Pemanfaatan Limbah Oli untuk Mengurangi Konsumsi Spirtus pada Penambalan Ban Motor melalui Metode Destilasi

Limbah Oli
Ilustrasi: istockphoto

Indonesia terkenal dengan salah satu negara penghasil minyak bumi dengan urutan ke-24 di dunia sebesar 0,8% per hari dalam produksinya. Ada beberapa produk minyak bumi yang dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari ialah oli, BBM, LPG, beberapa produk kecantikan, dan lain-lain.

Kebutuhan akan produk yang dihasilkan dari pengolahan minyak bumi meningkat setiap tahunnya, sedangakn sumber dan ketersediaan minyak mentah yang diperoleh semakin sedikit.

Meskipun setiap negara memiliki kebutuhan berbeda-beda dalam penggunaannya, namun seiring berjalannya waktu kebutuhan akan produk minyak bumi yang meningkat menyebabkan terjadinya kelangkaan.

Selain itu karena meningkatnya penggunaan produk minyak bumi menyebabkan menigkat pula produk samping yang dihasilkannya. Produk tersebut adalah limbah.

Oli atau minyak pelumas merupakan salah satu produk yang diperoleh dari pengolahan minyak bumi dan biasanya dipergunaakan pada kendaraan roda dua maupun roda empat sebagai pelumas kompenen untuk meminimalisir terjadinya gesekan dan membantu mendinginkan mesin kendaraan dari hasil pembakaran di dalam silinder.

Penggunaan oli pada mesin kendaraan memiliki masa pemakaian, setelah masa pemakaian berakhir dapat dibayangkan berapa banyak limbah yang dihasilkan pada setiap kendaraan yang masa penggunaan olinya sudah habis dan melakukan pergantian oli

Limbah oli ini tergolong limbah B3 (Bahan Berbahaya Beracun) yang merupakan salah satu sumber kontaminan lingkungan dan bersifat resisten apabila kita buang sembarangan tanpa melakukan pengolahan, sehingga kita membutuhkan metode alternatif untuk mencegah pencemaran lingkungan.

Limbah oli selain memberikan dampak negatif bagi lingkungan, namun memiliki nilai jual yang tinggi apabila dilakukan pengolahan limbah oli dengan baik, minyak pelumas bekas ini dapat dilakukan pemurnian melalui metode acid and clay untuk menghasilkan bahan dasar oli baru dan bisa juga dijadikan bahan bakar cair dengan perlakuan panas.

Metode ini selain memperoleh produk bahan bakar, dan juga sebagai upaya efisiensi dan penghematan penggunaan minyak bumi supaya tidak terjadi kelangkaan.

Oleh karena itu agar tidak terjadi kelangkaan, kita memanfaatkan limbah oli untuk menghasilkan bahan bakar. Metode alternatif yang akan digunakan untuk memperoleh bahan bakar ialah melalui metode destilasi. Metode ini cukup sederhana sebab hanya menggunakan peralatan sederhana seperti alat-alat gelas yang ada di laboratorium.

Bahan bakar yang diperoleh dari metode destilasi sederhana ini diharapkan memiliki kualitas seperti solar, sehingga bahan bakar tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar pengganti spirtus dalam penambalan ban motor yang bocor.

Sebab penggunaan spirtus sebagai bahan bakar memiliki efisiensi yang rendah mengingat tingginya harga spirtus yang menyebabkan keuntungan yang diperoleh sangat kecil dibandingkan dengan biaya upah dan jasa.

Oleh karena itu, kita membutuhkan bahan bakar alternatif yang lebih ekonomis sebagai pengganti bahan bakar yang relatif mahal.

Pencarian energi alternatif yang akan dilakukan dengan memanfaatkan limbah oli bekas yang berasal dari motor dan mobil yang diproses melalui destilasi sederhana, tujuannya adalah mampu menghasilkan bahan bakar pengganti spirtus yang dapat dimanfaatkan untuk menambal ban motor yang lebih efisien.

Penulis:
1. Mohamad Tamyiz Zulfikar (2103035028)
2. Raihan Muhammad Iqbal (2103035037)
Mahasiswa Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Editor: Ika Ayuni Lestari

Bahasa: Rahmat Al Kafi

Ikuti berita terbaru di Google News

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI