Sleman, 25 September 2025, MMI – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sleman menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Rencana Teknis Kegiatan (RTK) Mikro bagi perusahaan. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 23 hingga 25 September 2025, bertempat di Atrium Hotel and Resort Yogyakarta.
Pada tahun 2025, sebanyak 15 perusahaan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya yang diikuti oleh 20 perusahaan, sehubungan dengan adanya efisiensi anggaran dari pemerintah daerah.
Meskipun demikian, Disnaker Sleman tetap berkomitmen untuk memberikan pendampingan yang berkualitas agar manfaat bimtek dapat dirasakan secara optimal oleh perusahaan peserta.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Sleman, Sumaryati, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa tujuan bimtek ini tidak hanya sekadar memenuhi regulasi, tetapi juga dalam rangka mendukung pencapaian visi dan misi ketenagakerjaan di Kabupaten Sleman.
“Bimtek ini bertujuan untuk mendayagunakan pegawai secara optimal dan produktif, mendukung pencapaian visi dan misi ketenagakerjaan, membatasi timbulnya permasalahan di perusahaan, serta menjamin kelangsungan dan memperluas lapangan kerja,” jelasnya.
Perusahaan Peserta Tahun 2025
- PT Saliman Riyanto Raharjo
- RSU Queen Latifa
- Rumah Sakit Condongcatur
- PT Yureka Edukasi Cipta
- Yayasan Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro
- PT BPR Karangwaru
- PT Sera Food Indonesia
- PT BPR Bank Mulia Sejahtera
- LPK JIAEC Yogyakarta
- Rumah Sakit Hermina Yogyakarta
- Global Darussalam Academy / Global Islamic School 3 Yogyakarta
- PT Peksi Gunsraharja
- PT Eagle Glove Indonesia
- Global Islamic School 3 Yogyakarta
- PT Saliman Riyanto Raharjo
Dalam kegiatan ini, narasumber dari pusat perencanaan ketenagakerjaan kementerian ketenagakerjaan RI menyampaikan materi terkait pentingnya penyusunan RTK Mikro, strategi implementasi, hingga simulasi praktik penyusunan dokumen tersebut.
“Tantangan terbesar adalah bagaimana RTK Mikro benar-benar dapat dijalankan. Oleh karena itu, penyusunan harus realistis, sederhana, dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” ujar Rahmad Saleh, S.Kom.
Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti diskusi maupun praktik penyusunan. Mereka didorong untuk menghasilkan draft RTK Mikro sesuai karakteristik masing-masing perusahaan agar dapat menjadi pedoman operasional yang efektif.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa magang yang turut mendukung jalannya acara. Mahasiswa berperan dalam aspek teknis, dokumentasi, hingga membantu komunikasi antara panitia dan peserta.
“Ini pengalaman berharga. Saya dapat belajar langsung dari narasumber sekaligus memahami praktik penyusunan RTK Mikro di dunia usaha. Keterlibatan mahasiswa menunjukkan bahwa generasi muda dapat berkontribusi dalam kegiatan ketenagakerjaan,” ungkap Ayu Anggraini.
Melalui bimtek ini, Disnaker Sleman berharap perusahaan di wilayahnya semakin mampu mengelola sumber daya manusia dengan baik, sehingga dapat mendukung keberlanjutan usaha dan membuka peluang terciptanya lapangan kerja baru.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi, RTK Mikro diharapkan dapat menjadi instrumen penting dalam memperkuat daya saing perusahaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Penulis: Ayu Anggraini Suparno Putri
Mahasiswa Ekonomi Universitas Amikom Yogyakarta
Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi
Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













