Siapkan Qualified Job Seeker dan Job Creator, Kementan Padukan Kurikulum dengan GAPGINDO

Kurikulum dengan GAPGINDO
Dokumentasi Kegiatan (Sumber: Dokumentasi Penulis)

BLITAR – Kementerian Pertanian (Kementan) dan Gabungan Produsen Gula Indonesia (GAPGINDO) melakukan pemaduan kurikulum pendidikan vokasi guna meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam industri gula di wilayah Jawa Timur, Rabu (17/01/2024).

Gula, sebagai komoditas perdagangan utama, memegang peranan vital dalam sumber energi dan rasa makanan. Tantangan yang dihadapi dalam industri gula di Indonesia adalah pengembangan SDM pada proses pergulaan, baik on farm maupun off farm.

Dalam upaya mengatasi hal tersebut, Politeknik Kementerian Pertanian dan GAPGINDO bekerja sama untuk menciptakan link and match kurikulum.

Proses pemaduan kurikulum tersebut melibatkan diskusi penyelarasan kurikulum di lahan kering, dengan partisipasi beberapa pabrik gula di Jawa Timur, diantaranya PT. Rejoso Manis Indo, PT. Kebun Tebu Mas, dan PT. Rajawali 1. Kerjasama ini juga melibatkan Polbangtan Bogor, Polbangtan Malang, serta tim dari Pusat Pendidikan Pertanian.

Hal ini sejalan dengan visi Kementerian Pertanian dalam mewujudkan swasembada di bidang komunitas gula, oleh karenanya dibutuhkan kerjasama antara Kementerian Pertanian dengan GAPGINDO dalam mewujudkan swasembada gula.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman, mengatakan kebutuhan tenaga kerja di bidang pergulaan masih sangat kurang secara nasional. Oleh karena itu, Politeknik Kementerian Pertanian diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Hal senada disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan [BPPSDMP] Dedi Nursyamsi yang mengatakan generasi milenial didorong untuk mengambil peran khususnya di sektor Industri Tebu dan Gula.

Melalui pendidikan vokasi, Kementan melahirkan SDM yang kompetitif sebagai tenaga kerja industri tebu yang andal dan unggul selaku job seeker serta sebagai pengusaha pertanian milenial andal, kreatif, inovatif, profesional, serta mampu menyerap lapangan pekerjaan sektor industri tebu Indonesia sebanyak mungkin” kata Dedi.

Hasil dari penyelarasan kurikulum diharapkan dapat diimplementasikan pada tahun ajaran 2024/2025 sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan oleh GAPGINDO.

Beberapa bidang kompetensi yang dibutuhkan, seperti Sistem Informasi Geografis, Setting Mill, Overhaul Turbine Generator, Kristalisasi, Setting Centrifugal, dan lainnya, diharapkan dapat diperoleh dari SDM yang lulus dari Politeknik ini.

Mahasiswa juga diberikan peluang untuk melakukan magang di pabrik gula di Jawa Timur, sehingga mereka dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkan langsung di dunia industri setelah lulus.

Diharapkan langkah ini dapat membantu mengatasi kekurangan tenaga kerja di sektor pergulaan dan meningkatkan daya saing industri gula Indonesia.  

 

Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi

 

Ikuti berita terbaru Media Mahasiswa Indonesia di Google News

Pos terkait

Kirim Artikel Opini, Karya Ilmiah, Karya Sastra atau Rilis Berita ke Media Mahasiswa Indonesia
melalui WhatsApp (WA): 0822-1088-8201
Ketentuan dan Kriteria Artikel, baca di SINI