petani mengalami kesulitan, tenaga-tenaga agronomis PT Tunas Agro datang membantu dalam pemecahan masalah dengan membantu menganalisa permasalahan dan memberikan solusi. Hal tersebut menjadi keunggulan bagi PT Tunas Agro yaitu memberikan layanan sebagai tanda terima kasih kepada para pelanggan produk PT Tunas Agro.
Dari sisi pemasaran, PT Tunas Agro menerapkan strategi yang adaptif dan beragam. Distribusi produk dilakukan melalui jaringan dealer pertanian dan toko ritel, serta melalui metode canvassing untuk menjangkau wilayah yang belum terlayani secara optimal.
Selain itu, pemanfaatan platform digital seperti marketplace juga menjadi bagian dari strategi pemasaran modern. Perusahaan juga menyediakan layanan technical support untuk membantu petani dalam menghadapi berbagai kendala di lapangan, sehingga tercipta hubungan yang lebih erat antara produsen dan pengguna.
Dalam pengembangan inovasi, perusahaan mengadopsi pendekatan yang menyeimbangkan antara kebutuhan pasar dan penciptaan produk baru. Sebanyak 20 persen inovasi berorientasi pada kebutuhan pasar, sementara 80 persen lainnya berfokus pada pengembangan produk. Pendekatan ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya responsif terhadap permintaan, tetapi juga proaktif dalam menciptakan peluang baru di pasar.
Perjalanan PT Tunas Agro tidak selalu berjalan mulus. Pada tahap awal, perusahaan menghadapi tantangan dalam memasarkan produknya. Namun, melalui strategi promosi langsung seperti pemberian sampel kepada petani, perusahaan mampu membangun kepercayaan konsumen. Selain itu, penggunaan nama lokal pada setiap varietas produk menjadi strategi branding yang efektif untuk mendekatkan produk dengan masyarakat.
Saat peluncuran varietas produk baru, perusahaan sempat menghadapi kendala berupa rendahnya angka penjualan, meskipun produk yang ditawarkan memiliki kualitas baik dan inovatif di pasar Indonesia. Kondisi ini mendorong PT Tunas Agro untuk membentuk divisi khusus bernama Fresh, yang berfokus pada strategi pemasaran langsung di supermarket yaitu melalui pemberian tester gratis pada konsumen.
Strategi ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak terlalu berorientasi pada efisiensi biaya pemasaran dalam jangka pendek, melainkan menekankan upaya membangun awareness dan pengalaman konsumen dengan harapan dapat meningkatkan penerimaan dan keuntungan jangka panjang.
Kontribusi PT Tunas Agro dalam sektor agribisnis juga terlihat dari berbagai penghargaan yang telah diterima, baik dari pemerintah maupun pihak swasta. PT Tunas Agro juga aktif dalam mengikuti lomba-lomba yang diadakan oleh Kementrian Pertanian, dan tidak jarang juga untuk menang karena kualitas produk yang sangat baik. Hal ini menjadi bukti atas komitmen perusahaan dalam menjaga kualitas dan memberikan inovasi yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan kunjungan lapangan ini, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa keberhasilan dalam agribisnis tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh strategi pemasaran, inovasi, serta kemampuan membangun hubungan dengan konsumen. Pengalaman ini diharapkan dapat menjadi bekal dalam menghadapi tantangan di dunia kerja, khususnya di sektor pertanian yang terus berkembang.
Penulis:
- Achmad Nur Huda (H3401221004)
- Sylvi Amalisti Kuswandani (H3401221010)
- Ratri Maghfiroh (H3401221060)
- Klea Chandra (H3401221901)
- Nihlatul Maula (H3501251026)
Mahasiswa Magister Agribisnis, IPB University
Dosen Pengampu:
- Dr. Nia Rosiana, SP., M.Si
- Dr. Anisa Dwi Utami, SE., M.Sc
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI












