Surabaya, MMI – Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui program Pengabdian kepada Masyarakat pada mata kuliah Agama. Pada 6 Desember 2025, kelompok mahasiswa yang terdiri dari Viola, Andini, Tasya, Zalfa, dan Mbajeng melaksanakan kunjungan ke Panti Asuhan Al-Ikhsan yang beralamat di Jl. Simosidomulyo V No. 26, Surabaya.
Sebagai pembina kegiatan, Taufikurrahman menjelaskan bahwa program ini merupakan tahapan lanjutan dari pembelajaran di kelas. Harapannya, mahasiswa dapat menjadi agen pioner moderasi beragama di masyarakat dan mampu mempraktikkannya di lingkungan serta lembaga masing-masing.
Di kelas, siswa sudah mengenal teori dasar mengenai moderasi beragama dan literasi digital. Kegiatan ini merupakan kelanjutannya, agar mereka dapat menerapkan kemampuan tersebut secara nyata—seperti mengenali hoaks, berdialog dengan santun, serta menjaga ruang digital tetap harmonis,” ujar Taufikurrahman.
Kegiatan pengabdian ini tidak hanya bertujuan memberikan bantuan sosial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk menyuarakan pentingnya moderasi beragama. Dalam konteks pembelajaran di kampus, kelompok ini berusaha menghadirkan nilai-nilai toleransi, kepedulian, dan keseimbangan beragama melalui aksi nyata di masyarakat.
Dengan bantuan dana iuran kelompok dan dukungan donatur, para mahasiswa membawa paket bingkisan untuk anak-anak serta pengurus panti. Kehadiran mereka disambut hangat oleh pengasuh panti, Ustadz Muhibbin, yang juga memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut.
“Moderasi beragama itu bukan hanya konsep besar. Ketika adik-adik mahasiswa datang ke sini, berbagi, dan membangun hubungan dengan penuh kasih sayang, itu sudah menjadi contoh nyata bagaimana agama mengajarkan kedamaian dan kepedulian,” ujar Ustadz Muhibbin dalam sambutannya.
Selama kegiatan, mahasiswa mengadakan sesi interaksi ringan, permainan, serta obrolan santai yang membuat suasana terasa penuh kehangatan. Senyum ceria anak-anak panti membuat kami merasa bahwa kebahagiaan bisa lahir dari kepedulian yang sederhana dan tulus, ungkap salah satu anggota kelompok.
Mahasiswa juga menyampaikan pesan singkat mengenai pentingnya moderasi beragama—bahwa hidup berdampingan dengan perbedaan, menghargai sesama, dan menjaga harmoni merupakan bagian dari ajaran agama yang harus dirawat oleh seluruh generasi muda. Bagi mereka, praktik langsung seperti ini jauh lebih bermakna dibanding sekadar teori di ruang kuliah.
Kegiatan pengabdian ini tidak hanya memperkuat jiwa sosial mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana dalam memahami agama secara lebih luas dan inklusif. Melalui interaksi dengan lingkungan masyarakat, nilai-nilai moderasi beragama dipahami sebagai tindakan nyata: merangkul, membantu, dan menjadi manfaat bagi sesama tanpa memandang latar belakang.
Kunjungan ke Panti Asuhan Al-Ikhsan diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus menyebarkan spirit moderasi beragama, bahwa praktik keagamaan harus selalu berujung pada kemanusiaan, kedamaian, dan kebaikan bersama.
Penulis: Viola Nescha Ayu Pramesti
Mahasiswa Ilmu Hukum, UPN Veteran Jawa Timur
Editor: Salwa Alifah Yusrina
Bahasa: Rahmat Al Kafi
⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI













