Strategi Amerika Serikat dalam Memperluas Capability Militernya melalui Penempatan Sistem Rudal Typhon di Filipina untuk Menahan Dominasi China

amerika serikat vs china
Strategi Amerika Serikat dalam Memperluas Capability Militernya melalui Penempatan Sistem Rudal Typhon di Filipina untuk Menahan Dominasi China. Sumber: MMI.

Dalam beberapa tahun terakhir, ketegangan strategis di kawasan Indo‑Pasifik meningkat, terutama terkait dengan persaingan antara Amerika Serikat dan China. Laut China Selatan menjadi salah satu titik pusat konflik geopolitik karena klaim tumpang tindih dan kepentingan militer, ekonomi, dan keamanan.

Amerika Serikat memandang bahwa dominasi China di kawasan ini dapat mengancam hegemoni strategis AS, kepentingan aliansi, dan kebebasan navigasi.

Ingin publikasi Artikel, Opini, Berita dan Essay di Media Mahasiswa Indonesia?
Atau di Media Online Nasional, Hubungi Redaksi MMI

Sebagai respons, AS memperkuat kehadiran militernya melalui berbagai cara, salah satunya adalah penempatan sistem rudal darat jarak menengah (Mid‑Range Capability/MRC), yang dikenal sebagai “Typhon”, di Filipina.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya AS untuk menjaga keunggulan strategisnya di kawasan dan mencegah dominasi China yang semakin meningkat.

Seperti yang kita ketahui bahwa tidak ada yang bisa menjamin keamanan suatu negara, dalam hal ini Amerika Serikat menyadari seberapa besarnya pengaruh dari negara China itu sendiri yang semakin mendominasi sehingga menimbulkan ancaman bagi Amerika Serikat, oleh karena itulah Amerika Serikat berusaha untuk memperluas kapabilitas militernya sebagai langkah antisipasi untuk mencegah dominasi dari China itu sendiri.

Dalam hal ini kita akan mellihat bagaimana tindakan yang di ambil oleh Amerika Serikat itu melalui perspektif Neorealisme.

Apa itu Sistem Rudal Typhon?

Sistem Rudal Typhon ini sendiri merupakan strategi sistem peluncur rudal darat mobil yang di kembangkan oleh Lockheed Martin untuk angkatan darat Amerika Serikat, yang mana Amerika Serikat menempatkan sistem peluncur rudal typhon (Mid-Range Capability) di Luzon Utara, lebih tepatnya di Filipina.

Sistem Typhon ini dapat menunjukan dua jenis rudal yang cukup hebat yaitu jenis rudal Tomahawk Cruise Missile ( dapat menjangkau sekitar 1.600 km) sistem rudal ini juga dapat memungkinkan bagi Amerika Serikat untuk menargetkan titik-titik yang bisa dibilang cukup strategis seperti contohnya pangkalan militer dan SM-6 (bisa menjangkau bahkan menyerang target udara atau kapal laut hingga jarak lebih dari 200 km) yang tak kalah kuat dibandingkan dengan rudal lainnya.

Penempatan sistem rudal Typhon di Luzon ini merupakan tempat yang strategis dikarenakan berdasarkan letak geografis rudal ini dapat menjangkau sebagian wilayah pantai China dan beberapa pangkalan militer di kawasan Tiongkok lebih tepatnya Laut China Selatan.

Melalui ruang lingkup inilah menciptakan keunggulan manuver militer Amerika Serikat serta Mobilitas dari Rudal Typhon ini sendiri yang memungkinkan untuk di pindahkan bahkan di sembunyikan.

Baca Juga: Perang Narasi AS vs China: Lebih Menakutkan Ketimbang Tarif?

Bagaimana Strategi Amerika Serikat dalam Mengatasi Dominasi China itu Sendiri?

Strategi Amerika Serikat dalam menempatkan Rudal Typhon ini tidak hanya bersifat militer tetapi juga mencangkup dimensi diplomatik dan geopolitik.

Dengan menempatkan Sistem rudal ini di Filipina, Amerika Serikat juga menekankan latihan militer bersama dengan Filipina hal ini menunjukan bahwa telah terjalin hubungan diplomatik yang baik bagi dua negara tersebut.

Dengan adanya sistem rudal secara mobilitas ini juga lebih memudahkan sistem Tyohon itu sendiri dalam fleksibilitas strategis, karena rudal dapat di pindahkan kapan saja menyesuaikan dengan kebutuhan yang di perlukan.

Penolakan Gerakan ini oleh China

Sementara itu, China sangat menolak pergerakan ini dikarenakan dapat memicu ketegangan regional terutama dapat menyebabkan perlombaan senjata, namun bagi Amerika Serikat hal ini merupakan tindakan atau strategi yang dapat dilakukan untuk menahan dominasi dari China itu sendiri.

China yang merasa terancam ini juga pernah melakukan modernisasi besar-besaran dalam kekuatan militernya, tidak hanya menambah stok senjata tetapi juga melakukan diversifikasi sistem rudal (Intercontinental Ballistic Missile) dan juga senjata nuklir berdaya ledak rendah (low-yield) yang dapat memungkinkan China memiliki fleksibilitas strategis dalam eskalasi konflik, hal inilah yang membuat China juga semakin dominan karena kemampuan dan posisi strategisnya dalam pertahanan militer di tingkat global.

Bagaimana Pandangan Perspektif Neorealisme Ofensif dalam Studi Kasus ini?

Menurut perspektif Neorealisme Ofensif yang di kembangkan oleh John J. Mearsheimer yang mana negara-negara itu bertindak secara agresif disebabkan oleh sistem internasional itu sendiri yang anarki, yang di mana dalam hal ini tidak ada otoritas tertinggi artinya negara tidak pernah benar-benar mengetahui niat negara lain sehingga setiap negara-negara yang maju atau besar itu memaksimalkan kekuatan militernya untuk meningkatkan keamanan.

Oleh karena inilah tindakan yang di lakukan oleh Amerika Serikat teermasuk dalam kacamata realisme Ofensif karena Amerika Serikat itu sebagai negara dengan kekuatan besar berusaha untuk menjaga dominasi nya dengan memaksimalkan kekuatan yang ada dan menahan pengaruh atau dominasi dari China itu sendiri.

Karena ancaman yang tidak terprediksi dan akan selalu ada inilah Amerika Serikat berusaha untuk mengamankan keunggulan pertahanan militer mereka, Amerika Serikat tidak hanya defensif tetapi juga bersifat agresif secara strategis untuk menahan dominasi dari China ataupun dominasi dari negara lainnya yang memungkinkan jadi ancaman, dengan strategi Amerika Serikat dalam menempatkan Rudal Typhon ini menciptakan deterrence dan menjaga hegemoni regional.

Baca Juga: Dampak Konflik Laut China Selatan terhadap Jalur Perdagangan Dunia

Tantangan dalam Strategi ini

Namun disisi lain terdapat beberapa tantangan dalam strategi ini seperti penempatan senjata di wilayah Filipina ini perlu di pertimbangkan karena dapat menyebabkan ketergantungan pada Filipina itu sendiri, misalnya saja pergantian pemimpin atau perubahan sistem politik itu dapat merubah kesepakatan dan komitmen yang telah dibuat, di sisi lain juga hal ini dapat memicu periso pembalasan dari negara China karena sistem Typhon ini memiliki risiko tinggi bagi kedaulatan mereka dan jika konflik ini berlanjut dapat menyebabkan ketegangan dan memparah konflik, dari segi anggaran dana juga menjadi pertimbangan karena menempatkan serta memelihara sistem peluncur rudal inni sangat membuthkan biaya yang cukup besar.

Strategi sistem rudal Typhon ini menggambarkan strategi Amerika Serikat yang tidak hanya bersifat militer namun mencakup politik dan juga hubungan diplomatik.

Melalui langkah atau tindakan yang dilakukan oleh Amerika Serikat ini juga menunjukan bagaimana Amerika Serikat berusaha untuk menjaga keunggulan atau kekuatan militernya dan menahan dominasi dari negara China yang semakin meningkat.

Dari perspektif neorealisme ofensif inilah sangat menggambarkan sistem internasional yang anarkis karena pada dasarnya negara-negara besar itu sendiri selalu bersifat agresif secara struktural untuk memaksimalkan kekuatan dan keamanan negara mereka, penempatan Typhon ini juga memperkuat hubungan aliansi dengan Filipina melalui latihan militer bersama dan juga menunjukan komitmen Amerika Serikat terhadap keamanan regional.

Namun, strategi ini juga menghadirkan sejumlah tantangan. Ketergantungan pada komitmen politik Filipina menimbulkan risiko perubahan posisi strategis jika terjadi pergantian kepemimpinan atau kebijakan nasional.

Selain itu, kehadiran rudal ofensif AS meningkatkan potensi ketegangan dengan China, yang dapat memicu perlombaan senjata dan eskalasi konflik di kawasan.

Dari sisi logistik dan anggaran, penempatan dan pemeliharaan sistem Typhon menuntut biaya tinggi serta dukungan teknis yang kontinu, yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan strategis jangka panjang.

Secara keseluruhan, strategi Amerika Serikat dalam menempatkan Typhon di Filipina menegaskan prinsip utama neorealisme ofensif: negara besar selalu berupaya memaksimalkan kekuatan untuk mengamankan posisi dominannya dan mengantisipasi ancaman yang potensial.

Strategi ini bersifat defensif sekaligus agresif secara proaktif, menciptakan deterrence terhadap China dan menjaga hegemoni regional AS.

Meskipun menghadapi tantangan dan risiko, strategi ini tetap menjadi instrumen penting bagi AS dalam menjaga keseimbangan kekuatan di Indo-Pasifik, memperkuat aliansi, dan memastikan keamanan jalur laut strategis serta kepentingan nasionalnya tetap terlindungi.

Dengan demikian, penempatan sistem rudal Typhon bukan sekadar aksi militer, tetapi bagian dari manuver strategis yang terintegrasi dalam kerangka kebijakan keamanan dan diplomasi regional Amerika Serikat.

Penulis: Angres Juhanna Sinaga
Mahasiswa Ilmu Hubungan Internasional Universitas Sriwijaya

Editor: Ika Ayuni Lestari
Bahasa: Rahmat Al Kafi

Reference:

Global Times. (2024, Oktober 22). US militarizing region with mid‑range missile system deployment in Philippines: experts. Global Times. https://www.globaltimes.cn/page/202410/1321673.shtml

Naval News. (2024, April 15). U.S. Army deploys new missile launcher to the Philippines. Naval News.

U.S. Department of Defense. (2024, December 18). Military and security developments involving the People’s Republic of China 2024. U.S. Department of Defense. https://media.defense.gov/2024/Dec/18/2003615520/-1/-1/0/MILITARY-AND-SECURITY-DEVELOPMENTS-INVOLVING-THE-PEOPLES-REPUBLIC-OF-CHINA-2024

Mearsheimer, J. J. (2007). Structural realism. In W. Carlsnaes, T. Risse, & B. A. Simmons (Eds.), Handbook of international relations (pp. 77–95). SAGE Publications.

ANTARA News. (2024). China kritik rencana Filipina permanenkan rudal jarak menengah AS. https://www.antaranews.com/berita/4467837/china-kritik-rencana-filipina-permanenkan-rudal-jarak-menengah-as?

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses