Yogurt, Si Asam Segar yang Baik untuk Pencernaan

proses fermentasi yogurt
Yogurt menunjukkan bahwa pengolahan pangan tidak selalu harus melalui teknologi yang rumit. Dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme, susu bisa berubah menjadi produk dengan rasa, tekstur, dan karakteristik gizi yang berbeda. (Foto: melissaknorris.com)
Pernahkah kamu menikmati semangkuk yogurt saat sarapan atau menjadikannya camilan di sela-sela aktivitas? Rasanya yang asam segar dan teksturnya yang lembut membuat yogurt digemari banyak orang.
Tapi, tahukah kamu bahwa di dalam susu sebenarnya ada ‘pabrik mini’ yang bekerja diam-diam mengubahnya menjadi yogurt? Penasaran siapa saja karyawannya dan bagaimana mereka bekerja? Yuk, simak penjelasan selengkapnya!

Cara Kerja Pabrik Mini Bernama Fermentasi

Untuk mengubah susu yang ordinary (biasa) menjadi extraordinary (istimewa), diperlukan proses produksi bernama fermentasi, yaitu pengolahan pangan dengan bantuan mikroorganisme tertentu.

Secara sederhana, para ‘karyawan’ mikroskopis ini menggunakan ‘gunting’ kimia (enzim) untuk mengubah sebagian laktosa, gula alami dalam susu, menjadi asam laktat.

Asam laktat membuat pH susu turun sehingga protein susu, terutama kasein, membentuk struktur gel. Inilah rahasia tekstur yogurt yang kental.

Asam laktat juga memberi cita rasa asam yang menjadi ciri khas yogurt.

Tahukah kamu? Dua karyawan utama di pabrik ini adalah bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus delbrueckii subsp. bulgaricus. Sebut saja ‘Strepto’ dan ‘Lacto’.

Keduanya bekerja satu tim selama fermentasi untuk menghasilkan asam laktat dan membentuk karakter yogurt.

‘SOP’ yang Tepat untuk Produksi yang Sempurna

Seperti pabrik pada umumnya, pabrik mini ini membutuhkan prosedur kerja (SOP) yang tepat. Secara sederhana, tahapannya sebagai berikut:

Pemanasan: Susu dipanaskan terlebih dahulu.

Pendinginan: Susu didinginkan hingga mencapai suhu yang sesuai untuk pertumbuhan kultur bakteri.

Fermentasi: Ini ‘jam produksi’ utamanya. Kultur starter ditambahkan, lalu susu diinkubasi selama beberapa jam hingga terbentuk tekstur dan tingkat keasaman yang diinginkan.

Pendinginan akhir: Setelah produksi selesai, yogurt didinginkan untuk memperlambat aktivitas mikroorganisme dan membantu mempertahankan kualitas produk.

Bonus dari Pabrik: Lebih Ramah di Perut?

Menariknya, fermentasi tidak hanya memengaruhi rasa dan tekstur, tetapi juga karakteristik gizi susu.

Karena sebagian laktosa sudah diubah menjadi asam laktat, beberapa orang yang kesulitan mencerna laktosa mungkin lebih mudah menoleransi yogurt dibandingkan susu biasa. Meski begitu, toleransi setiap orang bisa berbeda.

Benarkah Yogurt Baik untuk Pencernaan? Ada ‘Syarat dan Ketentuannya’!

Salah satu alasan yogurt dikaitkan dengan kesehatan pencernaan adalah keberadaan bakteri hidup di dalamnya.

Mikroorganisme tertentu berpotensi memberi manfaat bagi kesehatan, terutama jika jenis dan jumlahnya sesuai serta sudah terbukti memberikan efek yang diharapkan.

Tapi ingat, tidak semua bakteri dalam yogurt otomatis disebut probiotik. Istilah probiotik digunakan untuk mikroorganisme hidup yang memberi manfaat kesehatan ketika dikonsumsi dalam jumlah memadai.

Manfaatnya bergantung pada jenis atau strain yang digunakan. Karena itu, yogurt bisa menjadi bagian dari pola makan seimbang, tetapi jangan dianggap sebagai obat untuk semua gangguan pencernaan.

Beda Pabrik, Beda Produk: Tidak Semua Yogurt Sama

Di pasaran, yogurt hadir dalam banyak bentuk: yogurt tawar (plain), yogurt dengan tambahan buah, yogurt minum, hingga Greek yogurt.

Perbedaan bahan baku, pengolahan, dan bahan tambahan membuat kandungan gizinya tidak selalu sama.

Yogurt umumnya mengandung protein, kalsium, serta sejumlah vitamin dan mineral dari susu. Protein berperan dalam pemeliharaan jaringan tubuh, sedangkan kalsium dibutuhkan untuk kesehatan tulang dan gigi.

Di sisi lain, yogurt dengan tambahan gula, sirup, atau perisa bisa memiliki kandungan gula lebih tinggi daripada yogurt tawar.

Jadi, membaca label informasi nilai gizi adalah langkah sederhana yang patut menjadi kebiasaan, ibarat mengecek ‘label produk’ sebelum membeli.

Bagi yang ingin menikmati yogurt sehari-hari, yogurt tawar bisa menjadi pilihan praktis karena rasa dan tingkat keasamannya bisa disesuaikan dengan tambahan buah segar atau bahan lain sesuai selera.

Fermentasi Sederhana, Potensi yang Menarik

Yogurt menunjukkan bahwa pengolahan pangan tidak selalu harus melalui teknologi yang rumit.

Dengan memanfaatkan aktivitas mikroorganisme, susu bisa berubah menjadi produk dengan rasa, tekstur, dan karakteristik gizi yang berbeda.

Meski memiliki sejumlah potensi manfaat, kita tetap perlu memperhatikan komposisi produk, kandungan gula, dan cara penyimpanannya.

Jadi, lain kali kamu menikmati yogurt, ingat bahwa ‘Strepto’ dan ‘Lacto’ sudah bekerja untukmu di pabrik mininya.

Referensi

Codex Alimentarius Commission. Standard for Fermented Milks (CXS 243-2003). Acuan mengenai definisi dan karakteristik susu fermentasi.

Hill, C., et al. (2014). The International Scientific Association for Probiotics and Prebiotics consensus statement on the scope and appropriate use of the term probiotic. Nature Reviews Gastroenterology & Hepatology, 11, 506–514.

Marco, M. L., et al. (2017). Health benefits of fermented foods: microbiota and beyond. Current Opinion in Biotechnology, 44, 94–102.


Penulis: Ahmed Deedat
Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Kebudayaan Arab, Universitas Al Azhar Indonesia


Dosen Pengampu: Febri Priyoyudanto, S.S., M.HSc.


Editor: Nilam Indahsari
Editor Bahasa: Rahmat Al Kafi

⚡ Baca Lebih Cepat Artikel MMI di Ponsel Anda!
Ikuti Channel WhatsApp
Media Mahasiswa Indonesia (MMI):
KLIK DI SINI Logo WhatsApp Channel

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *